Faktor dan Strategi Pengembang Bertahan Di Situasi Pandemi 2020

Boy LeonardMei 4, 2020

Faktor dan Strategi Pengembang Bertahan Di Situasi Pandemi 2020

RumahCom – Terkait dengan sektor properti yang terlihat lesu di tahun 2020 ini, mulai terlihat ada banyak pelaku bisnis yang ingin masuk ke sektor yang satu ini.

Jika banyak sektor lain baru yang juga ikut lesu semenjak munculnya pandemi global Covid-19, sektor properti bisa dikatakan mengalami perlambatan cukup panjang selama tiga tahun terakhir walaupun sejumlah stimulus telah luncurkan.

Menurut CEO IPW Ali Tranghanda mengemukakan terkait kondisi yang disebabkan oleh masa pandemi ini sudah dinyatakan telah menggerogoti hampur semua lini bisnis yang ada di Indonesia.

“Meskipun pada kuartal pertama 2020 tren penjualan relatif belum terlalu terlihat penurunannya, pada kuartal kedua penjualan diperkirakan makin turun, tapi tingkat penurunannya belum dapat diperkirakan,” kata Ali.

Menurut sumber terkait, ada lima faktor utama yang disinyalir menyebabkan perlambatan terhadap sektor ini. Faktor pertama adalah daya beli properti masyarakat yang melemah. Selain itu minat beli properti generasi milenial yang rendah dan sulitnya pengadaan ruang baru.

Faktor lain adalah penggunaan ruang, baik kerja maupun tinggal, yang semakin lama kian efisien. Faktor terakhir, gaya hidup masyarakat yang mulai berubah akibat bertambahnya jumlah jam kerja di Indonesia.

Untuk mengatasi masalah daya beli, pelaku bisnis di bidang properti harus mampu menawarkan dua skema paket baru. Untuk kelas menengah bawah, industri properti harus berani mengeluarkan skema pembayaran cicilan harian.

Lalu untuk kelas menengah sampai menengah atas, industri properti harus berani menyiapkan ruang tiga kamar tidur atau lebih dengan harga lebih kurang sebanding dengan harga mobil sesuai kelas mereka sehari-hari.

Ada tiga rekomendasi taktis yang dapat dijalankan pengembang selama masa Pandemi Covid-19. Pertama, paket bundling dengan interior rumah. Hal ini sangat diperlukan oleh generasi milenial yang notabene merupakan pasar terbesar di sektor properti.

Kedua, jarak pemukiman dengan pusat perkantoran atau pusat perindustrian harus relatif dekat atau mudah diakses dengan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.

Ketiga, modernisasi terutama terkait digitalisasi dari fitur yang terdapat pada rumah mutlak diperlukan.

Tiga hal tersebut dapat dijalankan dengan catatan, para pengembang harus memperhatikan daya beli masyarakat secara umum. Di sinilah peran semua pengembang dan investor di dunia properti untuk dapat menahan laju kenaikan harga menjadi lebih rasional. Jika mengabaikan itu, semua pengembang dan investor akan merasakan beratnya arus kas dalam jangka lebih panjang karena tingkat okupansi yang diprediksi semakin lama semakin turun.

Selain itu, perlu dipikirkan pengembangan proyek reklamasi dan pembebasan lahan yang lebih humanis. Akan lebih sempurna saat pengadaan ruang baru, hal ini juga mengakomodasi pelestarian lingkungan hidup di tengah modernisasi area tersebut.

Lingkungan hidup yang bersinergi dengan alam mutlak harus dipikirkan oleh pemerintah dan pengembang properti. Karena yang terjadi saat ini, hampir semua kota besar mengalami krisis menyempitnya ruang terbuka hijau (RTH).

Lalu terakhir, untuk perubahan gaya hidup dan terutama setelah muncul pandemi global ini, maka setiap pengembang properti harus memikirkan tiga hal. Pertama, rumah sebagai tempat peristirahatan sementara dengan kelengkapan fasilitas mumpuni, termasuk akses internet tanpa batas.

Kedua, sebuah kamar tidur yang dilengkapi fasilitas cukup lengkap untuk mengisolasi diri. Terakhir, perlu dipikirkan jasa serba praktis dalam area perumahan seperti minimarket, tempat cuci kendaraan, rumah makan sesuai anggaran dan area olahraga bersama.

Jika semua hal di atas diperhatikan dengan baik oleh semua pihak, niscaya sektor properti akan kembali menggeliat.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pengembang Fokus Tambah Land Bank di Tengah Pandemi

RumahCom–Pengembang properti saat ini sedang fokus belanja lahan dan menambah land bank di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih mewabah di Tanah Air. Hal ini dilakukan mengingat prop

Lanjutkan membacaApril 30, 2020

Sektor Properti Masih Bergairah Di Mata Investor Timur Tengah

RumahCom – Sektor property di Indonesia dianggap masih cukup menggairahkan oleh para investor asing untuk mereka menanamkan modalnya walaupun saat ini Indonesia terkhusus Jakarta masih menghadapi wa

Lanjutkan membacaApril 30, 2020

Covid-19 Tidak Membuat Pasar Properti Di Depok Jeblok

RumahCom – Pasar properti seken dan sewa di Depok masih cukup baik di tengah pandemi Covid-19. Aksesibilitas dengan kemudahan jalan told an harga yang terjangkau membuat pasar properti di Depok teta

Lanjutkan membacaMei 4, 2020

Masukan