Nasib Properti Di Balikpapan Pada Masa Pandemik

Boy LeonardMei 26, 2020

Nasib Properti Di Balikpapan Pada Masa Pandemik

RumahComPerforma dari beberapa penjualan rumah di Balikpapan mulai dari rumah yang besar hingga yang sedang cenderung kecil untuk beberapa waktu ini terlihat terpuruk. Hal ini dinilai terpuruk dan anjlok karena untuk saat ini bahkan di masa pandemi yang melanda Indonesia, tidak ada satupun penjualan yang berhasil didapatkan oleh para pengembang.

Kendati demikian hal tersebut cukup disayangkan mengingat Provinsi Kalimantan yang tadinya akan dijadikan Ibu Kota baru dari Indonesia ini dinilai akan menghasilkan nominal yang sangat fantastis pada sektor properti, namun sayangnya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia cukup memporak-porandakan rencana tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Andi Arief Mulya Dwi Hartono selaku Wakil Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) di Balikpapan. Menurutnya, pasokan rumah yang ada saat ini terbilang banyak, tetapi peminatnya tidak ada.

Ia juga menambahkan bahwa bahkan rumah yang besar dengan promo yang besar pula hanya sama seperti rumah menengah dan kecil seperti sebelumnya, ditambah sepi peminat.

Andi menjelaskan bahwa sebenarnya kondisi kemampuan daya beli menurun sudah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Namun, kondisinya menjadi kian sulit tetapi saat ini.

Alhasil, jelas dia, banyak pekerja di sektor properti yang di rumahkan. “Kondisi paling bagus mereka mendapat bayaran setengah dari biasanya.”

Oleh karena itu, REI Balikpapan meminta kepada pemerintah agar pengusaha properti diberikan relaksasi, khususnya kepada sektor yang menggarap proyek perumahan kecil atau menengah.

Sektor tersebut, jelas dia, perlu dibantu dalam upaya menggerakkan ekonomi di Balikpapan. Pengembang dalam segmen itu dinilai membutuhkan modal guna mengoptimalkan aset yang dimiliki.

“Untuk bangun kan butuh bantuan likuiditas. Kalau dulu bantuan likuiditas diberikan kepada pengusaha besar, kenapa tidak diajukan kepada pengusaha UMKM,” jelasnya.

Adapun, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan mencatat kredit konsumsi kepemilikan rumah pada triwulan I 2020 turun -2,98 persen. Semakin turun dari kuartal IV 2019 sebesar -0,65 persen. Quartal I 2019 lebih baik yaitu tumbuh 1,35 persen.

Sementara itu, hadirnya prosedur baru yang diterapkan pemerintah dalam pembelian rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau yang disebut perumana Jokowi ini seperti angin segar bagi para penggiat sektor properti di Balikpapan. Prosedur ini sendiri berlaku online.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Subsidi Bunga Ringankan Beban Konsumen Membayar Cicilan KPR

 RumahCom - Agenda pemerintah memberikan subsidi bunga untuk kredit konsumsi, termasuk untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dinilai sebagai langkah mitigasi untuk mempertahankan kesanggupan konsumen d

Lanjutkan membacaMei 20, 2020

Developer Ini Prediksi Pendapatan di Kuartal I-2020 Turun Hingga 25%

RumahCom - Kegiatan pemasaran ataupun penjualan dari anak usaha PT. Ciputra Development Tbk (CTRA), yaitu PT. Ciputra Residence ikut serta terdampak Covid-19. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pe

Lanjutkan membacaMei 20, 2020

Orang Kaya di Tiongkok Berbelanja Rumah Mewah di Luar Negeri

RumahCom - Di seluruh Tiongkok dan di beberapa daerah perburuan mereka di Asia, orang kaya Tiongkok telah membeli perumahan mewah, dalam banyak kasus untuk menjaga kekayaan mereka terhadap inflasi yan

Lanjutkan membacaMei 26, 2020

Masukan