Sulit Karena Pandemi, Pengembang Harus Fokus Pada Segmen Investor

April 30, 2020

RumahCom – Situasi sulit yang dialami pengembang karena pandemi Covid-19 bisa disiasati dengan berbagai cara. Salah satunya dengan fokus pada konsumen end user dan terus mempermudah marketing produknya dengan teknologi digital.

Kalangan pengembang mengalami kesulitan penjualan dengan adanya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hampir seluruh kantor marketing tutup karena pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus penyebaran virus. Penjualan yang menurun juga karena properti tidak menjadi fokus masyarakat saat pandemi ini.

Menurut Pengamat Properti dan CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, saat situasi dari segmen konsumen pengguna (end user) anjlok terkait pandemi, developer bisa lebih fokus untuk menyasar segmen konsumen investor setidaknya untuk meraih cash flow cepat guna menjalankan roda perusahaan.

“Situasi saat ini kalangan pengembang harus memperkuat konsep digital marketingnya dan saat wabah ini beberpa pengembang masih bisa membukukan penjualan. Makanya segmen investor ini yang harus disasar lebih fokus dan serius dengan berbagai kemudahan yang diberikan untuk tetap menggairahkan pasar saat pandemi,” katanya.

Konsumen investor akan selalu mencari produk yang menarik untuk menyimpan maupun membiakan dananya. Untuk itu syaratnya pengembang yang memiliki reputasi baik harus bisa menghadirkan produk yang tepat dan menguntungkan setidaknya untuk jangka pendek ini dengan tetap memasarkannya secara digital.

Hal ini sudah terbukti dari beberapa pengembang yang tetap meraih kesuksesan penjualan dari produk baru yang dipasarkannya. Ciputra Group misalnya, bisa menjual sebanyak 516 unit di dua klaster baru yang diluncurkan di township Citra Maja Raya, Lebak, Banten. Astra Land juga sukses menjual 250 unit apartemen barunya, Avania Residences di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Begitu juga BSD City yang sukses meraih penjualan mencapai Rp300 miliar hanya dalam waktu satu minggu dari produk barunya.

Kota mandiri memang dibangun untuk jangka panjang, tetapi berpotensi baik untuk diinvestasikan kemudian. Simak jurus investasinya di video berikut ini, ya! 

Contoh sukses lainnya yaitu township Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan yang sukses memasarkan ruko Elevee Promenade. Dari 41 unit ruko yang dibuka pemasarannya secara online, langsung terserap sebanyak 34 unit. Padahal dari sisi harganya juga produk ini cukup lumayan, mulai Rp3 miliaran.

PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk, pengembang banyak proyek LRT City, menyebut minat masyarakat relatif masih baik. Selain proyek transit oriented development (TOD), produk baru ACP, Adhi City, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, konsumen yang memesan unit secara online cukup banyak.

Karena itu Ali menyebut, pengembang harus bisa mengoptimalkan pemasaran secara online termausk untuk menguatkan branding dan positioning produknya. Di sinilah kesempatan pengembang untuk menawarkan produk yang tepat dan menguntungkan dari kaca mata konsumen investor.

“Selama pengembang bisa menghadirkan produk seperti ini dengan konsep pemasaran online yang memudahkan dilihat hingga dipesan secara online, peluang itu masih ada. Pengembang yang bisa melakukan ini dan terus memperkuat konsep digital marketing, nantinya yang akan paling cepat pulih dan bisa langsung running saat wabah ini berakhir,” pungkasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Dampak Virus Corona Masih Kecil Untuk Sektor Properti

RumahCom – Dampak penyebaran wabah Coronavirus Disease 19 (Covid-19) dalam sektor properti masih kecil. Hal Ini tergantung juga bagaimana penanganan pemerintah terhadap wabah yang bisa berdampak bes

Lanjutkan membacaMaret 19, 2020

Kenapa Sertifikat Apartemen Tidak Bisa Langsung Keluar?

RumahCom – Sertifikat unit apartemen kerap tidak langsung terbit dan diterima pemilik kendati unitnya sudah dihuni. Berbelitnya urusan legalitas dan kemauan pengembang mengurus pertelaan menjadi fak

Lanjutkan membacaApril 3, 2020

Antisipasi Pengembang Intiland Terkait Dampak Covid-19

RumahCom – Pengembang Intiland membentuk satuan tugas (Satgas) untuk penanganan wabah Covid-19. Beberapa protokol yang ditetapkan juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman seta menjamin keamanan se

Lanjutkan membacaApril 6, 2020

Covid-19 Tidak Bikin Pengembang Rugi, Baru Kurangi Margin Keuntungan

RumahCom – Pelemahan bisnis properti ditambah pandemi Covid-19 tentunya membuat bisnis kalangan pengembang menjadi lebih sulit. Tapi secara umum, pengembang masih bisa menjalani bisnisnya karena yan

Lanjutkan membacaApril 27, 2020

Ini Yang Harus Dilakukan Pengembang Saat Wabah Covid-19

RumahCom – Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak pelemahan ekonomi akibat Covid-19. Untuk itu Colliers International Indonesia memberikan beberapa rekomendasi untuk perusahaan penge

Lanjutkan membacaApril 28, 2020

Masukan