Ruang Lingkup Broker Properti Meluas Akibat Hadirnya Konsep New Normal

Boy LeonardMei 28, 2020

Ruang Lingkup Broker Properti Meluas Akibat Hadirnya Konsep New Normal

RumahCom – Hadirnya sebuah kebijakan baru yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia terkait hadirnya pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia sejak awal Maret lalu membuat masyarakat harus dihadapkan pada situasi baru yaitu new normal.

Walaupun penjualan pada sektor properti pada masa PSBB lalu terbatas, hadirnya fase new normal ini seakan memberi angin segar bagi para broker properti dan juga para penggiat properti lainnya.

Beberapa broker properti saat ini tengah melakukan persiapan terhadap fase new normal dalam pemasaran properti mereka, mengingat sebelumnya segala bentuk pemasaran dan penjualan harus dilakukan secara online di beberapa daerah akibat hadirnya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dalam keterangan sumber terkait, Sulihin Widjaja selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) ikut menuturkan bahwa dengan fase new normal nantinya para broker lebih leluasa memasarkan properti dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Saat ini memang pergerakan agak terbatas karena PSBB dan juga physical distancing yang dilakukan oleh para investor,” katanya, dikutip dari Bisnis.com.

Sulihin juga menambahkan jika selama pandemi Covid-19 ini, para broker cenderung berada dalam kesulitan untuk melakukan transaksi. Akibatnya dari hal tersebut, banyak agen properti yang tidak melakukan closing setiap bulannya.

Sementara itu, kondisi ini diperparah dengan ketatnya kebijakan dari perbankan dalam pemberian kredit properti sebagai antisipasi risiko kredit macet. Perbankan lebih memilih menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) pada masyarakat yang tak terkena dampak Covid-19. 

“Closing lumayan jauh jika dibandingkan dengan kondisi normal, banyak yang enggak closing, kalau di tempat saya Promex Indonesia paling 20 persen sampai 40 persenan yang closing,” kata CEO Promex Indonesia tersebut dalam keterangannya.

Untuk itu, dalam menghadapi fase new normal tersebut dirinya berharap bahwa broker properti nantinya bisa berdaptasi dengan cepat. Terlebih, kata Sulihin, AREBI di tingkat pusat, daerah hingga cabang secara aktif menggelar seminar virtual.

Hal ini dimaksudkan agar para broker telah bersiap secara mental dalam menghadapi era new normal dengan pola bisnis baru yang juga akan berubah. Menurut Sulihin, dalam kondisi saat ini para broker pun dituntut aktif memasarkan dan menggunakan teknologi properti.

“Oleh karena itu kami selalu mempersiapkan semua anggota dengan pendekatan yang akan jauh lebih bersifat online,” ujar Sulihin.

Selain itu hadirnya tren baru dalam sektor properti juga dinilai akan berpeluang lebih besar pada opsi sewa properti daripada membeli karena adanya dampak pada pegawai akibat pemotongan gaji dan lain-lain. Selain itu, adanya multi-generational living atau tinggal satu rumah dengan generasi atasnya seperti orang tua.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Berbagai Usulan Asosiasi Pengembang Atasi Dampak Pandemi

RumahCom – Asosiasi pengembang REI dan Himperra memberikan berbagai usulan kepada pemerintah terkait pelemahan bisnis properti akibat dampak wabah Covid-19. Diperlukan kolaborasi dan regulasi yang t

Lanjutkan membacaMei 27, 2020

Bank Siap Jalankan New Normal

RumahCom – Wabah Covid-19 telah membuat banyak perubahan dan penyesuaian untuk sektor bisnis sehingga diterapkan tata cara kegiatan baru atau new normal. Bank BTN menyatakan kesiapan aktivitas new n

Lanjutkan membacaMei 27, 2020

New Normal Diprediksi Membuat Saham Properti Menghijau Kembali

RumahCom – Hadirnya kebijakan baru berupa new normal yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh Pemerintah di Indonesia menjadi sebuah angin segar untuk beberapa penggiat sektor properti dan juga lah

Lanjutkan membacaMei 28, 2020

Masukan