Sektor Properti Masih Bergairah Di Mata Investor Timur Tengah

Boy LeonardApril 30, 2020

Sektor Properti Masih Bergairah Di Mata Investor Timur Tengah

RumahCom – Sektor property di Indonesia dianggap masih cukup menggairahkan oleh para investor asing untuk mereka menanamkan modalnya walaupun saat ini Indonesia terkhusus Jakarta masih menghadapi wabah pandemi Covid-19 yang melumpuhkan hampir setiap sudut perbisnisan.

Wakil Ketua DPP Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan bahwa minat investasi asing masih tetap ada sampai saat ini, termasuk dari Timur Tengah. Hanya saja, investor umumnya masih menunggu pandemi berakhir sebelum melakukan realisasi investasi.

“Di tengah Corona begini [minat] tetap berjalan, tetapi mereka para investor jadi tidak bisa ke sini jadi realisasinya masih menunggu,” ungkapnya, dikutip dari Bisnis.

Investor dari Timur Tengah, ungkap Rusmin, terbagi menjadi dua jenis. Ada pengembang asal Timur Tengah yang ingin bekerja sama dan ikut membangun di Indonesia dan ada yang hanya membantu mengucurkan dana. Kendati demikian, pihaknya juga ikut menjembatani investor dari Timur Tengah yang ingin ikut bekerja sama tersebut. Meski begitu, ia juga menambahkan bahwa kerjasamanya masih belum bisa diberitahukan dengan siapanya karena hal tersebut masih belum deal. Namun ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut disinyalir akan diselenggarakan di Jakarta, Bandung dan Bali, dengan nilai sebesar Rp 1 triliun.

“Jadi, sebetulnya minat akan tetap ada dan masih tinggi,” lanjutnya.

Dengan adanya pandemi ini, para investor menjadi kesulitan untuk melakukan penjajakan secara langsung. Oleh karena itu, bagi pengembang yang akan memulai kerja sama saat ini bisa menyediakan informasi selengkap mungkin dan memastikan kesiapan proyek ketika berkomunikasi dengan investor.

Sebelumnya, dikutip berdasarkan catatan Bisnis, pada 2018 lalu investor dari Arab Saudi telah menjajaki pengembangan bisnis properti di Indonesia dengan nilai investasi sedikitnya Rp67 triliun.

Dari pengembang Indonesia, proyek properti yang ditawarkan adalah proyek pengembangan kota senilai total Rp44 triliun. Selain itu juga proyek 10 pengembang besar dengan nilai investasi Rp23 triliun yang siap dikerjasamakan karena telah ada desain dan perizinannya.

Dari penjajakan tersebut, salah satu yang berhasil tembus adalah proyek milik pengembang PT PP Properti Tbk. (PPRO) dengan investasi senilai Rp2,1 triliun dari perusahaan Dubai PT Arvada Investama.

Perusahaan tersebut membeli tiga menara dari proyek apartemen di Surabaya garapan PPRO, yaitu Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon.

Meski demikian, Rusmin mengatakan bahwa di tengah pandemi seperti ini, permintaan akan kawasan industry dinilai bisa lebih bersinar dibanding dengan property lainnya. Hal ini diperkuat dengan alasan masih adanya kebijakan untuk pembatasan sosial berskala besar yang membuat orang masih melakukan karantina mandiri dan lebih memilih untuk melakukan belanja secara online sehingga perusahaan penyedia barang konsumsi tersebut akan membutuhkan ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan itu.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pasar Properti Asia Diprediksi Melambung Di Tengah Pandemi

RumahCom - Pasar properti kawasan Asia Pasifik telah dihantam keras oleh wabah pandemi Covid-19, namun hal tersebut diperkirakan masih berpeluang tinggi walaupun di tengah pandemi virus korona (covid-

Lanjutkan membacaApril 29, 2020

Dampak Pandemi Hingga Lockdown Terhadap Pasar Properti Di London

RumahCom – Kebijakan pemerintah tentang adanya lockdown yang diterapkan di Inggris membuat penjualan rumah dan properti senilai US$102 miliar untuk saat ini tertahan.Menurut keterangan dari broker

Lanjutkan membacaApril 29, 2020

Pengembang Fokus Tambah Land Bank di Tengah Pandemi

RumahCom–Pengembang properti saat ini sedang fokus belanja lahan dan menambah land bank di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih mewabah di Tanah Air. Hal ini dilakukan mengingat prop

Lanjutkan membacaApril 30, 2020

Masukan