Produk Ready Stock Hingga Protokol Covid Lebih Dicari Konsumen Saat Pandemi

Juni 25, 2020

RumahCom – Beberapa perubahan pola pembelian produk properti mengalami pergeseran ataupun tren baru saat adanya pandemi Covid-19. Konsumen lebih memilih produk dengan kriteria tertentu seperti produk yang sudah siap huni maupun menerapkan protokol Covid-19.

Ada berbagai tren baru yang muncul terkait produk properti yang lebih banyak dicari saat merebaknya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sejak beberapa bulan lalu. Penerapan berbagai normal baru atau new normal untuk mengurangi dampak penularan virus ini memunculkan produk-produk properti yang lebih spesifik yang dicari pasar.

Menurut CEO AKR Land Development Thomas Go, sebagai pengembang harus jeli membaca perubahan situasi  pasar khususnya saat terjadi banyak  kendala akibat wabah ini. Pola-pola penjualan maupun produk yang ditawarkan saat situasi normal tidak bisa lagi dijadikan andalan untuk membukukan penjualan.

“Saat pandemi ini banyak masyarakat yang mencari hunian khususnya dengan pertimbangan risk free product dan itu artinya produk-produk yang sudah siap atau ready stock yang lebih banyak dicari. Saat ini untuk produk-produk highres yang ditawarkan indent atau produk  kondotel itu cenderung dihindari, makanya kita juga perbanyak produk-produk yang siap huni seperti itu,” ujarnya.

Pandemi juga membuat ada perubahan segmen konsumen yang lebih mementingkan keamanan ketimbang instrumen investasi. Kalaupun bukan produk ready stock, konsumen akan lebih detil menanyakan kepastian progres pembangunan maupun jadwal selesai dan serah terimanya.

Manakah jenis properti yang cocok untuk kamu, Rumah atau Apartemen? Temukan jawabannya di video berikut ini, yuk!

Selain itu pertimbangan lainnya, konsumen menjadi lebih realistis dengan kemampuan membeli maupun kesanggupan cicilan tiap bulannya. Pada situasi ini akhirnya idiom lokasi-lokasi-lokasi tidak lagi menjadi pertimbangan utama yang membuat sebuah produk properti lebih unggul tapi yang lebih diutamakan keamanan dan faktor kemampuan finansial.

Bila dirinci lagi, segmen konsumen end user yang akan menggunakan propertinya akan mencari produk dengan harga berkisar Rp10 juta-Rp20 juta per meter persegi untuk kalangan menengah. Untuk segmen menengah bawah harga yang disasar umumnya di bawah Rp7 juta/m2.

Pertimbangan lain yang dicari konsumen adalah aksesibilitas dan tersedianya sarana fasilitas transportasi publik. Jadi produk hunian jenis apartemen bisa saja dicari tapi yang lokasinya dekat dengan transportasi publik sehingga bisa menghemat biaya untuk pulang-pergi dari rumah ke kantor.

“Ada juga kriteria yang lain yaitu produk properti yang dikelola secara higienis atau yang menerapkan protokol saat pandemi Covid-19 ini. Pengembang yang menerap protokol kesehatan membuat konsumen merasa lebih aman dan nyaman dan tren baru terkait kebutuhan konsumen seperti ini yang juga kami terapkan,” tandas Thomas.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Cara Membuat Rumah Menjadi Lebih Hemat Energi

RumahCom - Rumah yang hemat energi tentu berperan besar dalam penyelamatan dan pelestarian lingkungan. Selain itu Anda juga menjadi lebih hemat anggaran.Rumah merupakan sistem yang tersusun dari berba

Lanjutkan membacaJuni 25, 2020

Lengkapi Hunian Anda dengan 7 Teknologi Canggih Berikut Ini

RumahCom - Teknologi canggih diciptakan dengan prinsip dasar untuk mempermudah dan membuat nyaman hidup. Dan teknologi canggih yang diciptakan untuk digunakan di rumah tentunya bermanfaat untuk memper

Lanjutkan membacaJuni 25, 2020

Tips Membuat Rumah yang Ramah Bagi Disabilitas

RumahCom - Kebutuhan setiap orang tentu berbeda-beda. Antara orang tua dan mudah tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Demikian halnya bagi kaum disabilitas, mereka tentu memerlukan kebutuhan ya

Lanjutkan membacaJuni 25, 2020

Bagaimana Menarik Dana Tapera Untuk Pekerja Yang Di-PHK?

RumahCom – BP Tapera yang mengelola dana pekerja akan mengembalikan seluruh manfaat kelolaan dananya untuk pekerja khususnya pembiayaan perumahan. Untuk pekerja yang di-PHK ada aturan yang telah dit

Lanjutkan membacaJuni 25, 2020

Kementerian PUPR Ajukan Pagu Anggaran Rp115,58 Triliun dan Perumahan Rp7,48 Triliun

RumahCom – Kementerian PUPR telah mengajukan pagu anggaran untuk program kerja tahun 2021 mendatang. Anggaran seratusan triliun akan digunakan untuk memaksimalkan program kerja guna meningkatkan per

Lanjutkan membacaJuni 25, 2020

Masukan