Ini Prediksi Kebangkitan Investasi Properti Asia Pasifik Setelah Pandemi

Boy LeonardMei 13, 2020

Ini Prediksi Kebangkitan Investasi Properti Asia Pasifik Setelah Pandemi

RumahCom – Investasi properti di beberapa kawasan Asia Pasifik mulai terlihat amblas akibat dari pandemi Covid-19 ini. Beberapa negara yang cukup berdampak yaitu Tiongkong, Hongkong dan juga Singapura. Meski demikian, pasar properti dari keseluruhan Asia Pasifik diprediksikan masih memiliki peluang di tengah pandemi Covid-19 untuk kuartal berikutnya.

Terrence Tang selaku Managing Director of Capitals Markets Asia Collier International menyatakan bahwa walaupun ditandai oleh sentiment pandemi di seluruh area, industri properti dinilai masih memiliki peluang untuk bangkit kembali dari kelesuan.

Ia juga mengatakan bahwa adanya paket stimulus yang kuat dari beberapa pemerintah dan kesolidan fundamen ekonomi akan meredam dampak dari pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu pada ketiga negara seperti Tiongkok, Hongkong dan Singapura yang terdampak cukup besar tersebut mencatat penurunan aktivitas investasi setidaknya 60 persen dibanding tahun lalu. Sementara dampak paling kecil dirasakan oleh Korea Selatan dan Jepang.
 
CEO Capital Markets JLL Asia Pasifik Stuart Crow mengatakan kegiatan investasi pada trimester pertama di daratan Tiongkok sangat terpengaruh oleh pandemi korona. Bahkan penurunan tercatat sebesar 62 persen (YoY).

Ia juga menambahkan bahwa selama trimester pertama, penanaman modal banyak yang menunda investasi dan penjual juga masih banyak yang menangguhkan rencana penjualannya.
 
Meski demikian perusahaan domestik sudah mendominasi sebagian besar transaksi aset perkantoran, terutama di wilayah Shanghai untuk kepentingan para pemilik.
 
Sementara itu, total volume transaksi di Hong Kong pada trimester pertama menurun 74 persen (YoY). Adanya wabah covid-19 memperparah situasi yang diakibatkan oleh keresahan sosial.
 
“Dalam situasi seperti ini, ada transaksi-transaksi terbatas secara serentak dan jarak pemisah antara pembeli dan penjual tetap sangat lebar,” ungkapnya.
 
Sedangkan di Singapura volume investasi diperkirakan anjlok 68 persen YoY ketika wabah membebani pasar. Ditambah dengan tidak adanya aset unggulan yang tersedia untuk dijual dan risiko resesi yang meningkat.
 
“Investor menjadi lebih berhati-hati menghabiskan lebih banyak waktu untuk manajemen aset dan menunda penyebaran modal untuk saat ini,” ungkapnya, seperti dikutip dari Medcom.
 
Australia juga mencatat penurunan volume transaksi hingga 28 persen (YoY). Pasar CBD Sydney dan Melbourne bertahan pada trimester pertama.
 
Pasar investasi retail merosot tajam 78 persen per trimester ketika penjualan properti besar ditunda atau dibatalkan karena kurangnya antusiasme terhadap properti pusat perbelanjaan.

Namun perlu diketahui juga bahwa beberapa pakar dalam berbagai sumber terkait hal tersebut juga ikut memprediksikan jika investasi properti atau pasar properti akan bangkit pada kuartal II-2020.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Jaga Optimisme Konsumen, Proyek Properti Tetap Berjalan

RumahCom – Masyarakat masih melihat proyek-proyek properti yang tetap berproses saat pandemi Covid-19 memiliki imbal hasil yang baik selain menambah confident. Properti juga masih menawarkan investa

Lanjutkan membacaMei 12, 2020

Dampak Pandemi, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26 persen

RumahCom - Hadirnya pandemic Covid-19 membuat investasi real estate komersial di bagian Asia Pasifik menjadi turun dan melemah selama kuartal pertama tahun 2020. Jumlah penurunannya pun cukup besar h

Lanjutkan membacaMei 13, 2020

Imbas Corona Terhadap Rumah Second Di Jatim Turun Hingga 50 persen

RumahCom – Industri properti yang sempat mengalami kenaikan saat ini tengah mengalami kelesuan yang disebabkan oleh hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia pada awal Maret lalu. Hal tersebut berimbas

Lanjutkan membacaMei 13, 2020

Masukan