Ini Alasan Pengusaha Konsisten Tolak Tapera

Juni 29, 2020

RumahCom – Hingga saat ini kalangan pengusaha masih tetap menolak pemberlakuan Tapera yang disebut hanya memberikan tambahan beban dengan kewajiban iuran baru. Tapera seharusnya difokuskan untuk kalangan ASN karena pekerja swasta sudah memiliki BPJS TK

Pro-kontra terkait program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) masih terus bergulir dan sejauh ini kalangan pengusaha masih konsisten menolak penerapan Tapera. Hal ini terkait dengan potongan wajib tiga persen dari gaji semua pekerja dengan porsi 2,5 persen dari pekerja dan 0,5 persen dari pemberi kerja. Tapera juga disebut overlapping dengan program perumahan dari lembaga maupun instansi lain.

Menurut  Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani, Tapera ini menjadi duplikasi program manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan pekerja untuk program jaminan hari tua (JHT) di BPJS Tenaga Kerja (TK).

“Karena itu kami sangat mendukung penyediaan perumahan untuk pekerja tapi tidak setuju dengan duplikasi program dengan adanya Tapera ini karena hanya akan menambah beban pekerja dan pengusaha. Tambahan biaya iuran Tapera sebagai iuran wajib ini juga akan mendorong kenaikan upah pekerja yang ujungnya akan membebani pengusaha,”ujarnya.

Optimis pasti punya rumah, pertama dengan kumpulkan niat beli rumah. Bagaimana caranya yah? Simak videonya berikut ini.

Karena itu, jelas Hariyadi, pemerintah seharusnya memaksimalkan saja program MLT JHT yang sudah ada di BPJS TK untuk pembiayaan maupun pembangunan program perumahan khususnya bagi pekerja swasta. Tapera biar saja menjadi program wajib untuk pekerja pemerintah atau aparatur sipil negara (ASN).

Hariyadi menyebut, saat ini dana kelolaan JHT mencapai Rp300 triliun dan menurut aturan PP No. 55 Tahun 2015 tentang pengelolaan aset jaminan sosial ketenagakerjaan, 30 persen dari total dana THT ini boleh dipakai untuk pengadaan perumahan peserta BPJS TK. Artinya, ada dana peserta mencapai lebih dari Rp60 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan peserta.

Bentuk bantuannnya bisa beerupa keringanan uang muka sehingga pekerja cukup membayar satu persen saja dari harga rumahnya. Bisa juga dengan pinjaman uang muka dan KPR berbunga murah atau kredit konstruksi bagi pengembang yang membangun rumah untuk peserta BPJS TK melalui sistem perbankan. Kenyataannya, hingga saat ini belum banyak peserta yang memanfaatkan program MLT tersebut.

“Alokasi dari dana akumulasi JHT BPJS TK ditambah dana KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sudah cukup untuk membiayai perumahan pekerja swasta dan biar Tapera untuk kalangan ASN saja. Hingga saat ini alokasi dana JHT BPJS TK itu juga belum banyak dimanfaatkan,” pungkasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

PPDPP Tambah Dana KPR FLPP Untuk Bank Ini

RumahCom – Bank BTN Mendapatkan tambahan kuota untuk penyaluran KPR bersubsidi FLPP dari PPDPP Kementerian PUPR. Tambahan kuota ini karena kinerja Bank BTN yang cukup baik dalam penyaluran KPR FLPP.

Lanjutkan membacaJuni 26, 2020

Atur Hak Bawah Tanah Dan Atas Tanah, Akan Ada Status HGRBT, Apa Itu?

RumahCom – Pemerintah tengah mengkaji aturan mengenai hak penggunaan ruang bawah tanah dan atas tanah. Nantinya akan ada status hak baru untuk pemanfaatan ruang-ruang ini yang disebut status HGRBT.K

Lanjutkan membacaJuni 26, 2020

Pengembang Nilai Sektor Properti Masih Lemah di Semester II-2020

RumahCom – Para pengembang tak yakin semester II 2020 penjualan bisa naik. Pasalnya, pada semester I 2020, perkembangan yang ada justru tidak memuaskan sama sekali.Salah satunya adalah Direktur PT M

Lanjutkan membacaJuni 26, 2020

Broker Properti Belum Rasakan Kenaikan Transaksi di Masa PSBB Transisi

RumahCom — Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dinilai pemerintah bisa menggenjot kembali roda perekonomian Indonesia nyatanya belum terlihat hasilnya. Setidaknya ini dirasakan

Lanjutkan membacaJuni 26, 2020

Teknologi AntiMikroba Melindungi Rumah dari Corona

RumahCom - Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) telah memperingatkan bahwa COVID-19 berpotensi menjadi endemik dalam waktu lama. Ini artinya virus corona sementara ini akan sela

Lanjutkan membacaJuni 28, 2020

Masukan