Ribuan Paket Proyek Dipercepat Untuk Kurangi Dampak Pandemi

Juni 23, 2020

RumahCom – Kementerian PUPR mempercepat penyerapan anggaran untuk bisa menggerakan perekonomian nasional yang terkendala karena pandemi Covid-19. Anggaran Kementerian PUPR akan dimaksimalkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memberikan dampak yang besar bukan hanya pada faktor kesehatan tapi juga ekonomi. Banyak kegiatan perekonomian yang terhenti karena kita semua harus mengkarantina diri di rumah yang juga membuat angka pengangguran meningkat.

Untuk mengurangi berbagai dampak ekonomi ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat berbagai program kerja untuk tahun anggaran 2020 yang diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kementerian PUPR juga melakukan relokasi dan refocusing anggaran kementeriannya untuk memperbesar dampak ekonomi saat pandemi ini.

“Akibat dari pandemi Covid-19 ini banyak penggerak ekonomi yang berhenti sehingga perekonomian yang bergerak di pasar harapannya hanya dari APBN. Kementerian PUPR yang mendapatkan anggaran dari APBN harus bisa memberikan kontribusi maksimal untuk percepatan kegiatan perekonomian salah satunya dengan mempercepat proses lelang,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimulyono.

Basuki merinci, dari 5.146 paket pekerjaan sebanyak 3.577 paket atau sekitar 70 persennya sudah terkontrak dengan nilai Rp35,2 triliun. Masih ada 1,218 paket (23 persen) senilia Rp37,7 triliun yang masih dalam proses lelang dan 351 paket (7 persen) senilai Rp13,7 triliun belum masuk proses lelang

Kota mandiri memang dibangun untuk jangka panjang, tetapi berpotensi baik untuk diinvestasikan kemudian. Simak jurus investasinya di video berikut ini, ya!

Masih banyaknya paket pekerjaan yang belum terkontrak salah satunya disebabkan karena adanya refocusing anggaran, detail engineering design (DED) belum selesai, dan perubahan paket dari single year contract (SYC) menjadi multi years contract (MYC). Beberapa upaya percepatan terus dilakuan seperti percepatan penyelesaian DED, tender yang dilakukan pararel dengan perizinan MYC, percepatan penyiapan dokumen usulan pangadaan, dan sebagainya.

Basuki juga menyebut bila hingga akhir bulan Juli 2020 ini 351 paket pekerjaan yang masih dalam proses belum juga ditetapkan kontraknya maka akan dihentikan dan direlokasikan pada paket yang membutuhkan tambahan anggaran. Hal ini juga sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang harus melakukan pekerjaan dengan cepat dan memberikan dampak yang besar untuk mengurangi dampak akibat pandemi.

“Jadi sekarang semuanya harus serba cepat dan bisa memberikan dampak langsung yang besar. Penyerapan APBN ini harus dilakukan dengan cepat termasuk untuk program padat karya yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Pandemi harus membuat kita bisa bekerja cepat, berintegritas, optimal, dan bisa memberikan kontribusi besar kepada negara,” tandasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Mal Di Semarang Siap Terapkan New Normal

RumahCom – Kalangan pengembang mulai mengumumkan pembukaan malnya dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Penerapan new normal dilakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.Penge

Lanjutkan membacaJuni 22, 2020

Begini Perhitungan Pekerja Mandiri Bayar Iuran Tapera

RumahCom – Program Tapera diberlakukan untuk setiap pekerja tanpa kecuali baik dari kalangan ASN, pekerja swasta, hingga pekerja mandiri. Untuk pekerja mandiri ada perhitungan sendiri supaya bisa te

Lanjutkan membacaJuni 22, 2020

Bank Laksanakan 1.500 Akad Kredit FLPP Secara Online

RumahCom – PPDPP dan Bank BRI melaksanakan akad kredit KPR bersubsidi program FLPP secara online. Ini merupakan salah satu inovasi layanan di tengah wabah Covid-19 sehingga masyarakat tetap bisa men

Lanjutkan membacaJuni 22, 2020

Begini Nasib 6 Gedung Pencakar Langit Dunia di Tengah Korona

RumahCom - Sejumlah negara di dunia tengah berlomba membangun gedung pencakar langit (skyscrapers). Bangunan-bangunan yang menjulang tinggi itu biasanya dipakai untuk perkantoran, residensial, ataupun

Lanjutkan membacaJuni 22, 2020

Pengembang Kawasan Industri Berharap Pada Kesaktian ‘New Normal’

RumahCom – Para pengembang kawasan industri berharap penjualan produknya kembali membaik dan transaksi ikut naik seturut jalannya wacana penerapan kenormalan baru alias ‘new normal’.Erlin Budima

Lanjutkan membacaJuni 22, 2020

Masukan