Proyek Infrastruktur Penyediaan Air Minum SPAM Ir. H. Juanda Tetap Dijalankan

Boy LeonardMei 30, 2020

Proyek Infrastruktur Penyediaan Air Minum SPAM Ir. H. Juanda Tetap Dijalankan

RumahCom–Kemarin (28/5/20), melalui acara konsultasi publik proyek SPAM Ir. H. Juanda yang digelar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepala Sub Direktorat Rancang Bangun I Bappenas, Astu Gagono Kendarto yang menghadiri acara tersebut menyebutkan proyek infrastruktur penyediaan air minum pemerintahan Jokowi akan terus berjalan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Proyek tersebut akan digarap dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan paradigma baru KPBU yang digagas oleh badan usaha. Dengan demikian, ia menyebutkan bahwa proyek ini sama sekali tak ada dukungan pembiayaan dari pemerintah.

“Ini 100% investasi swasta. Dan untuk mendukung keperluan infrastruktur 2020-2024 ini dibutuhkan biaya yang cukup besar, yaitu Rp6.000 triliun. Jadi, kalau bisa kita kerjasamakan dengan swasta, pasti kita kerjasamakan. Dan kami harap swasta dapat mendukung 42%,” paparnya secara daring.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto, dalam kesempatan yang sama kembali mengutip visi dan misi pembangunan lima tahun ke depan (2020-2024) yang pernah disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam ceramah pelantikannya pada 20 Oktober 2019.

Ia menyebutkan, salah satu rencana pembangunan nasional yang menjadi prioritas Jokowi di bidang permukiman ialah menekankan pentingnya memperkuat infrastruktur untuk mendukung pembangunan ekonomi. Selain itu, pelayanan dasar yang didukung dengan akses air minum, perpipaan yang memadai, dan ketersediaan sanitasi yang pantas serta aman merupakan kunci peningkatan daya saing Indonesia.

Eko melanjutkan, sebagai prioritas di wilayah perumahan dan permukiman, tercapainya pelayanan air minum bagi penduduk Indonesia telah diamanatkan dalam RPJMN 2020-2024. Dalam RPJMN, pemerintah menargetkan 100% sistem air minum yang layak dan aman terbangun di seluruh Indonesia.

“Sebagai salah satu infrastruktur pelayanan dasar yang vital, kondisi sarana dan prasarana air minum memberikan dampak besar pada kesehatan serta lingkungan yang berpengaruh luas kepada tingkat perekonomian keluarga dan pembangunan wilayah di Indonesia,” katanya.

Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sistem penyediaan air minum (SPAM) regional Jatiluhur II atau SPAM regional Ir. H. Djuanda ini akan mempunyai kapasitas air baku sebanyak 10.000 liter per detik yang direncanakan akan melayani pemenuhan air minum di area DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor. Adapun, menurut hasil pra studi kelayakan, SPAM Ir. H. Djuanda ini mampu memenuhi air minum di beberapa kawasan tersebut sebanyak 9.350 liter per detik.

Adapun pembagian untuk masing-masing wilayah adalah sebagai berikut.

  • Total air minum yang dapat disalurkan ke DKI Jakarta ada sebanyak 3.500 liter per detik dengan dikonsentrasikan pada Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan kecamatan prioritas: Kecamatan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Rebo, Kecamatan Pancoran, Kecamatan Mampang Prapatan, Kecamatan Ciracas, dan Kecamatan Cipayung.
  • Total air minum yang dapat disalurkan ke Kota Bekasi ada sebanyak 1.000 liter per detik dengan 3 kecamatan prioritas, yaitu Medansatria, Bekasi Utara, dan Bekasi Timur
  • Total air minum yang dapat disalurkan ke Kabupaten Bekasi ada sebanyak 2.000 liter per detik untuk 5 kecamatan prioritas: Cikarang Timur, Kedungwaringin, Cikarang Utara, Karangbahagia, dan Cikarang Barat.
  • Total air minum yang dapat disalurkan untuk Kabupaten Karawang, ada 850 liter per detik dengan 3 kecamatan prioritas: Purwasari, Majalaya, dan Klari.
  • Sementara untuk Kabupaten Bogor ada 2.000 liter air per detik yang dapat disalurkan untuk 2 kecamatan prioritas, yaitu Cileungsi dan Gunung Putri.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Dia, Konsep Hunian Untuk Menekan Gaya Hidup Konsumtif

RumahCom - Ditengah-tengah hadirnya pandemi di Indonesia membuat konsep hunian dari microhouse atau rumah dengan ukuran mikro saat ini tengah rama dicari dan diperbincangkan. Rumah dengan ukuran mikro

Lanjutkan membacaMei 28, 2020

Berbagai Strategi Diterapkan Pengembang BUMN Khusus Perumahan Ini

RumahCom – Perumnas selaku pengembang BUMN menerapkan berbagai strategi untuk terus memperbanyak suplai perumahan khususnya saat pandemi Covid-19. Dengan dana talangan dari pemerintah sebesar Rp650

Lanjutkan membacaJuni 2, 2020

Setelah Rusun Pasar Rumput, PUPR Kebut Pembangunan Rusun Pasar Jumat

RumahCom – Kementerian PUPR terus membangun banyak rusun khususnya di berbagai perkotaan. Ada banyak fungsi rusun selain menyediakann hunian berkualitas, penataan kawasan kumuh, hingga persiapan men

Lanjutkan membacaJuni 2, 2020

SMI Terbitkan Obligasi Green Bond, Simak Peluangnya

RumahCom - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan alias green bond. SMI menjadi emiten pertama di Indonesia yang menerbitkan green bond. Sementara itu, mere

Lanjutkan membacaMei 30, 2020

Masukan