Pengembang Seperti Ini Yang Akan Cepat Pulih Saat Pandemi Berakhir

Mei 13, 2020

RumahCom – Situasi bisnis properti yang sulit karena pandemi Covid-19 harus disiasati kalangan pengembang dengan berbagai inovasi produk maupun pola-pola marketing. Pengembang yang adaptif dan responsif dengan perkembangan nantinya akan paling siap saat wabah ini berakhir.

Sektor properti yang melesu sejak tahun 2013-2014 telah mencapai puncaknya pada tahun 2018 dan tren kenaikan sudah mulai terlihat pada tahun 2019. Menurut Arief Rahardjo, Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield, pada tahun 2019 secara umum pasar properti telah membaik yang ditunjukan dengan penyerapan maupun tingkat hunian dari seluruh sektor properti (hunian, office, mal, hingga kawasan industri) mulai meningkat.

“Titik terendah pasar properti itu terjadi tahun 2018 karena masuk ke tahun 2019 sudah banyak tren yang menunjukan peningkatan. Sektor hunian misalnya, apartemen maupun rumah tapak (landed house) kinerjanya sudah lebih baik. Dari total 300 ribu unit apartemen yang dipasarkan di Jabodetabek ditambah suplai baru lebih dari 188 ribu unit hingga tiga tahun ke depan, penyerapan maupun okupansinya sudah lebih baik. Begitu juga sektor office, mal khususnya di pinggiran Jakarta, dan kawasan industri, semuanya sudah menunjukan peningkatan,” ujarnya.

Bahkan untuk pasar hunian yang dipantau dari 40-an pengembangan kota baru (township) di Jabodetabek, Arief menyebut kinerjanya juga sangat baik khususnya untuk produk dengan range harga Rp900 juta-Rp1,5 miliar. Secara rata-rata, penjualan yang terjadi untuk produk-produk di segmen ini penyerapannya mencapai di atas 90 persen.

Masih bingung cara menghitung bunga KPR? temukan jawabannya di video berikut ini, yuk!

“Kita bisa melihat beberapa relaksasi maupun regulasi yang diikeluarkan pemerintah telah berdampak positif untuk pasar. Kalangan konsumen investor yang selama ini wait and see sudah mulai confident dan mulai melirik properti terlebih dengan banyaknya penawaran maupun promo menarik yang ditawarkan developer,” imbuhnya.

Tren yang sangat baik ini juga terus berlanjut pada periode Januari hingga pertengahan Maret 2020. Umumnya, periode awal tahun merupakan masa penurunan untuk transaksi sektor properti tapi pada tahun 2020 ini, trennya justru meningkat dibandingkan periode akhir tahun sebelumnya. Hal itulah yang semakin membuat pasar semakin positif.

Hanya saja, pada bulan Maret itu juga kita mengalami pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus penyebaran virus telah membuat banyak kantor marketing tutup dan banyak kegiatan yang harus dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi online dan banyak hal lainnya yang berubah untuk menyesuaikan dengan penerapan PSBB.

Kondisi yang kembali memukul sektor properti ini bukannya menghilangkan kesempatan maupun potensi dari produk properti. Menurut pengamat properti dan CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, tetap ada potensi khususnya dengan memanfaatkan marketing digital untuk memperkuat branding, positioning, hingga memunculkan keunggulan lainnya dari produk yang digarap.

“Situasi PSBB dengan banyaknya pemasaran offline yang tutup justru harus dimanfaatkan karena sekarang semua orang makin akrab dengan perangkat telekomunikasi (gadget). Developer harus bisa menggoda pasar dengan produk yang menarik dan komitmen pengembangan yang pasti sehingga bisa menarik pasar. Saat ini siapa yang bisa memanfaatkan teknologi digital nantinya akan menjadi pihak yang paling cepat pulih bisnisnya saat pandemi ini berlalu,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Jaga Optimisme Konsumen, Proyek Properti Tetap Berjalan

RumahCom – Masyarakat masih melihat proyek-proyek properti yang tetap berproses saat pandemi Covid-19 memiliki imbal hasil yang baik selain menambah confident. Properti juga masih menawarkan investa

Lanjutkan membacaMei 12, 2020

Dampak Pandemi, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26 persen

RumahCom - Hadirnya pandemic Covid-19 membuat investasi real estate komersial di bagian Asia Pasifik menjadi turun dan melemah selama kuartal pertama tahun 2020. Jumlah penurunannya pun cukup besar h

Lanjutkan membacaMei 13, 2020

Imbas Corona Terhadap Rumah Second Di Jatim Turun Hingga 50 persen

RumahCom – Industri properti yang sempat mengalami kenaikan saat ini tengah mengalami kelesuan yang disebabkan oleh hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia pada awal Maret lalu. Hal tersebut berimbas

Lanjutkan membacaMei 13, 2020

DPD RI: Kredit Sektor Properti Bisa Direstrukturisasi

RumahCom - Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto menghadiri rapat kerja virtual bersama dengan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI, Prof. Wimboh Santoso khusus membahas Distorsi dari keluarnya POJ

Lanjutkan membacaMei 13, 2020

Inilah Daftar Proyek Unggulan RI yang Jadi Prioritas di Tahun 2021

RumahCom–Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memaparkan ada sekitar 41 proyek unggulan yang menjadi prioritas dalam program pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.Menteri P

Lanjutkan membacaMei 13, 2020

Masukan