Lima Hal New Normal Sektor Properti

Juni 4, 2020

RumahCom – Pandemi Covid-19 telah membuat sektor bisnis berubah sehingga menuntut setiap pihak bisa cepat berubah mengikuti tren dan selalu bisa mengikuti tren pasar yang baru. Ada beberap hal new normal di sektor properti yang harus diperhatikan.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah memaksa kita untuk berbenah dan berubah terkait strategi maupun model-model bisnis yang harus dijalankan, salah satunya termasuk untuk sektor properti. Para pelaku bisnis harus mengambil langkah-langkah yang sebelumnya tidak terpikirkan bila ingin tetap bertahan di sektor ini.

Menurut Ali Tranghanda selaku CEO dan pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW), situasi ini memaksa semua pelaku bisnis bisa beradaptasi mengikuti ritme maupun perkembangan tren dunia yang berubah sangat cepat. Berbagai perubahan ini membuat situasi yang normal menjadi tidak normal karena itu kita harus bisa beradaptasi.

“Perubahan-perubahan ini akan membentuk sebuah tatanan keseimbangan pasar baru yang lebih sehat dari sebelumnya. Makanya kita harus adaptif karena kita tidak mengetahui di mana batasnya perubahan-perubahan tersebut, bisa saja setiap hari menjadi new normal karena cepatnya perubahan itu,” katanya.

Kendati masih meraba dan tuntutan adaptif, setidaknya ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian utama khususnya kepada para pelaku sektor bisnis properti. Ali merinci setidaknya ada lima hal kondisi new normal yang harus menjadi perhatian.

Keseimbangan Pasar Baru

Situasi pasar properti mau tak mau berjalan menuju proses keseimbangan baru dengan pergerakan harga yang terus melambat yang diakibatkan kenaikan harga yang tidak terkendali pada periode sebelumnya. Berdasarkan riset IPW, saat ini harga properti kembali ke harga tahun 2017 karena beberapa tahun ini tidak mengalami kenaikan terlebih bila diperhitungkan dengan nilai inflasi.

Koreksi harga ini terjadi di semua segmen baik untuk produk primer maupun sekunder dan ini merupakan bentuk keseimbangan baru terhadap produk-produk properti yang over value. Situasi ini juga terjadi bukan karena pandemi tapi sudah mulai terlihat pola keseimbangan baru sejak beberapa tahun terakhir dan ini akan membuat situasi pasar properti lebih sehat ke depannya.

Selesksi Alam

Akan ada situasi seleksi alam untuk kalangan pengembang di mana proyek-proyeknya hanya bisa mengandalkan pasar real. Pasar real bukan berarti hanya dari segmen pengguna (end user) tapi bisa juga kalangan investor dalam kondisi yang wajar. Bisnis properti akan kembali pada demand create supply, yang artinya pengambang harus benar-benar bisa membaca situasi pasar.

Selama ini produk yang dihadirkan seperti tanpa arahan sehingga menjadi tidak beraturan dan saling berbenturan. Situasi ini juga akan membuat proyek tanpa konsep yang jelas akan kehilangan pasarnya. Proyek-proyek seperti ini akan tenggelam dengan sendirinya dan dimakan oleh seleksi alam karena mengabaikan situasi pasar.

Beli rumah bekas juga menjadi pilihan yang tepat. Simak video berikut ini untuk mengetahui langkah aman membeli rumah bekas.

Desain

Situasi new normal akan mengubah perilaku orang dalam memilih sebuah produk properti. Masalah keamanan tidak lagi terbatas pada hal-hal fisik seperti pencurian tapi juga keamanan dalam aspek kesehatan. Bagaimana sebuah lingkungan bisa memberikan protokol kebersihan yang akan membuat penghuni nyaman.

Desain yang menerapkan sirkulasi bukaan yang baik akan menjadi fitur yang lebih menarik dan dipilih. Termasuk penerapan berbagai teknologi yang memungkinkan penghuni menjadi lebih mudah menjalankan kegiatan sehari-harinya.

Kebiasaan Bekerja

Penerapan work from home (WFH) telah dirasakan banyak perusahaan dan terbukti telah memangkas cost dengan pola kerja yang elbih efisien tanpa mengurangi efektifitas maupun produktifitas. Kebiasaan baru yang terbentuk ini akan menuntut hunian landed house maupun apartemen lebih adaptif dengan menyediakan ruang-ruang kerja yang memadai.

Bentuknya bisa co working space, SOHO, WOHO, virtual office, boutique office, atau lainnya yang akan semakin banyak digunakan dibandingkan konsep perkantoran konvensional saat ini. Kegiatan meeting pun menjadi lebih fleksibel dan ini akan berimbas pada jenis produk properti yang dibutuhkan masyarakat.

Pemasaran

Channel pemasarann yang masih berjalan saat pandemi ini adalah saluran digital. Karena itu ke depan bisa dipastikan semua akan masuk ke dalam sistem digital dan disruption technology akan semakin cepat terjadi. Akan banyak bermunculan start up properti dan proses pemasaran dengan basis digital akan terus berkembang.

“Ini juga berlaku untuk proses transaksi yang akan berkembang ke arah digital sehingga tidak harus bertatap muka mulai dari memesan unit, pembayaran, hingga proses jual beli yang menghadirkan notaris secara online. Kendati properti masih mengutamakan tatap muka, harus bisa dibuat sebuah sistem yang memungkinkan calon konsumen melihat produknya dengan sarana online. Yang pasti pola-pola seperti ini akan terus berubah dan berkembang,” beber Ali.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Sambut New Normal, 4 Ruas Tol Siap Beroperasi

RumahCom - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah berupaya untuk meningkatkan kembali infrastruktur jalan dan jembatan di penjuru Indonesia yang sempat berjalan lambat kar

Lanjutkan membacaJuni 2, 2020

Program Sejuta Rumah “Cocok” Dengan Covid-19

RumahCom – Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar kegiatan harus dilakukan dari rumah mulai bekerja, sekolah, maupun beribadah. Hal ini membutuhkan rumah yang sehat dan baik sehingga program sejuta

Lanjutkan membacaJuni 3, 2020

Pandemi Dorong Perusahaan Pengembang Perkuat Teknologi

RumahCom – Perusahaan-perusaan pengembang terus beradaptasi dan mencari pola untuk tetap menjalankan bisnis saat pandemi Covid-19. Satu hal yang pasti, setiap perusahaan harus bisa menerkan dan teru

Lanjutkan membacaJuni 3, 2020

Presiden Jokowi Teken PP Tapera, Apa Keuntungan Peserta?

RumahCom – Presiden Jokowi meneken PP Tapera yang akan menjadi aturan teknis bagi setiap pekerja mendapatkan akses pembiayaan ke perumahan. Tapera akan dikelola oleh BP Tapera dengan dana pemupukan,

Lanjutkan membacaJuni 3, 2020

Kerjasama Kementerian Selesaikan Masalah Banjir Dan Tanah Longsor di Jabodetabekpunjur

RumahCom – Permasalahan banjir dan tanah longsor tidak bisa lagi diselesaikan secara parsial. Terintegrasinya kawasan Jabodetabek hingga Puncak dan Cianjur membutuhkan kerja sama lintas kementerian

Lanjutkan membacaJuni 4, 2020

Masukan