Mengintip Prospek Apartemen dan Mixed Use di Tengah Pandemi

Boy LeonardMei 5, 2020

Pasar Properti Apartemen Dinilai Turun Namun Masih Berpotensi Cerah

RumahCom – Pengembangan properti mixed use terlihat semakin marak digunakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Kendati demikian, potensi dari pengembangannya dinilai masih cukup tinggi melihat kebutuhan akan tempat tinggal yang tak pernah susut.

Direktur PT Ciputra Development Harun Hajadi menilai bahwa secara umum permintaan tempat tinggal akan selalu ada. Pengembangan mixed use justru harusnya lebih diminati karena penghuni bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah.

Ia juga mengatakan bahwa permintaan dari pasar dan juga calon konsumen yang ingin tinggal di apartemen sebetulnya cenderung sangat besar, hal ini dikarenakan letak strategis rata-rata apartemen yang ada di jantung kota. Pun demikian, hal tersebut akan lebih menarik lagi jika apartemen tersebut memiliki akses yang bagus dan juga adanya penunjang lifestyle.

Menurutnya, jika melihat data persenan dari beberapa tahun belakangan minat untuk tinggal di apartemen redup, hal itu karena tingkat pasok yang lebih tinggi dari permintaan dan bukan tren.

“Memang antara 2009 sampai 2014 kan ada supply ke pasar yang sedemikian banyak, dan itu belum terserap pasar, sedangkan pengembang tidak berhenti membangun juga, jadi ya memang over,” tegasnya.

Apabila tak ada tambahan pasok dan permintaan terus datang, menurutnya, pasar apartemen terutama produk mixed use bisa ramai peminat lagi.

Bagi Ciputra, pada proyek mixed use rilisan terbarunya Ciputra International di Barat Jakarta, Harun mengaku bahwa kinerjanya normal sebelum ada pandemi Covid-19. Di tengah pandemi Covid-19, Grup Ciputra memilih untuk fokus pada penanganan Covid-19.

“Untuk pengembangan yang baru ya nanti kita lihat lagi sampai pasar lebih baik,” ujarnya.

Kendati demikian, tidak hanya penjualan apartemen namun penurunan juga terjadi pada permintaan apartemen sewa. Menurut Riset Leads property menunjukan bahwa total permintaan pada kuartal I-2020 mengalami penurunan hingga hampir mencapai 3 persen dan menjadi 5.539 unit. Menurutnya, pasar apartemen servis dengan jangka pendek hingga menengah mengalami tekanan selama pandemic berlangsung. Sebaliknya permintaan pasar apartemen non-servis di Jakarta yang biasanya memiliki waktu tinggal yang lebih lama masih dalam tahap tetap stagnan.

Padahal rata-rata dari tingkat hunian apartemen biasanya mencapai hingga 62,8 persen dan hal tersebut turun sebesar 2,0 poin dari tahun lalu.

Kendati demikian, walaupun adanya wabah pandemic Covid-19 yang sudah semakin menyebar di Indonesia, banyak dari beberapa penggiat di bidang property ini memprediksi bahwa pasar property di Indonesia diyakini dapat kembali bangkit selepas badai pandemi ini berakhir.

Effendy Tanuwidjaja selaku Direktur PT Real Estate Teknologi mengatakan sendiri paada beberapa pekan lalu bahwa prospek bisnis property di Indonesia diprediksi masih memiliki masa depan yang cerah jika beberapa pengembang memakai strategi yang tepat unutk melakukan pemasarannya seperti untuk perusahaan e-commerce property yang mulai mengandalkan digital ekonomi dalam situasi pandemic ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Akibat Pandemi, Pertumbuhan Bisnis Properti Diprediksi Stagnan

RumahCom – Banyak prediksi yang sudah dikeluarkan terkait dengan laju pertumbuhan industri properti yang dinilai tidak akan bersinar gemerlap pada tahun 2020 ini. Berbagai prediksi tersebut pun meng

Lanjutkan membacaMei 4, 2020

Permintaan Lahan Industri Meningkat Pesat

RumahCom - Di tengah pandemi Covid-19, properti kawasan industri menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan. Dengan kondisi kekurangan pasok, kawasan industri di Indonesia dikhawatirkan tak mampu m

Lanjutkan membacaMei 5, 2020

Imbas Corona Terhadap Apartemen dan Hotel di Jabodetabek

Rumah.com - Penjualan apartemen di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadebotabek) mengalami penurunan sebesar 45,1 persen hingga menjadi 75,8 persen. Sementara untuk hotel yang ada di Jaka

Lanjutkan membacaMei 5, 2020

Masukan