Siap Gandeng BP Tapera, SMF Terbitkan Surat Berharga

Boy LeonardJuni 10, 2020

Siap Gandeng BP Tapera, SMF Terbitkan Surat Berharga

RumahCom – Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 20 Mei lalu.

Yang diatur dalam PP Penyelenggaraan Tapera tersebut, antara lain soal proses pengelolaan dana Tapera yang mencakup kegiatan pengerahan, pemupukan, dan pemanfaatan untuk pembiayaan perumahan bagi pesertanya.

Menurut Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo, adanya Tapera tentu sangat membantu meningkatkan akses terhadap pembiayaan perumahan, utamanya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum mempunyai hunian.

“Diharapkan Tapera bisa mendorong penurunan backlog perumahan saat ini,” kata Ananta, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Rabu, 10 Juni 2020.

Ia melanjutkan, SMF siap bersinergi dengan Badan Pengelola (BP) Tapera dalam penyediaan dana murah jangka panjang. Dana ini nantinya akan disalurkan untuk Program KPR ASN, TNI, Polri, ataupun program perumahan lainnya yang berdasarkan penugasan dari pemerintah.

Ananta berpendapat, antara BP Tapera dan SMF prinsipnya saling melengkapi. Maka dari itu, kerja sama ini sangat dimungkinkan.

Hal tersebut memungkinkan karena SMF adalah BUMN di bawah Kementerian Keuangan. SMF bertugas sebagai special mission vehicle untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan.

Selain itu, SMF juga berkontribusi menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya MBR hingga yang berpenghasilan menengah.

Hal ini tentu berbeda dengan BP Tapera yang hanya dapat memberikan pembiayaan kepada anggotanya (peserta) dengan penghasilan tertentu sesuai kriteria MBR saja.

“Keberadaan SMF akan membantu pemerintah untuk melayani masyarakat yang belum menjadi anggota Tapera,” ujar Ananta menerangkan.

Untuk skema kerjas amanya, SMF akan memanfaatkan hasil pemupukan dana Tapera. Hasil pemupukannya akan digunakan untuk memperoleh pendanaan lewat penerbitan surat berharga terkait perumahan yang dapat dibeli oleh BP Tapera.

Skema tersebut diharapkan dapat menghasilkan rumah dengan harga terjangkau dan layak huni bagi masyarakat.

Ananta mengaku, pihaknya sudah berkomunikasi dengan BP Tapera. Salah satunya terkait batasan-batasan skema pendapatan (income) untuk pembiayaan KPR khususnya bagi MBR.

Untuk kinerja SMF selama pandemi, hingga 30 April 2020, SMF mencatat peningkatan jumlah aset Perseroan sebesar 32,79 persen atau Rp7,32 triliun. Jumlah tersebut naik ke angka Rp29,65 triliun dibanding periode yang sama pada 2019 yang besarannya Rp22,33 triliun.

Pertumbuhan juga terjadi pada segmen liabilitas, yakni 44,34 persen atau Rp6,21 triliun menjadi Rp20,19 triliun. Tahun lalu total liabilitas senilai Rp13,98 triliun.

Sementara total ekuitas terbukukan sebesar Rp9,47 triliun, naik 13,38 persen atau Rp1,12 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp8,35 triliun.

Laba bersih SMF juga tumbuh positif 7,66 persen atau Rp 11,46 miliar menjadi Rp 161,17 miliar dibanding tahun lalu yang ada di angka Rp149,71 miliar.

“Kinerja Perseroan sampai dengan 30 April 2020 ini sekaligus menunjukkan Primary Market Financing to Capital sebesar 10,25 kali lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu 8,46 kali,” ucap Ananta.

Namun untuk segmen profit margin, SMF mencatat penurunan 28,17 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya atau sebesar 33,80 persen.

Sementara return on equity Perseroan sampai dengan 30 April 2020 besarannya 5,33 persen (disetahunkan) lebih rendah daripada tahun sebelumnya, yakni 5,38 persen

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Penting! Ini Besaran Potongan Gaji untuk Iuran Tapera

RumahCom – Kaum pekerja, khususnya Milenial dan Gen Z kini bisa memiliki rumah lewat tabungan perumahan rakyat (Tapera) yang digagas pemerintah. Untuk pembiayaannya, pemerintah akan menggunakan seba

Lanjutkan membacaJuni 9, 2020

Tapera Dinilai Mampu Dongkrak Sektor Properti

RumahCom – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sangat mendukung langkah pemerintah yang akan mengoperasikan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Lanjutkan membacaJuni 9, 2020

Menakar Nasib Bisnis Properti di Era ‘New Normal’, Bangkit?

Jakarta – Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis JLL Global Capital Flows, ada penurunan volume transaksi real estate di kawasan Asia Pasifik. Penurunan itu tercatat 26 persen menjadi US$34 miliar

Lanjutkan membacaJuni 10, 2020

Masukan