New Normal Jadi Angin Segar Bagi Dunia Properti

Boy LeonardMei 27, 2020

New Normal Jadi Angin Segar Bagi Dunia Properti

RumahCom – Pasar properti akhirnya mendapatkan angin segar setelah hampir sepanjang tahun mengalami penurunan akibat mewabahnya virus corona atau Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Semua ini dikarenakan agenda pemerintah untuk menjalankan kehidupan normal yang baru atau new normal.

Dengan adanya wacana new normal ini, industri properti, khususnya subsektor residensial ke depannya diperkirakan justru akan banyak mendapatkan profit dengan adanya pembatasan sosial.

CEO PT. Real Estate Teknologi (Rentfix.com), Effendy Tanuwidjaja mengatakan bahwa dengan pembatasan sosial, gaya hidup milenial yang cenderung mementingkan mencari pengalaman baru tetap dapat dilakukan dengan menjadikan memiliki properti pribadi sebagai kepentingan.

“Keadaan seperti ini memberi peringatan kepada kita bahwa rumah itu suatu hal yang benar-benar penting dan paling aman, sehingga buat mereka yang awalnya belum kepikiran untuk beli hunian, kini itu bisa jadi prioritasnya,” ungkapnya, dikutip dari Bisnis.com.

Tidak hanya itu, dengan adanya situasi new normal ini, para pengembang pun merasa terpacu untuk melaksanakan evaluasi kepada produk-produknya, serta lebih menjaga kebersihan, menjalankan protokol kesehatan yang baik, dan bergantung pada penerapan teknologi modern. “Ini justru akan membuat performa pengembang jadi lebih baik, sebab mereka jadi lebih mementingkan kesehatan dan melakukan transaksi dengan para konsumen pun jadi lebih mudah.”

Adanya PSBB juga, menurutnya, mempercepat pergeseran popularitas penerapan teknologi virtual dan pembayaran digital yang selama ini telah pelan-pelan dijalankan oleh berbagai pelaku industri properti, namun belum dapat dijalankan secara utuh.

Selain residensial, properti komersial ke depannya juga akan melaksanakan penemuan inovasi dan evaluasi seperti properti perkantoran. Banyak perusahaan yang telah mulai memikirkan untuk meminimalisasi kepadatan di area tempat kerjanya.

Hal itu akan menjadi kesempatan bagi perkantoran sebab perusahaan berpotensi menyewa ruang kantor lebih luas atau menyewa ruang kantor yang fleksibel untuk menempatkan tim tertentu dalam jangka waktu singkat. “Dengan mementingkan kesehatan, keamanan dan fleksibilitas, technology based, serta lebih sering mencari inovasi baru, kita optimistis ke depannya real estat akan jadi lebih baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Commercial and Business Development Director AKR Land, Alvin Andronicus menyebutkan bahwa penerapan new normal akan menjadi angin segar bagi dunia properti sebab properti sebagai salah satu industri padat karya dapat kembali bergerak. “Jika kita tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik, saya yakin kita [industri properti] dapat bangkit lebih cepat dan saya rasa ini juga akan menjadi optimisme bagi dunia properti untuk bertumbuh,” ungkapnya.

Sementara itu, dengan PSBB dibuka dan memasuki new normal, Alvin menilai sudah banyak pengusaha yang siap untuk kembali beroperasi dengan standar kesehatan yang ketat.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Bank Siap Jalankan New Normal

RumahCom – Wabah Covid-19 telah membuat banyak perubahan dan penyesuaian untuk sektor bisnis sehingga diterapkan tata cara kegiatan baru atau new normal. Bank BTN menyatakan kesiapan aktivitas new n

Lanjutkan membacaMei 27, 2020

New Normal Jadi Harapan Pengembang MBR

RumahCom - Pengembang rumah bersubsidi harap bisnis perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat kembali pulih menyusul dengan adanya wacana kenormalan baru atau “new normal”.Bisni

Lanjutkan membacaMei 27, 2020

New Normal Kerek Saham Properti

RumahCom - Diperkirakan untuk saat ini, beberapa dari saham sektor properti dinilai telah berhasil berada dalam zona aman pada perdagangan, hal tersebut pun ditenggarai oleh sentimen rencana pembukaan

Lanjutkan membacaMei 27, 2020

Masukan