PPDPP Petakan Relaksasi Untuk KPR Bersubsidi

Mei 29, 2020

RumahCom – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tengah menunggu perhitungan untuk relaksasi maupun restrukturisasi cicilan program KPR bersubsidi. Keputusannya tinggal menunggu dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) membuat banyak kalangan pekerja terkendala dengan penghasilannya. Hal ini berimbas pada berbagai kewajiban cicilan sehingga pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi yang juga direspon kalangan perbankan untuk meringankan para debitur dengan kewajiban cicilannya.

Kesulitan membayar cicilan ini juga dirasakan untuk program rumah bersubsidi yang penyaluran dananya melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lewat perbankan. PPDPP juga memberikan relaksasi untuk memudahkan masyarakat terkait hambatan pembayaran cicilannya.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, pemerintah mengeluarkan berbagai program kemudahan untuk pembiayaan perumahan dengan memberikan berbagai subsidi. Beberapa diantaranya yaitu fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT), hingga bantuann prasarana sarana utilitas (PSU).

“Kami telah melakukan pemetaan dan identifikasi debitur yang terkendala kewajiban cicilannya karena pandemi ini. Saat ini Kementerian PUPR tengah menunggu tindak lanjut dari kementerian terkait yaitu Kementerian Keuangan dann Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” katanya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mengeluarkan aturan yang bisa dijadikan pedoman bagi bank terkait relaksasi maupun restrukturisasi pembiayaan terkait pandemi ini. Selanjutnya, tiap bank juga diminta untuk menyusun petunjuk teknis terait dengan relaksasi dan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabahnya.

Optimis pasti punya rumah, pertama dengan kumpulkan niat beli rumah. Bagaimana caranya yah? Simak videonya berikut ini.

 

Berdasarkan data OJK, hingga saat ini kondisi KPR untuk hunian masih relatif bagus dengan tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) masih di bawah tiga persen. Bahkan di tengah pandemi ini KPR untuk jenis ruko mengalami kenaikan mencapai lima persen. Secara rata-rata, segmen KPR juga masih tumbuh stabil berkisar 6-7 persen di tengah pengetatan bank menyalurkan kreditnya.

Terkait penyaluran dana KPR bersubsidi, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) telah menyatakan kesiapannya untuk pendanaan KPR bersubsidi dengan porsi 25:75 antara SMF dan PPDPP. SMF akan mengikuti berapapun anggaran yang disalurkan dari PPDPP sehingga bisa menjamin masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin mengakses KPR bersubsidi.

Menurut Heliantopo, Direktur Sekuritas dan Pembiayaan SMF, permintaan atau demand untuk KPR masih sangat baik karena perumahan merupakann kebutuhan pokok yang selalu dicari oleh masyarakat. Kualitas kredit yang masih baik di tengah situasi ini membuktikan kalau debitur akan mengusahakan pembayaran cicilannya tetap lancar.

“Makanya kami sangat optimistis terkait penyaluran pembiayaan sektor hunian ini khususnya untuk kalangan menengah ke bawah karean ini untuk pemenuhan kebutuhan dasar. Kami selalu siap menjadi pendamping untuk KPR program milik PPDPP sehingga bisa semakin banyak masyarakat yang terbantu dengan pembiayaan perumahannya,”ujarnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Atur Strategi, Peluang Investor Properti Cerah di Tengah Badai Pandemi Covid-19

RumahCom - Sempat lesu dan terlihat menurun pada kuartal I/2020, sektor properti kini masih dinilai dapat menjadi investasi yang menarik ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada a

Lanjutkan membacaMei 27, 2020

New Normal Diprediksi Membuat Saham Properti Menghijau Kembali

RumahCom – Hadirnya kebijakan baru berupa new normal yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh Pemerintah di Indonesia menjadi sebuah angin segar untuk beberapa penggiat sektor properti dan juga lah

Lanjutkan membacaMei 28, 2020

Ruang Lingkup Broker Properti Meluas Akibat Hadirnya Konsep New Normal

RumahCom – Hadirnya sebuah kebijakan baru yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia terkait hadirnya pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia sejak awal Maret lalu membuat masyarakat har

Lanjutkan membacaMei 28, 2020

Dukung Program Sejuta Rumah, PUPR Bangun 19 Balai Perumahan

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan akan membangun sebanyak 19 Balai Perumahan di sejumlah provinsi di Indonesia. Adapun dengan di

Lanjutkan membacaMei 28, 2020

Ini Dia, Konsep Hunian Untuk Menekan Gaya Hidup Konsumtif

RumahCom - Ditengah-tengah hadirnya pandemi di Indonesia membuat konsep hunian dari microhouse atau rumah dengan ukuran mikro saat ini tengah rama dicari dan diperbincangkan. Rumah dengan ukuran mikro

Lanjutkan membacaMei 28, 2020

Masukan