Siap Uji Coba, Flyover Martadinata Siap Dukung Kebutuhan Logistik di Masa Pandemi

Boy LeonardMei 18, 2020

Siap Uji Coba, Flyover Martadinata Siap Dukung Kebutuhan Logistik di Masa Pandemi

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memantapkan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan untuk mendukung jalur logistik kebutuhan pokok dan kepentingan khusus yang lainnya di masa pandemi ini.

Flyover Martadinata ini dibangun oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI Jakarta Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dengan panjang 983,5 meter dan lebar 35 meter.

Biaya pembangunannya bersumber dari APBN sebesar Rp79,9 miliar melalui skema Multiyear Contract (MYC) atau tahan jamak kontrak 2019-2020. Saat ini progres fisik pengerjaannya sudah mencapai 100%.

Kepala BBPJN VI Jakarta Hari Suko mengatakan,” Flyover Martadinata Pamulang sudah kita selesaikan dan saat ini sedang uji coba lalu lintas (open traffic).”

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, infrastruktur jalan dan jembatan tetap disiapkan sebagai jalur logistik, termasuk ruas jalan yang fungsional jika dibutuhkan, untuk kelancaran produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok, obat-obatan atau alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Layanan konektivitas yang semakin baik akan menunjang kelancaran logistik, terutama pada masa Pandemi Covid-19 ini. Selain itu juga untuk menopang perekonomian masyarakat seperti mengangkut hasil bumi dan hasil produksi lainnya, termasuk menjaga agar satu wilayah tidak terisolasi karena jalan dan jembatan putus,” kata Menteri Basuki.

Lokasi Flyover Martadinata berada di Jalan Nasional Batas DKI/Banten-Gandaria/Batas Depok/Tanggerang (Ciputat-Bogor) yang merupakan satu kesatuan fungsi untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur Provinsi Banten sebagai jaringan jalan primer yang menghubungkan antar Pusat Kegiatan Nasional (PKN) maupun antara Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) untuk memenuhi kebutuhan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan wilayah.

Pembangunan dari Flyover ini sendiri memiliki tujuan untuk mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi di persimpangan jalan nasional dan juga jalan provinsi, flyover ini juga dapat meningkatkan aksesibilitas pengguna jalan dan juga mendukung jalur distribusi logistic untuk lebih meningkatkan laju ekonomi masyarakat di sekitaran tersebut.

Flyover dibangun dengan menggunakan Teknologi Corrugated Mortar Busa dengan mengkombinasikan dua bahan untuk struktur bangunan atas jembatan yaitu baja struktur bergelombang dengan material ringan Mortar Bussa.

Pemanfaatan dari material yang satu ini merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen dan air) berkekuatan tinggi sehingga ideal menjadi dasar atau perkerasan jalan pada tanah lunak dengan densitas kering 7-8 kN/m3 dan kuat tekan bebas minimal 800 kPA.

Selain dinilai lebih menghemat biaya, keunggulan Mortar Busa juga lebih efisien waktu pengerjaan jika dibandingkan dengan konstruksi konvensional dan ramah lingkungan.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Renovasi Masjid Istiqlal Capai 89 Persen

RumahCom – Renovasi Masjid Istiqlal terus dikerjakan di tengah kendala wabah Covid-19. Masjid ikonik ini tadinya akan operasional pada bulan Ramadan ini tetapi karena pandemi menjadi diundur dan ope

Lanjutkan membacaMei 15, 2020

Fungsi Lebih Pos Lintas Batas Negara, Ada Pasar Hingga Kuliner

RumahCom – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dibangun oleh Kementerian PUPR bukan dilengkapi juga dengan prasarana lainnya seperti pasar, pusat kuliner, rest area, dan sebagainya. Hal ini membuat

Lanjutkan membacaMei 18, 2020

Penerapan Strategi Baru Bagi Pengembang Untuk Siapkan New Normal

RumahCom –Beberapa pakar mengatakan bahwa industri properti harus memiliki strategi baru di masa pandemi Covid-19 ini untuk mengembangkan pendekatan baru sebagai persiapan awal membentuk new normal

Lanjutkan membacaMei 18, 2020

Masukan