Nasib Proyek Ibu Kota Baru di Tengah Pandemi, Tetap Berlanjut?

Boy LeonardJuni 25, 2020

Nasib Proyek Ibu Kota Baru di Tengah Pandemi, Tetap Berlanjut

RumahCom – Pandemi Covid-19 memenangurhi banyak aspek kehidupan, tak terkecuali nasib ibu kota baru Indonesia. Tak sedikit yang penasaran, bagaimana nasib ibu kota baru di tengah pandemi ini.

Terkait hal tersebut, Komisi XI DPR RI bertanya kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa soal proyek pembangunan ibu kota negara (IKN).

Suharso menyatakan, sejauh yang sudah dijalankan adalah pekerjaan master plan alias kerangka dari rancangan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Jadi IKN ini kita hari ini hanya kira-kira menggunakan, hanya meneruskan pekerjaan master plan. Apakah ini akan dilanjutkan? Kami sedang menimbang untuk melanjutkan,” ucap Suharso dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, sebagaimana dikutip dari Detikcom, Kamis, 25 Juni 2020.

“Dan kenapa, pertanyaannya? Kami membutuhkan lokomotif penghela yang di mana modal itu bisa melakukan reproduksi yang luar biasa,” kata Suharso melanjutkan.

Pemerintah sendiri meyakini proyek IKN bakal menciptakan lapangan kerja dan multiplier effect yang luas. Pemenuhan hingga pengiriman bahan baku ke lokasi proyek IKN tentunya akan memutar perekonomian.

“Kalau memang nanti perhitungannya itu benar mempunyai efek yang luar biasa multiplier-nya ke ekonomi Indonesia, kenapa tidak? Karena hari ini di dunia tidak ada sebuah proyek ya, hari ini, lho, di dunia sebuah proyek yang menjadi daerah tujuan investasi besar-besaran. Enggak ada, sehingga kami berharap dengan kacamata itu orang akan hadir, gitu. Apakah itu sebuah business opportunity? Saya kira iya,” kata Suharso menjelaskan.

Ia pun menegaskan pembangunan ibu kota baru tidak akan menghabiskan banyak anggaran yang bersumber dari APBN.

Ihwal anggarannya, pemerintah saat ini belum mengucurkan dana untuk proyek pembangunan IKN di Kalimantan Timur (Kaltim).

Adapun saat ini pemerintah sedang menghadapi pandemi Covid-19. Untuk menangani pandemi, APBN pun dikerahkan guna penanganan dan pemulihan negara akibat merebaknya virus korona.

Dengan kondisi seperti ini, apakah pemerintah bakal tetap menganggarkan biaya pembangunan ibu kota baru pada tahun depan?

“Mengenai ibu kota negara baru, kami akan lihat di dalam Nota Keuangan 2021 saja. Sekarang ini, ‘kan, kami sedang membuat, seperti saya sampaikan fokus dari Presiden (Jokowi) dan pemerintah sekarang adalah mengatasi Covid-19,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual APBN KiTa, Selasa lalu.

Sri Mulyani mengatakan, tahun ini pemerintah harus menjaga agar kondisi Indonesia tidak merosot akibat pandemi COVID-19.

“Jadi ini kami formulasikan terus saja semua. Nanti assessment kami terhadap 2021 berdasarkan situasi 2020 akan menentukan bagaimana langkah ke depan. Namun, Presiden sudah menyampaikan berkali-kali fokus kita adalah Covid dan memulihkan sosial ekonomi masyarakat,” kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan.

Kembali ke anggaran yang disiapkan pemerintah untuk proyek IKN tahun depan, pemerintah akan mempertimbangkan dengan melihat faktor-faktor tertentu. Apa pun keputusan yang diambil pemerintah perihal APBN 2021, termasuk program pembangunan IKN, akan dijawab oleh Presiden Joko Widodo saat menyampaikan RAPBN 2021 di DPR nanti.

“Kalau IKN itu bisa memulihkan ekonomi, ya, pasti masuk. Itu, ‘kan, masuk nanti di dalam program. Namun kalau dia adalah berdasarkan affordability, yaitu tingkat kemampuan kita untuk bisa membiayai, tingkat kita, kondisi kita dari sisi beban karena COVID ini, ini semuanya harus masuk di dalam perhitungan kita yang nanti oleh Bapak Presiden akan disampaikan pada saat beliau menyampaikan RAPBN 2021 di DPR,” ujar Sri Mulyani.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Cara Membuat Rumah Menjadi Lebih Hemat Energi

RumahCom - Rumah yang hemat energi tentu berperan besar dalam penyelamatan dan pelestarian lingkungan. Selain itu Anda juga menjadi lebih hemat anggaran.Rumah merupakan sistem yang tersusun dari berba

Lanjutkan membacaJuni 25, 2020

Bagaimana Menarik Dana Tapera Untuk Pekerja Yang Di-PHK?

RumahCom – BP Tapera yang mengelola dana pekerja akan mengembalikan seluruh manfaat kelolaan dananya untuk pekerja khususnya pembiayaan perumahan. Untuk pekerja yang di-PHK ada aturan yang telah dit

Lanjutkan membacaJuni 25, 2020

Kementerian PUPR Ajukan Pagu Anggaran Rp115,58 Triliun dan Perumahan Rp7,48 Triliun

RumahCom – Kementerian PUPR telah mengajukan pagu anggaran untuk program kerja tahun 2021 mendatang. Anggaran seratusan triliun akan digunakan untuk memaksimalkan program kerja guna meningkatkan per

Lanjutkan membacaJuni 25, 2020

Masukan