Instrumen Investasi Berbasis Tagihan KPR Masih Sangat Aman

Juli 6, 2020

RumahCom – Instrumen investasi berbasis KPR yang diterbitkan menjadi Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) yang diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) masih merupakan investasi yang menarik dan aman. Return investasi ini masih menawarkan keuntungan 10-20 persen per tahun.

Situasi pandemi Covid-19 tidak selalu membuat kinerja lembaga pemerintah menurun pencapaiannya. Misalnya PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) yang kembali mencatatkan kinerja keuangan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) yang masih terjaga dengan baik.

EBA-SP merupakan model transaksi sekuritisasi bagi penyalur pembiayaan perumahan KPR sehingga bisa memperbaiki struktur modalnya. Sekuritisasi tagihan KPR milik penyalur KPR dijual putus (thru sell) kemudian oleh SMF dibuat menjadi EBA-SP di pasar modal sehingga penyalur KPR bisa mendapatkan dana segar untuk menyalurkan kembali KPR kepada masyarakat.

EBA-SP SMF sendiri memiliki return yang sangat kompetitif yaitu berkisar 7-10 persen yang terlihat dari historikal penerbitan EBA-SP dengan rating triple A dan selalu berada di atas return deposito. Beradasarkan laporan keuangan audited, hingga akhir tahun 2019 lalu EBA-SP SMF masih menunjukan performa yang baik dengan lancarnya pembayaran kupon terhadap investor EBA-SP Kelas A.

Menurut Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, pada laporan perubahan aset bersih masih ada dividen sertifikat EBA-SP Kelas B yang menunjukan EBA-SP sebagai  produk structured finance yang aman dan menguntungkan karena telah distruktur sedemikian rupa sehingga terbentuk perlindungan terhadap default bagi para investornya.

“Para investor Kelas B masih memperoleh hak pendapatan investasinya dengan diperolehnya dividen. Hal ini menunjukan bahwa kinerja Pool KPR Underlying EBA masih baik dan secara otomatis para investor Kelas A masih aman terlindungi dari risiko default. Saat ini penawaran Kelas B masih berkisar antara 10-20 persen per tahun,” katanya.

Kinerja EBA yang masih terjaga dengan baik ini meyakinkan investor bahwa EBA yang diterbitkan SMF merupakan sarana investasi yang aman dan menguntungkan dengan risiko lebih rendah dibandingkan instrumen berpendapatan tetap lainnya.

Optimis pasti punya rumah, pertama dengan kumpulkan niat beli rumah. Bagaimana caranya yah? Simak videonya berikut ini.

Ananta juga menyebut, kebijakan countercyclical yang diterapkan pemerintah terkait pandemi Covid-19 cukup berhasil menjaga sektor bisnis khususnya sektor properti sehingga bisa menjadi stimulus perekonomian nasional. Pemerintah juga memberikan holiday payment kepada debitur KPR yang tidak terlepas dari dampak tersebut.

Di sisi lain, SMF sebagai penerbit EBA-SP juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk berbagai kemungkinan terburuk yang bisa berdampak kepada para investor. Misalnya memberikan mekanisme melalui penyediaan credit enhancement dalam bentuk jaminann satu kali pembayran biaya kupon Kelas A.

EBA-SP juga telah distruktur dengan sangat baik untuk menciptakan mekanisme perlindungan terbaik bagi investornya. Instrumen investasi EBA-SP ini sangat bergantung terhadap arus kas dari angsuran KPR sehingga bila ini terganggu telah disiapkan beberapa langkah antisipasi terkait berbagai kemungkinan dampak buruk.

SMF telah menetapkan 32 kriteria seleksi untuk pembelian kumpulan tagihan KPR yang terpilih. Seluruh transaksi EBA-SP SMF juga mendapatkan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Perfindo) baik secara korporasi maupun surat utangnya. Ananta menyebut keyakinannya kalau ke depan investor akan semakin confident dengan efek ini karena diterbitkan oleh SMF yang merupakan perusahaan BUMN dengan 100 persen sahamnya dimiliki pemerintah.

“Sejak tahun 2009 SMF telah menginisiasi 13 kali penerbitan transaksi sekuritisasi dengan total nilai Rp12,156 triliun. 12 transaksi dilakukan dengan Bank BTN dan satu kali dengan Bank Mandiri. Rating idAAA dari Perfindo mencerminkan kemampuan membayar kewajiban sacara tepat waktu dan risiko default yang rendah,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Koridor Timur Jakarta Bisa Pulihkan Ekonomi Usai Pandemi

RumahCom – Sudah bukan rahasia lagi pandemi Covid-19 membuat perekonomian dunia goyah, tak terkecuali Indonesia. Sejumlah sektor terkena imbas pandemi yang membuat roda perekonomian macet dan kondis

Lanjutkan membacaJuli 3, 2020

Properti di 3 Wilayah Jakarta Ini Akan ‘Meledak’, Apa Sebabnya?

Jakarta, RumahCom – Bagi Anda yang memiliki bisnis properti di selatan Jakarta, bersiaplah diganjar keuntungan berlipat. Pasalnya, wilayah tersebut akan menjadi Transit Oriented Development (TOD).Pe

Lanjutkan membacaJuli 3, 2020

Sambut IPO 2021 ACP Terus Kembangkan Hunian Berbasis TOD

RumahCom - Dalam rangka persiapan Initial Public Offering (IPO) yang rencananya dilaksanakan pada tahun 2021, Adhi Commuter Properti terus mengembangkan bisnis strategis LRT City di Jabodetabek. Porto

Lanjutkan membacaJuli 4, 2020

Program Perumahan Tahun 2021 Rp7,48 Triliun, Untuk Apa Saja?

RumahCom – Ditjen Perumahan Kementerian PUPR telah mengumumkan total pagu anggaran untuk program perumahan tahun depan. Selain untuk program perumahan, ada fokus lain untuk mempercepat pemulihan per

Lanjutkan membacaJuli 6, 2020

Tol Desari Ruas Brigif-Sawangan Sudah Bisa Digunakan

RumahCom – Kementerian PUPR meresmikan penggunaan jalan tol Desari di ruas Brigif-Sawangan sepanjang 6,5 km. Jalan tol baru ini akan memudahkan masyarakat di wilayah selatan Jakarta untuk menuju ke

Lanjutkan membacaJuli 6, 2020

Masukan