Properti Harus Didorong Untuk Meningkatkan Perekonomian Nasional

Juli 3, 2020

RumahCom – Sektor properti memiliki seratusan industri terkait yang akan ikut berkembang bila bisnis properti terus naik. Satu persen pertumbuhan pada sektor properti bisa mendorong peningkatan PDB hingga lebih 9,5 persen.

Sektor bisnis properti sejak beberapa tahun lalu mengalami situasi pelemahan bisnis yang cukup panjang dan sesungguhnya tren peningkatannya sudah mulai kembali pada periode akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020. Tren yang baik itu akhirnya harus terpukul kembali dengan adanya wabah Covid-19 yang masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020.

Namun pentingnya bisnis properti selain sektor ini terkait langsung dengan 170-an industri turunannya, tidak lantas membuat bisnis ini menjadi terpuruk berkepanjangan. Bahkan pada situasi bisnis yang melemah ditambah dampak dari pandemi Covid-19, sektor properti khususnya perumahan tetap memiliki peran strategis untuk mendorong perekonomian nasional bisa bangkit.

Menurut Presiden Direktur Centre for Banking Crisis Achmad Deni Daruri, kendati sektor bisnis sangat terdampak dengan adanya wabah Covid-19, nilai tambah dari sektor perumahan bisa mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional. Satu persen saja sektor perumahan tumbuh, dampaknya kepada pertumbuhan PDB secara kumulatif bisa mencapai 9,53 persen untuk beberapa tahun ke depan.

“Karena itu, sektor properti ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya bisa didorong dengan terus memperbanyak suplai rumah-rumah baru dengan berbagai kekhususan terkait situasi krisis. Misalnya dari sisi penawaran harus efektif dan diefisienkan,” ujarnya.

Rumah bisa memberikan kenyamanan yang tak bisa diungkapkan. Terus apa sih enaknya punya rumah sendiri? Simak selengkapnya di video berikut ini.

Efektif dan efisien dari pola bisnis maupun marketing diarahkan supaya skala ekonomis maupun skala scope dari bank-bank yang menyalurkan pembiayaan perumahan. Saat ini di pasaran yang paling berpengalaman dan fokus untuk pembiayaan perumahan adalah Bank BTN, baik untuk penyaluran KPR subsidi maupun non subsidi (komersial).

Menurut Deni, Bank BTN dengan fokusnya melayani pembiayaann perumahan khususnya untuk segmen menengah ke bawah, telah berhasil menerapkan skala keekonomisan terkait memberikan pelayanan pada sektor perumahan. Dalam konteks economy of scope, Bank BTN lebih unggul dibandingkan bank-bank lain untuk pembiayaan perumahan.

Dengan skala economy of scope yang lebih efisien, setiap pembiayaan perumahan yang disalurkan kepada masyarakat bisa lebih murah dibandingkan hal yang sama yang dilakukan oleh bank lain. Bukan hanya menyalurkan pembiayaan perumahan, Bank BTN juga memiliki spesialisasi dalam menyalurkan pembiayaan pembangunan perumahan (kredit konstruksi) untuk kalangan pengembang.

“Karena itu menurut saya mestinya semua anggaran KPR bersubsidi dari pemerintah itu biar Bank BTN yang mendistribusikan karena bank ini sudah memiliki infrastruktur yang lengkap untuk itu. Dengan tercapai standar keekonomian yang rendah maka biaya per unit rumah yang dibeli masyarakat juga bisa lebih murah dan multiple effect dari terus berkembangnya sektor ini akan mendorong peningkatan eknomi nasional,” imbuhnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Lampu LED Terbaik 2020 yang Siap Menerangi Seluruh Ruangan

RumahCom - Lampu LED dikenal memiliki daya tahan yang lama dan lebih ramah lingkungan karena penggunaan daya listriknya yang rendah tapi cahaya yang dihasilkan cukup terang.Setiap hunian dan setiap ru

Lanjutkan membacaJuli 2, 2020

Berapa Subsidi Yang Diterima MBR Dari Program FLPP?

RumahCom – Program KPR FLPP memberikan subsidi bunga KPR menjadi hanya 5 persen setiap bulan yang dibayarkan oleh masyarakat. Ditambah pembebasan PPN dan biaya-biaya lain, total hingga puluhan juta

Lanjutkan membacaJuli 2, 2020

Simpang Susun Sentul Selatan Sebentar Lagi Bisa Digunakan

RumahCom – Proyek jalan Simpang Susun Sentul Selatan sudah hampir rampung dan ditargetkan bisa segera beroperasi. Jalan simpang susun ini akan mempercepat arus lalu lintas dari Jakarta-Bogor maupun

Lanjutkan membacaJuli 2, 2020

Kementerian PUPR Dorong Rumah Tidak Layak Jadi Homestay Di NTB

RumahCom – Kementerian PUPR terus mendorong program bedah rumah dengan menjadikannya homestay maupun tempat usaha di lokasi-lokasi wisata. Dengan begitu selain melakukan revitalisasi kawasan perekon

Lanjutkan membacaJuli 2, 2020

Koridor Timur Tetap Potensial Saat Pandemi

RumahCom – Wilayah koridor timur Jakarta memiliki potensi yang besar dengan banyaknya pengembang besar maupun proyek  infrastruktur yang dibangun di wilayah ini. Koridor timur juga disebut kawasan

Lanjutkan membacaJuli 3, 2020

Masukan