KPR Diperketat, Bagaimana Nasib Penjualan Properti?

Boy LeonardMei 30, 2020

KPR Diperketat, Bagaimana Nasib Penjualan Properti

RumahCom – Pandemi Covid-19 saat ini tidak hanya sukses membuat beberapa lini bisnis di berbagai sektor di Indonesia menghadapi kelesuan yang teramat. Hal tersebut terlihat dari beberapa persyaratan pengajuan pembelian oleh perbankan terhadap KPR semakin diperketat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala yang membuat penjualan properti ditengah-tengah pandemi ini semakin hari semakin menurun. Kendati demikian, hal tersebut makin diperparah lagi dengan daya beli konsumen yang juga ikut menurun karena adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

Bagio Utomo selaku Owner dari PT Rafika Abadi Utama ikut mengungkapkan bahwa saat ini bank sangat selektif untuk membiayai kredit pembelian rumah. Salah satunya, tercermin perbankan hanya menyetujui pengajuan kredit dari kalangan debitur yang memiliki penghasilan tetap. Misalnya PNS, dan TNI/Polri.

“Di luar itu, calon debitur yang memiliki penghasilan tidak tetap atau merupakan pegawai swasta termasuk kalangan pekerja hotel, belum bisa mendapat pembiayaan dari bank untuk pembelian rumah saat ini,” tuturnya.

Bercermin dari persyaratan KPR yang kian rumit ini membuat Bagio mengambil sikap untuk mengalihkan pangsa pasar penjualan selama pandemi ini, ia mengatakan jika ia hanya akan fokus pada konsumen yang menjadi tanggunan kalangan dari perbankan. Upaya lain yang ia dan pihaknya lakukan adalah menurunkan kembali harga properti agar kembali normal.

Paparnya, misal untuk rumah tipe 40 finishing yang sebelumnya dibandrol dari Rp325 juta, kemudian  turun menjadi Rp300 juta per unit, dan terakhir sudah turun lagi menjadi Rp275 juta per unit. Diakuinya, harga per unit ini sudah turun dua kali selama masa pandemi covid-19, bahkan harga tersebut sudah termasuk sejumlah biaya (biaya AJB, BPHTB) yang dibebankan ke konsumen sebelumnya.

“Saat ini terpenting bagi kami adalah unit rumah yang ditawarkan bisa laku terjual, meski hal itu belum terjadi hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, hadirnya kebijakan baru yang tengah dicanangkan oleh Pemerintah perihal new normal di tengah pandemi ini, menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan tidak akan berdampak signifikan pada penjulan properti. Asumsinya, meski new normal akan dibarengi dengan dibukanya sejumlah usaha pariwisata sehingga mendorong geliat usaha. Diakuinya, kondisi tersebut tidak akan cepat meningkatkan daya beli konsumen untuk pembelian properti.

“Dari new normal tersebut memerlukan proses panjang untuk kembali meningkatkan daya beli. Kemungkinan baru pada 2021 nanti, sektor properti atau pembelian rumah ini baru akan bangkit kembali,” tandasnya.

Kendati demikian, ia memberikan prediksi bahwa akan ada banyak kalangan pelaku usaha properti yang akan gulung tikar karena tidak bisa bertahan tahun ini. Khususnya, palaku usaha yang dominan mengandalkan permodalan dari pihak ketiga (perbankan).

Ia juga menambahkan bahwa meski ditengah pandemi ini banyak kemudahan pembayaran kredit bagi para pengusaha properti melalui relaksasi perbankan, kebijakan tersebut tetap saja mengharuskan para debitur untuk tetap menuntaskan kewajibannya. Hal tersebut tentu tetap akan menjadi beban usaha yang harus ditanggung oleh para penggiat bisnis properti.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Physical Distancing Hingga Flexible Space Jadi New Normal Perkantoran

RumahCom – Pandemi Covid-19 telah membuat berbagai aktivitas berubah yang disebut  new normal. Hal ini juga berlaku untuk kegiatan bisnis dan perkantoran yang berubah, seperti apa?Situasi normal ba

Lanjutkan membacaMei 29, 2020

Siap Hadapi ‘New Normal’, Pengembang Minta Dukungan Pemerintah

RumahCom - Kebijakan pemerintah untuk menerapkan sistem normalitas baru atau new normal pada di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19) ini, disambut positif oleh kalangan pengembang. Hal ini dik

Lanjutkan membacaMei 30, 2020

Nasib Sektor Properti Di Tengah Hadirnya New Normal

RumahCom - Penghitungan ulang target pembangunan rumah saat ini tengah dilakukan oleh Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia. Hal tersebut dinilai efektif dan juga berguna untuk mendukung pencanan

Lanjutkan membacaMei 30, 2020

Masukan