Pandemi Berpengaruh Kecil Pada Bisnis Properti Luar Jawa

Boy LeonardApril 30, 2020

Pandemi Berpengaruh Kecil Pada Bisnis Properti Luar Jawa

RumahCom – Berbagai pasar properti dan pembangunan di luar Jawa diperkirakan tidak begitu terlihat mengalami cukup pengaruh dengan adanya pandemi Covid-19. Penurunannya pun terlihat tidak lebih besar daripada di pulau Jawab, Apalagi di Ibu Kota.

Presiden FIABCI Asia Pasifik Soelaeman Soemawinata mengatakan bahwa pembelian rumah di daerah luar Jawa seperti di Medan dan Palembang tidak akan mengalami penurunan separah di Ibu Kota.

“Turun sudah pasti, tapi tidak akan separah di Jakarta. Pertama, karena kebanyakan di daerah penjualan didominasi ruko, rumah kecil, khususnya subsidi yang kebutuhannya selalu ada,” ungkapnya pada

Penjualan properti di daerah juga dinilai bergantung pada mata pencaharian mayoritas warganya. Apabila banyak warganya yang berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS), kemungkinan untuk aman lebih tinggi karena setidaknya gaji PNS tetap ada. Namun ia menjelaskan bahwa penjualan properti di daerah-daerah tersebut tidak terlalu terasa signifikan turunnya karena masyarakat dari beberapa daerah di pulau jawa bukanlah masyarakat yang merupakan pekerja informal.

Namun, tidak begitu terpengaruhnya penjualan properti di daerah belum tentu menjadi pendukung pasar properti secara keseluruhan. Pasalnya, Eman mengatakan bahwa nilai yang dihasilkan dari penjualan rumah tipe kecil hanya berkontribusi sekitar 25 persen dari nilai keseluruhan properti.

Sementara itu, pasar rumah kelas menengah atas, sewa properti perkantoran, ritel, dan kawasan industri terhenti sama sekali. Pengembang maupun pemilik properti dari yang rata-rata penghasilannya tiap bulan miliaran rupiah sekarang jadi nol.

“Hal itu tidak bisa menjadi patokan juga kalau permintaan di daerah masih tinggi, tetapi setidaknya pengembang di daerah tersebut tidak mati, bisa tetap survive membiayai pekerjanya,” lanjutnya.

Eman menyebutkan bahwa kemungkinan krisis bisnis properti tahun ini bisa mengulang krisis pada 1998. Untuk bisa kembali naik dan bangkit, pengembang akan perlu waktu cukup panjang, sekitar 1 tahun hingga 2 tahun paling cepat. “Namun, yang saya yakin, industri properti bisa bangkit lebih cepat dari perkiraan.”

Hanya saja, walaupun begitu ada salah satu hal yang paling terasa tentang turunnya pasar property di luar Jawa adalah bisnis perhotelan. Menurut konsultan property Colliers International menambahkan bahwa penyebaran dari pandemi Covid-19 ini dirasa mempengaruhi pola dari investasi property di kawasan-kawasan tersebut. Dalam keterangannya juga ia mengatakan bahwa tekanan yang diciptakan oleh Covid-19 ini adalah banyaknya pembatalan kerja dinas yang harus ditempuh dan juga liburan keluarga hingga lebaran. Hal tersebut dinilai berimbas kepada bisnis property hotel yang mulai sepi oleh pengunjung.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Para Pengembang Besar Diprediksi Revisi Target Penjualan

RumahCom– Menghadapi wabah virus corona, pengembang mulai gelisah sebab penjualannya turut terkena imbas. Apalagi, beberapa tahun belakangan ini situasi pasar properti juga belum sepenuhnya pulih. D

Lanjutkan membacaApril 29, 2020

Sulit Karena Pandemi, Pengembang Harus Fokus Pada Segmen Investor

RumahCom – Situasi sulit yang dialami pengembang karena pandemi Covid-19 bisa disiasati dengan berbagai cara. Salah satunya dengan fokus pada konsumen end user dan terus mempermudah marketing produk

Lanjutkan membacaApril 30, 2020

Pengembang Fokus Tambah Land Bank di Tengah Pandemi

RumahCom–Pengembang properti saat ini sedang fokus belanja lahan dan menambah land bank di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih mewabah di Tanah Air. Hal ini dilakukan mengingat prop

Lanjutkan membacaApril 30, 2020

Masukan