Tapera Dinilai Mampu Dongkrak Sektor Properti

Boy LeonardJuni 9, 2020

Tapera Dinilai Mampu Dongkrak Sektor Properti

RumahCom – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sangat mendukung langkah pemerintah yang akan mengoperasikan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Sekjen DPP Apersi Daniel Djumali mengemukakan, pihaknya menyambut baik Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020. Menurutnya, peraturan tentang Penyelenggaraan Tapera ini menjadi pendongkrak sektor properti residensial, utamanya dari pasar menengah dan menengah bawah.

 “Ke depannya Tapera diharapkan bisa menambah kuota rumah menengah bawah dan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) untuk mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden RI, sehingga bisa menurunkan backlog perumahan, terutama MBR,” ujar Daniel, sebagaimana dilansir dari Bisnis, Selasa, 9 Juni 2020.

Ia menambahkan, jika sektor perumahan menengah terdorong, maka tenaga kerja atau padat karya akan bisa terserap. Hal ini bisa menolong masyarakat yang terkena dampak pandemi COVID-19.

 “Sektor properti ini berdampak ganda terhadap lebih 170-an sektor ekonomi dan industri lainnya, seperti penjual dan produsen bahan-bahan material bangunan, kabel listrik, rangka baja ringan, alumunium, genting, cat, keramik, lampu, kipas angin, furnitur, dan lainnya,” tuturnya.

 Menurut Daniel, pengembang akan mendukung apa saja langkah pemerintah yang bertujuan mendorong sektor properti, apalagi dari kalangan menengah dan menengah ke bawah. Sebab, pasar terbesar ada pada kalangan tersebut.

 “Yang terpenting untuk melindungi dan mendukung masyarakat supaya bisa memperoleh rumah, makanya diperlukan keseriusan pembuat aturan, ada relaksasi, dan percepatan berbagai aturan yang menghambat. Hal ini diperlukan agar konsumen bisa cepat merealisasikan Akad KPR-nya,” kata Daniel menambahkan.

 Adapun rencana penarikan iuran Tapera akan dilaksanakan mulai Januari 2020. Besarannya 3 persen dari upah dengan rincian 2,5 persen ditanggung pekerja, dan 0,5 persen ditanggung pemberi kerja.

 Penarikan iuran ini akan dilakukan BP Tapera kepada PNS terlebih dahulu yang sebelumnya sudah tergabung dalam Bapertarum.

 Selanjutnya secara bertahap, iuran akan dikenakan untuk BUMN, BUMD, BUMDes sampai TNI Polri. Terakhir, pemotongan akan ditujukan untuk para pekerja swasta, baik yang bekerja sendiri ataupun yang memiliki pemberi kerja.

Untuk penggunaan dananya, iuran ini akan membiayai rumah dengan manfaat sebesar 75 persen dari harga rumah yang mau dibeli. Sementara 25 persen sisanya akan menggunakan dana dari bank.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

PP Tapera Terbit, Begini Tahapan Pekerjaannya

RumahCom – PP Tapera telah terbit untuk melengkapi UU Perumahan Kawasan Permukiman dan UU Tapera sehingga urusan pembiayaan perumahan bagi kalangan pekerja bisa lebih tertangani. Pekerja bisa mendap

Lanjutkan membacaJuni 8, 2020

Menteri PUPR Dorong New Normal Untuk Kemudahan Sektor Perumahan

RumahCom – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus mendorong penerapan new normal di bidang perumahan supaya mempermudah masyarakat mengakses huniannya. Semua stakeholder perumahan harus mengambil per

Lanjutkan membacaJuni 8, 2020

Penting! Ini Besaran Potongan Gaji untuk Iuran Tapera

RumahCom – Kaum pekerja, khususnya Milenial dan Gen Z kini bisa memiliki rumah lewat tabungan perumahan rakyat (Tapera) yang digagas pemerintah. Untuk pembiayaannya, pemerintah akan menggunakan seba

Lanjutkan membacaJuni 9, 2020

Masukan