Imbas Dari Pandemi Terhadap Pembayaran Utang Perumnas

Boy LeonardApril 30, 2020

Imbas Dari Pandemi Terhadap Pembayaran Utang Perumnas

RumahCom – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan bahwa pandemi covid-19 membuat penjualan Perum Perumnas turun tajam. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab dari gagalnya pembayaran surat utang dari Perum Perumnas.

Dilansir dari beberapa sumber terkait, telah diketahui bahwa Perum Perumnas telah gagal dalam membayarkan pokok surat utang jangka menengah (MTN) hingga sebesar Rp 200 miliar pada Selasa yang lalu.
 
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa Perumnas perlu melakukan restrukturisasi utang jangka pendek menjadi panjang di tengah ketatnya arus kas perusahaan akibat covid-19.
 
“Perumnas ini banyak pembangunan proyek perumahan yang sudah selesai ataupun dalam proses, tapi penjualan turun tajam karena covid-19. Jadi perlu restrukturisasi kewajiban jangka pendek menjadi jangka panjang,” ujarnya, dikutip dari Medcom.

Ia mengharapkan, setelah penjualan dan arus kas Perumnas pulih dan dapat memenuhi kewajibannya yang tertunda, pemegang MTN Perumnas akan diajak berunding untuk memperpanjang jatuh tempo pokok MTN.
 
Kendati demikian, berdasarkan data dalam surat yang ditujukan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jatuh tempo MTN I Perum Perumnas Tahun 2017 Seri A itu pada 28 April 2020. Nilai emisi MTN itu tercatat sebesar Rp200 miliar dengan kupon sebesar 9,75 persen.
 “Sebagai tindak lanjut dari surat Perum Perumnas dengan Nomor DIRKEU/0622/7/IV/2020 dan belum efektifnya dana pokok MTN I Perum Perumnas tahun 2017 seri A di rekening KSEI sesuai waktu yang telah ditentukan, bersama ini kami sampaikan bahwa pembayaran pokok kepada pemegang MTN yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 28 April 2020 ditunda,” tutur Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia, Syafruddin.

Dalam surat yang sudah ditekan oleh Syafruddin dan juga Kepala Divisi Jasa Kustodian Hartati Handayani itu dikatakan informasi lebih lanjutnya juga berkenaan dengan pembayaran pokok yang akan disampaikan secara lebih lanjut.

Kendati demikian, untuk menindak lanjuti hal tersebut kementerian BUMN ikut mendorong Perum Perumnas untuk melakukan berbagai langkah strategis dalam penanggulangan dari persoalan tersebut. Salah satu cara penanggulangan yang dinilai dapat menormalkan kembali penjualan dan juga cashflow dari bencana tersebut adalah dengan melakukan restrukturisasi kewajiban utang.

Dalam keterangannya, Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Menteri BUMN juga turut meminta Perum Perumnsa untuk melakukan sejumlah pendekatan dan penjelasan kepada para pemegang MTN terkait kondisi tersebut. Ia menambahkan bahwa pemegang MTN harus diajak berunding untuk memperpanjan jatuh tempo pokok menjadi restrukturisasi.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Para Pengembang Besar Diprediksi Revisi Target Penjualan

RumahCom– Menghadapi wabah virus corona, pengembang mulai gelisah sebab penjualannya turut terkena imbas. Apalagi, beberapa tahun belakangan ini situasi pasar properti juga belum sepenuhnya pulih. D

Lanjutkan membacaApril 29, 2020

Pengembang Fokus Tambah Land Bank di Tengah Pandemi

RumahCom–Pengembang properti saat ini sedang fokus belanja lahan dan menambah land bank di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih mewabah di Tanah Air. Hal ini dilakukan mengingat prop

Lanjutkan membacaApril 30, 2020

Pandemi Berpengaruh Kecil Pada Bisnis Properti Luar Jawa

RumahCom – Berbagai pasar properti dan pembangunan di luar Jawa diperkirakan tidak begitu terlihat mengalami cukup pengaruh dengan adanya pandemi Covid-19. Penurunannya pun terlihat tidak lebih besa

Lanjutkan membacaApril 30, 2020

Masukan