Di Masa Pandemi, MRT Bakal Beroperasi 5 Menit Sekali di Jam Sibuk

Boy LeonardMei 26, 2020

RumahCom – New normal atau kebijakan dari kebiasaan baru saat ini tengah dipersiapkan oleh Pemerintah untuk mengatasi beberapa masalah ekonomi yang telah di porak-porandakan virus Covid-19. Akan tetapi hadirnya kebijakan new normal ini membuat Pemerintah tak luput dari komentar pedas dari beberapa kalangan.

Pada fase ini, demi mendukung adanya kebijakan tersebut maka PT MRT atau biasa disebut Moda Raya Terpadu telah menyiapkan jadwal-jadwal operasional yang baru. Akan Seperti yang dilansir dari portal website merdeka.com, Humas PT MRT Muhammad Kamaluddin mengatakan bahwa ia dan juga pihaknya tengah mencanangkan untuk menambah jadwal operasional MRT pada jam sibuk selama new normal berlangsung di masa pandemic ini.

“Sekarang kan frekuensinya 30 menit sekali, mungkin nanti pola operasinya kemungkinan di jam sibuk itu lima menit sekali,” kata Kamaluddin, Selasa (26/5).

Kendati demikian, PT MRT masih belum bisa memutuskan secara spesifik kapan rentang waktu yang pas untuk dimasukkan kepada kategori jam sibuk. Namun ia memperkirakan bahwa jam sibuk akan dimulai dari pagi hari pukul 05.00 WIB dan berlanjut sore harinya pada pukul 16.00 WIB.

“Ini masih dalam pembahasan (penentuan jam sibuk),” ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat bersiap menjalani new normal atau kehidupan normal yang baru. Dengan kondisi ini, masyarakat dapat kembali hidup normal namun harus menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Bapak Presiden juga menekankan pentingnya kita harus bersiap siaga untuk menghadapi era normal baru, kehidupan normal baru. Di mana kita akan berada dalam situasi yang beda dengan normal sebelumnya,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi

Sementara itu, beberapa komentar pedas pun dilontarkan kepada Bapak Presiden Joko Widodo terkait hal tersebut. Salah satu pelontar komentar pedas tersebut adalah dari Hermawan Saputra selaku Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Hermawan sendiri menilai jika langkah yang dikeluarkan dan dilakukan oleh pemerintah pusat tentang pencanangan new normal atau kebiasaan baru di tengah kasus pandemi Covid-19 yang semakin bergejolak di Indonesia merupakan suatu tindakan yang dirasa tidak tepat. Ia menambahkan bahwa seharusnya, pemerintah pusat tetap menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara menyeluruh dan kalua bisa lebih diperketat mengingat jumlah dari orang yang tervonis positif virus Covid-19 ini semakin naik jumlahnya.

Menurut sumber terkait peristiwa tersebut, Hermawan saat itu mengatakan bahwa new normal memang merupakan suatu hal yang umum dan memang harus dipersiapkan oleh Pemerintah kedepannya, namun timing menjadi hal penting untuk merencanakan dan mengaplikasikannya pada khalayak umum. Ia juga merasa jika timing yang diberikan Pemerintah saat ini adalah suatu bentuk hal yang gegabah.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Program Pemerintah Untuk Properti Saat Pandemi Tak Terasa

RumahCom – Kalangan pengembang menilai regulasi maupun relaksasi yang dikeluarkan pemerintah untuk sektor properti saat pandemi ini belum mampu menggerakan pasar. Pemerintah seharusnya bisa memberik

Lanjutkan membacaMei 20, 2020

3 Alat Teknologi yang Harus Digunakan untuk Agen di Saat Jaga Jarak Fisik

COVID-19 telah membawa realitas baru ke dalam kehidupan kita, yang hanya sejak beberapa bulan yang lalu, tampak tak terbayangkan. Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat banyak orang di

Lanjutkan membacaMei 20, 2020

Dirjen Cipta Karya Tetap Jalankan Program Kotaku Di Tengah Pandemi

RumahCom – Seiring dengan hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia yang hampir membuat terpuruk segala lini sektor termasuk sektor properti, membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU

Lanjutkan membacaMei 20, 2020

Masukan