Siap Hadapi ‘New Normal’, Pengembang Minta Dukungan Pemerintah

Boy LeonardMei 30, 2020

Siap Hadapi New Normal, Pengembang Minta Dukungan Pemerintah

RumahCom – Kebijakan pemerintah untuk menerapkan sistem normalitas baru atau new normal pada di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19) ini, disambut positif oleh kalangan pengembang. Hal ini dikarenakan era normal baru dinilai dapat menunjang pengembang untuk tetap termotivasi membangun rumah bagi rakyat.

New normal harus segera dijalankan. Mau atau tidak mau, siap atau tidak, kebijakan ini harus segera dikerjakan. Apalagi untuk industri properti yang tak melibatkan banyak orang untuk berkumpul,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah, dikutip dari Beritasatu.

Menurutnya, industri properti mempunyai dampak ekonomi yang sangat besar bagi perekonomian negara. Hal ini dikarenakan industri properti memiliki 173 industri turunan yang saling berkaitan untuk menggerakan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Junaidi menyebutkan, kalangan pengembang memerlukan support atau dukungan dari pemerintah.

Pasalnya, mewabahnya pandemi virus corona atau Covid-19, telah membuat semua sektor industri terkena dampak, termasuk kalangan pengembang dalam industri properti, khususnya bagi para pengembang kecil. “Hidup para pengembang kecil itu bergantung pada konsumen atas kepemilikan rumah. Jika KPR terganjal terus, tentu itu akan berpengaruh pada cashflow dari pengembang itu sendiri untuk membangun rumah lebih besar lagi,” jelasnya.

Hal yang serupa juga pernah diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar. Sanny menyebutkan bahwa arus kas perusahaan pengembang hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini dikhawatirkan tak cukup untuk bertahan di tengah masa pandemi virus corona ini. “Perusahaan MBR ini banyak. Jadi, MBR dikhawatirkan lebih rentan terhadap cashflow-nya,” ujar Sanny, Kamis (14/5/2020).

Untuk itu, Junaidi berharap pihak perbankan dapat memudahkan proses pelaksanaan KPR bagi rumah subsidi untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan adanya kemudahan dan dukungan dari pihak perbankan, perusahaan properti pun dapat berjalan dan tentunya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) juga tak perlu terjadi.

Sementara itu, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pengembang properti yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya.

Pasalnya, melambatnya perekonomian telah berdampak pada penjualan dan membuat arus kas perusahaan tidak berputar. Bahkan beberapa diantaranya memaparkan bahwa virus corona telah berdampak pada aktivitas operasional mereka, yang akhirnya membuat beberapa aktivitas perusahaan berjalan secara terbatas, bahkan terhenti dengan tempo waktu 1 bulan sampai 3 bulan.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Dia, Konsep Hunian Untuk Menekan Gaya Hidup Konsumtif

RumahCom - Ditengah-tengah hadirnya pandemi di Indonesia membuat konsep hunian dari microhouse atau rumah dengan ukuran mikro saat ini tengah rama dicari dan diperbincangkan. Rumah dengan ukuran mikro

Lanjutkan membacaMei 28, 2020

Physical Distancing Hingga Flexible Space Jadi New Normal Perkantoran

RumahCom – Pandemi Covid-19 telah membuat berbagai aktivitas berubah yang disebut  new normal. Hal ini juga berlaku untuk kegiatan bisnis dan perkantoran yang berubah, seperti apa?Situasi normal ba

Lanjutkan membacaMei 29, 2020

Berbagai Strategi Diterapkan Pengembang BUMN Khusus Perumahan Ini

RumahCom – Perumnas selaku pengembang BUMN menerapkan berbagai strategi untuk terus memperbanyak suplai perumahan khususnya saat pandemi Covid-19. Dengan dana talangan dari pemerintah sebesar Rp650

Lanjutkan membacaJuni 2, 2020

Masukan