KPR Syariah Makin Digemari Generasi Milenial

Boy LeonardJuni 2, 2020

Keuntungan dari KPR Syariah yang Semakin Digemari oleh Kalangan Generasi Milenial

RumahCom–Kredit kepemilikan rumah (KPR) Syariah kian digemari. Menurut praktisi properti, Muhammad Arief, popularitas KPR syariah terus mengalami kenaikan di Indonesia, khususnya di kalangan anak muda atau milenial.

Syariah menawarkan sejumlah keuntungan untuk masyarakat yang berkeinginan memiliki rumah idaman. Oleh karena itu, tidak heran jika KPR Syariah mampu menjadi opsi lain di luar kredit yang ditawarkan perbankan konvensional.

Riset Konsumen Properti Rumah.com sendiri menunjukkan bahwa KPR syariah semakin populer dan diminati masyarakat. Ini terlihat dari banyaknya responden yang memilih KPR syariah ketimbang KPR konvensional.

Saat ini, ada 48% responden yang mengaku berniat membeli properti menggunakan KPR syariah.
Dilihat berdasarkan golongan usianya, sebanyak 56% responden berusia milenial (21-39 tahun), lebih berminat terhadap KPR syariah ketimbang KPR konvensional. Proporsi ini lebih besar jika dibandingkan golongan usia lain.

Dari golongan usia 49-59 tahun, ada 40% responden yang meminati KPR Syariah, sementara usia 60 tahun ke atas lebih sedikit lagi, hanya 20%. 

Muhammad Arief mengatakan, konsep KPR Syariah adalah menawarkan kemudahan dan keadilan menurut prinsip Syariah, seperti nilai kredit yang flat sebab akad kredit didasarkan atas harga rumah di masa depan.

Tidak hanya itu, dalam konsep Syariah, harga dan nilai kredit telah diatur sejak awal perjanjian, di mana baik pengembang maupun bank Syariah telah memutuskan margin profit saat proses akad (murabahah) berlangsung. Oleh karena itu, nilai kredit yang ditawarkan dapat bersifat konsisten setiap bulannya hingga lunas dan nasabah tak perlu dipusingkan dengan kenaikan nilai kredit.

Hal ini tentunya berbeda dengan KPR bank konvensional yang penetapan bunga bersifat mengambang atau tidak tetap tergantung situasi pasar.

“Konsep Syariah betul-betul baik, sesungguhnya bukan berbunga, tetapi konsepnya lebih kepada sharing, dalam beberapa tahun nilainya berapa,” terang Arief.

Selain itu, bank Syariah juga tidak mengenakan penalti untuk pelunasan di awal. Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari KPR Syariah.

Kendati popularitas KPR syariah terus mengalami kenaikan, bank Syariah tetap memiliki tugas untuk lebih gencar memberikan edukasi terkait KPR Syariah. Menurut Arief, masih banyak nasabah yang belum paham mengenai KPR Syariah dan konsepnya.

“Patut diakui dalam industri Syariah, masih banyak nasabah yang belum cukup mengerti apa itu KPR Syariah dan apa itu ekonomi Syariah,” ujar Arief yang juga merupakan konsultan arsitektur dan urban desainer di Bandung.

Dan untuk mendukung tren KPR Syariah ini, Bank BNI Syariah pun menyediakan KPR Syariah dalam Program Tunjuk Rumah. Program Tunjuk Rumah ini adalah program yang dimaksudkan bagi calon nasabah, khususnya generasi milenial yang berkeinginan memiliki rumah idaman sesuai dengan keinginan.

Program Tunjuk Rumah 2020 ini telah diluncurkan pada 20 Januari 2020 dan akan berlangsung sampai dengan 30 Juni 2020. Sasaran Program Tunjuk Rumah diantaranya karyawan perusahaan yang memiliki pendapatan atau gaji tetap.

Adapun konsep dari Program Tunjuk Rumah ini adalah para generasi milenial cukup menunjuk salah satu rumah atau apartemen yang tersedia dari pengembang yang telah bekerjasama dengan BNI Syariah.

Sementara itu, kelebihan Program Tunjuk Rumah ini dibandingkan program KPR Syariah lainnya adalah adanya harga spesial, nilai kredit yang tetap konsisten hingga akhir masa kredit, serta kemudahan lainnya, seperti bebas tarif administrasi, bebas tarif KPR, bebas tarif taksasi, dan bebas denda.

Di samping itu, BNI Syariah juga memberikan promo untuk para calon nasabah yang berprofesi sebagai karyawan BUMN, ASN, regulator (BI, KPK, OJK), dokter, karyawan perusahaan swasta nasional/multinasional, karyawan swasta lokal, nasabah referral dari pengembang yang menjadi rekan BNI Syariah, ataupun karyawan korporasi.

Karyawan korporasi yang dimaksud adalah pegawai lembaga/perusahaan yang telah bekerjasama dengan BNI Syariah untuk sistem payroll dan penyaluran pembiayaan karyawan.

Hingga saat ini, ada sekitar 1.000 pengembang aktif yang telah bekerjasama dengan BNI Syariah. Dan berdasarkan data yang diperoleh sampai dengan 9 April 2020, dapat diketahui total pembiayaan BNI Griya iB Hasanah melalui Program Tunjuk Rumah telah mencapai Rp766.7 miliar dengan wilayah penyerapan terbesar untuk Program Tunjuk Rumah adalah wilayah Jabodetabek.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Berbagai Strategi Diterapkan Pengembang BUMN Khusus Perumahan Ini

RumahCom – Perumnas selaku pengembang BUMN menerapkan berbagai strategi untuk terus memperbanyak suplai perumahan khususnya saat pandemi Covid-19. Dengan dana talangan dari pemerintah sebesar Rp650

Lanjutkan membacaJuni 2, 2020

Siap Hadapi ‘New Normal’, Pengembang Minta Dukungan Pemerintah

RumahCom - Kebijakan pemerintah untuk menerapkan sistem normalitas baru atau new normal pada di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19) ini, disambut positif oleh kalangan pengembang. Hal ini dik

Lanjutkan membacaMei 30, 2020

Tak Selalu Buruk, Krisis Jadi Peluang Untuk Bisnis Properti

RumahCom – Beberapa penggiat properti di Indonesia semakin hari kian optimis dengan hadirnya kebijakan baru dari Pemerintah perihal new normal. Hal tersebut disinyalir karena sebelumnya sektor prope

Lanjutkan membacaJuni 2, 2020

Masukan