Berbagai Usulan Asosiasi Pengembang Atasi Dampak Pandemi

Mei 27, 2020

RumahCom – Asosiasi pengembang REI dan Himperra memberikan berbagai usulan kepada pemerintah terkait pelemahan bisnis properti akibat dampak wabah Covid-19. Diperlukan kolaborasi dan regulasi yang tepat untuk  membuat sektor properti tetap bertahan di situasi ini.

Kalangan pengembang telah menyampaikan berbagai kendala dan kesulitan terkait bisnis perumahan saat wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Melalui berbagai asosiasi perusahaan pengembang, bisnis properti yang terganggu bisa berdampak panjang pada perekonomian karena sektor ini memiliki bisnis ikutan mencapai 174 industri di belakangnya.

Karena itu pemerintah harus responsif mengeluarkan berbagai relaksasi maupun regulasi sebagai antisipasi terkait pelemahan bisnis properti pada masa pandemi ini. Jangan sampai kebijakan yang tidak responsif malah akan membuat sektor properti semakin terpukul dan membuat perekonomian semakin berat hingga saat nanti pandemi ini telah berlalu.

Karena itu menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Totok Lusida, setidaknya pemerintah bisa memberikan relaksasi dengan penghapusan pajak PPH 21 dan restsrukturisasi kredit untuk perusahaan developer. Hal ini karena kebanyakan perusahaan pengembang hanya mengandalkan roda perusahaannya dari penjualan produk propertinya. Saat wabah ini hampir tidak ada penjualan yang sangat mengganggu kinerja perusahaan.

“Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini juga harus sejalan dengan sektor perbankan misalnya dengan memberikan keringanan suku bunga kredit konstruksi bagi pengembang, khususnya yang membangun rumah rumah. Bank juga harus mulai menerapkan mekanisme akad kredit secara virtual sehingga bisa dilakukan dari rumah untuk memudahkan masyarakat saat harus berdiam diri di rumah karena wabah ini,” ujarnya.

Ketika sudah memutuskan beli rumah, penting untuk perhatikan pengembang perumahan tersebut. Seperti apa pengembang yang terpercaya? simak di video berikut ini!

 

Senada dengan Totok, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Harry Endang Kawidjaja memberikan masukannya terkait bisnis properti di masa sulit pandemi ini. Menurut Endang, selain relaksasi juga perlu terus ditingkatkan sinergi perbankan dan pengembang untuk tetap menjamin suplai perumahan bagi masyarakat banyak.

“Setiap asosiasi perusahaan pengembang harus bisa bersatu untuk melobi pemerintah dan bersama-sama kita buat skema pembiayaan khusus pada saat pandemi ini. Harus dipikirkan juga bagaimana ke depan kita bisa terus membangun dan mengembangkan sektor perumahan karena ini juga sejalan dengan program pemerintah,” katanya.

Sementara itu menurut pengamat properti dan CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, perbankan khususnya Bank BTN yang memiliki fokus pada pembiayaan perumahan, harus bisa maju, dan bersama-sama meningkatkan kolaborasi karena pandemi ini merupakan masalah bangsa sehingga perlu penanganan yang kolaboratif dengan berbagai pihak.

“Situasi ini harus dihadapi bersama dengan menerapkan berbagai skema maupun strategi baru supaya semuanya bisa tetap survive saat pandemi dan nanti kalau wabah ini sudah berlalu. Untuk kalangan pengembang, harus menata ulang anggaran keuangannya dan tentunya melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menjaga cashflow, dan menyiapkan dana cadangan serta meminta kebijakan restrukturisasi kepada perbankan,” pungkasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Orang Kaya di Tiongkok Berbelanja Rumah Mewah di Luar Negeri

RumahCom - Di seluruh Tiongkok dan di beberapa daerah perburuan mereka di Asia, orang kaya Tiongkok telah membeli perumahan mewah, dalam banyak kasus untuk menjaga kekayaan mereka terhadap inflasi yan

Lanjutkan membacaMei 26, 2020

Digital Marketing Solusi New Normal Bagi Sektor Properti

RumahCom – Para penggiat properti di Indonesia disarankan untuk lebih menguatkan daya tawar dari produk properti mereka di masa pandemic Covid-19 setidaknya sampai pandemi tersebut selesai. Hal in

Lanjutkan membacaMei 26, 2020

Di Masa Pandemi, MRT Bakal Beroperasi 5 Menit Sekali di Jam Sibuk

RumahCom - New normal atau kebijakan dari kebiasaan baru saat ini tengah dipersiapkan oleh Pemerintah untuk mengatasi beberapa masalah ekonomi yang telah di porak-porandakan virus Covid-19. Akan teta

Lanjutkan membacaMei 26, 2020

Nasib Properti Di Balikpapan Pada Masa Pandemik

RumahCom – Performa dari beberapa penjualan rumah di Balikpapan mulai dari rumah yang besar hingga yang sedang cenderung kecil untuk beberapa waktu ini terlihat terpuruk. Hal ini dinilai terpuruk da

Lanjutkan membacaMei 26, 2020

Pandemi Covid-19 Jadi Indikator Program MBR

RumahCom - Badan Pengembangan Infrastruktur dan Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memasukkan aspek kebencanaan non-alam Covid-19 sebagai salah satu indikator dalam pembent

Lanjutkan membacaMei 26, 2020

Masukan