Digital Marketing Kunci Pemasaran Properti Di Tengah Pandemi

Boy LeonardMei 11, 2020

Digital Marketing Kunci Pemasaran Properti Di Tengah Pandemi

RumahCom – Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini membuat pencarian rumah dengan menggunakan platform teknologi digital semakin massif dan dilakukan oleh beberapa kalangan. Hal tersebut terlihat dari turunnya jumlah kunjungan ke proyek-proyek properti, apalagi mengingat saat ini sudah dilakukan kebijakan PSBB di beberapa wilayah.

Oleh karena itu, Country Manager Rumah.com Marine Novita menyarankan para penjual properti baik pengembang, agen, maupun perorangan untuk menguasai teknologi online dan e-commerce.

Penguasaan teknologi digital marketing dinilai menjadi kunci dasar untuk bertahan pada masa Pandemi yang menghasilkan kebiasaan baru atau new normal. Teknologi Artificial Intelligence (AI), Virtual Tour, Multimedia Listings seperti yang disediakan berbagai platform juga menjadi kunci pemasaran pada masa depan. Terlebih para developer, agen, maupun perorangan saat ini lebih banyak memasang listing iklan sewa dibanding jual.

“Wilayah yang paling banyak dicari untuk properti sewa juga dengan properti dijual hampir sama yakni di wilayah DKI Jakarta sebanyak 47 persen, Jawa Barat 19 persen, Banten 18 persen dan Jawa Timur 7 persen,” ujar Marine Novita.

Terlihat pula dari peningkatan pesat sejumlah 40 persen konsumen yang mencari properti untuk disewa pada Kuartal Pertama 2020 dibanding Kuartal IV-2019. Berdasarkan jumlah halaman detail iklan properti disewa yang dilihat pengunjung (listing detail pageview) pun melonjak 47 persen.

Sementara itu, jumlah orang yang menyatakan ketertarikan terhadap listing properti disewa tumbuh 34 persen. Bila dibandingkan pencapaian Kuartal I-2020 dengan periode yang sama tahun lalu, konsumen yang mencari properti untuk disewa juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan listing detail page view, jumlah halaman detail iklan properti disewa yang dilihat pengunjung sebesar 42 persen. Sementara, jumlah kenaikannya naik hingga 30 persen. Meski demikian, secara umum tren permintaan sebenarnya belum terlalu berubah. Hal ini jika kita bandingkan dengan siklus properti, permintaan biasanya naik pada kuartal ganjil yakni pertama dan ketiga.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut disebabkan pada kuartal genap, beberapa dari konsumen mulai terlihat lebih fokus terhadap pembelanjaan barang konsumsi, terutama menyambut lebaran yang dilaksanakan pada Kuartal Kedua dan juga liburan akhir tahun di Kuartal Empat.

“Ini tentu memberikan harapan bagi para pengembang yang mulai harap-harap cemas akibat Pandemi Covid-19,” lanjutnya. Peluang terbesar bagi pengembang saat ini adalah pasar pembeli rumah pertama (first time buyer) dan investor. Kedua segmen ini adalah segmen yang akan terus maju dalam mewujudkan rencana beli rumah.

Kendati demikian, ia juga menambahkan bahwa bagi seorang yang pertama kali membeli atau first time buyer, rumah merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, sementara bagi investor, saat-saat seperti ini dapat dijadikan sebuah momen penyesuaian harga properti oleh pengembang agar peluang investasi jangka panjang lebih terbuka lebar.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Proyek Infrastruktur yang Tertunda Akibat Pandemi Covid-19 Jadi Prioritas 2021

RumahCom – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR, Basuki Hadimuljono menyatakan proyek-proyek kontraktual infrastruktur sebesar Rp7,83 triliun yang tertunda pada tahun ini akibat me

Lanjutkan membacaMei 11, 2020

#RumahSegalanya Bangkitkan Optimisme di Tengah Pandemi Covid-19

Rumah.com – Rumah.com meluncurkan program #RumahSegalanya untuk menumbuhkan semangat saling bantu dan mendukung di tengah situasi pandemi saat ini. Program ini membantu mempertemukan mereka yang mem

Lanjutkan membacaMei 11, 2020

Strategi Adaptasi Pengembang Properti Di Masa Pandemi

RumahCom - Tahun 2018 lalu merupaan puncak dari lesunya sektor properti semenjak 2013-2014, namun kenaikan tren mulai meningkat lagi semenjak tahun 2019. Kendati demikian tahun 2020 ini menjadi menja

Lanjutkan membacaMei 11, 2020

Masukan