Perpres Jabodetabek-Punjur Atur Banyak Masalah Perkotaan

Juni 12, 2020

RumahCom – Pemerintah telah mengeluarkan perpres untuk mengatur kawasan besar perkotaan Jabodetabek-Punjur. Ada enam isu strategis yang akan diatur mulai kemacetan hingga banjir.

Kawasan Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetak) telah mengalami perkembangan hingga disebut sebuah perkotaaan besar Jabodetabek Puncak hingga Cianjur (Punjur). Kawasan perkotaan Jabodetabek-Punjur ini telah membentuk sebuah kawasan metropolitan yang besar dengan pertumbuhan penduduk mencapai 2,9 persen setiap tahunnya.

Perkembangan Jabodetabek-Punjur ini akhirnya membuat kawasan ini menjadi metropolitan terbesar di Indonesia bahkan terbesar kedua di dunia setelah Kota Tokyo. Menurut Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Abdul Kamarzuki, perkembangan kawasan Jabodetabek-Punjur masih sangat dinamis dan masih akan terus berkembang.

“Saat ini Jabodetabek-Punjur memiliki rasio konversi lahan sebesar 48 persen dari lahan tidak terbangun, sementara konversi sawah menjadi bangunan mencapai 24 persen hanya dalam waktu beberapa tahun saja. Karena itu pemerintah telah menetapkan enam isu strategis untuk kawasan Jabodetabek-Punjur,” ujarnya.

Keenam isu strategis tersebut telah dituangkan menjadi kebijakan baru yang tertera dalam peraturan presiden (Perpres) No. 60 Tahun 2020 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan Jabodetabek-Punjur. Enam hal penting yang menjadi pembahasan utama kawasan ini yaitu banjir, ketersediaan air baku, sanitasi dan persampahan, permasalahan pesisir dan pulau reklamasi, kemacetan, dan antisipasi pemindahan ibukota negara.

Adanya MRT membuat kemudahan dalam mobilitas. Lalu bagaimana dampak MRT pada kenaikan properti? Jawabannya ada di video berikut ini ya.

Beberapa isu strategis seperti banjir dan macet lebih khusus lagi menjadi hal serius khususnya untuk ibukota Jakarta. Karena itu, jelas Kamarzuki, pada Perpres ini juga diatur konsep penanganan banjir melalui konsep pola ruang. Jabodetabek-Punjur dijadikan sebagai kawasan terpadu hulu, tengah, hilir, hingga pesisir.

Kemudian diaturnya konsep pola ruang ini untuk yang masuk ke wilayah hulu, tengah, hilir, dan pesisir masing-masing harus memiliki peran yang besar. Misalnya kawasan hulu, itu harus menjadi kawasan lindung dan sumber air, kawasan tengah sebagai penyangga dan resapan air, hilir sebagai kawasan budidaya, dan pesisir berperan sebagai lindung pesisir dan kawasan budidaya.

Kemudian untuk meminimalisir terjadinya banjir di Jabodetabek-Punjur, penanganannya juga melalui penetapan situ, danau, emdung, waduk (SDEW) yang saat ini hanya ada 305 titik akan diperbanyak menjadi 525 titik. Memperbanyak SDEW ini telah terbukti menjadi pengendali banjir yang cukup efektif.

Kemudian untuk masalah kemacetan, beberapa antisipasinya dengan memperbanyak angkutan transportasi masal khususnya berbasis rel seperti kereta rel listrik (KRL), lintas rel terpadu (LRT), moda raya terpadu (MRT), kereta api bandara, hingga pengembangan kawasan transit oriented development (TOD) di sebanyak 24 titik.

“Perpres ini juga telah memperhitungkan sedikitnya tiga aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan untuk mencapai tujuan perencanaan tata ruang tersebut. Dengan perpres ini semoga bisa mewujudkan penyediaan ruang bagi pengembangan ekonomi dan pusat aktivitas perkotaan di dalam kawasan metropolitan yang terpadu dan mempertimbangan aspek bekelanjutan lingkungan,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Inspirasi Desain Kamar Anak Bernuansa Negeri Dongeng

RumahCom - Putri kerajaan menjadi salah satu impian anak kecil, terutama perempuan. Tentu saja mendekorasi kamar mereka menjadi tema putri kerajaan adalah hal yang mereka senangi.Banyak anak perempuan

Lanjutkan membacaJuni 11, 2020

Hore! Sentul-Semplak Terkoneksi Tol BORR Akhir Juni

RumahCom – Kabar baik buat Anda yang memiliki bisnis atau bertempat tinggal di Bogor. Pasalnya, akhir Juni 2020 Sentul-Semplak akan bisa terkoneksi langsung via tol.Hal ini disampaikan langsung oleh

Lanjutkan membacaJuni 11, 2020

Tapera Perbesar Peluang Masyarakat Miliki Rumah Pertama

RumahCom – Kehadiran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mendapat dukungan dari sejumlah pihak.  Mereka menilai Tapera bisa menjadi peluang yang baik bagi masyarakat untuk bisa memiliki hunian."Ini

Lanjutkan membacaJuni 11, 2020

Pandemi Membuat Properti Di Sub Urban Kian Diminati

RumahCom – Pengembang mulai mencatatkan peningkatan penjualan produknya saat menurun tajam sejak adanya wabah Covid-19. Ada kriteria khusus produk properti yang semakin digemari market saat pandemi

Lanjutkan membacaJuni 12, 2020

Ini Protokol Baru Sektor Perhotelan Hadapi Pandemi

RumahCom – Sektor perhotelan menerapkan berbagai protokol  baru untuk mengantisipasi pandemi Covid-19. Salah satunya jaringan Oyo Hotel yang menerapkan program Sanitized Stay untuk menggairahkan ke

Lanjutkan membacaJuni 12, 2020

Masukan