Pandemi, Membuat Pengembang Ini Kesulitan Bayar Obligasi Yang Jatuh Tempo

Juli 9, 2020

RumahCom – Pelemahan bisnis properti dan pandemi Covid-19 membuat kalangan pengembang kesulitan menunaikan kewajiban pembayaran obligasi yang jatuh tempo. Hal ini dialami oleh pengembang Modernland Realty yang pendapatannya menurun tajam salah satunya karena pandemi.

Lesunya bisnis properti sejak beberapa tahun terkahir ditambah dengan adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah memukul beberapa perusahaan di sektor properti. Kalangan pengembang yang telah menganut perusahaan terbuka (Tbk) bisa mengalami penurunan yang cukup tajam khususnya yang memiliki hutang jangka pendek dalam jumlah besar baik utang bank maupun obligasi.

Salah satunya dialami oleh pengembang PT Modernland Realty Tbk yang mengalami gagal bayar pokok obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2020. Sebagaimana diumumkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perusahaan dengan kode MDLN itu mengalami gagal bayar pokok obligasi mencapai Rp150 miliar.

Berdasarkan pengumuman KSEI tersebut, Modernland akan menggelar rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada pertengahan bulan Juli ini dengan salah satu agendanya perubahan tanggal pelunasan pokok obligasi tersebut. Obligasi gagal bayar ini merupakan seri Obligasi Berkelanjutan I Modernland Realty Tahap I yang diterbitkan tahun 2015 lalu.

“Kami sampaikan bahwa pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan Modernland Realty Tahap I Tahun 2015 seri B kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening seharusnya dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2020 dan itu harus ditunda,” tulis KSEI.

Pihak Modernland sendiri belum mengonfirmasi terkait hal ini dan disampaikan oleh bagian Corporate Communication Department Modernland Realty. Sat ini masih akan dibahas internal terlebih dulu sambil menyampaikan terima kasih atas perhatian semua pihak terhadap perusahaan ini.

Temukan alasan mereka membeli rumah menggunakan KPR lewat video berikut ini.

Modernland sendiri mulai menerbitkan obligasi sejak tahun 2012 lalu melalui anak perusahaan di Singapura Modernland Overseas Ltd senilai Rp500 miliar. Modal kapital ini digunakan untuk belanja modal dan pengembangan proyek dan pada tahun 2013 diterbitkan lagi obligasi senilai 150 juta dollar Amerika.

Hingga tahun 2017 Modernland masih beberapa kali menerbitkan obligasi dalam jumlah yang cukup besar untuk dipakai tambahan belanja modal, pembayaran kembali obligasi sebelumnya (refinancing), pengembangan proyek berjalan, dan untuk akuisisi lahan.

Modernland kesulitan melakukan pembayaran karena pendapatannya merosot tajam. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), tiga bulan pertama tahun ini Modernland hanya meraih pendapatan sekitar Rp112 miliar. Padahal periode yang sama tahun sebelumnya bisa diraih pendapatan senilai lebih dari Rp700 miliar.

Beberapa proyek masih menjadi andalan pendapatan perusahaan ini seperti township Jakarta Garden City di Cakung, Jakarta Timur, dan kawasan industri Modern Cikande, Serang, Banten. Situasi bisnis properti yang terus turun ditambah pandemi Covid-19 telah membuat penjualan di dua proyek ini menurun tajam.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Dua Jurus Pengembang Raih Pembeli di Tengah Pandemi

RumahCom — Pandemi Covid-19 memang membuat dunia usaha gonjang ganjing, bahkan gulung tikar. Namun, tak sedikit pula para pelaku usaha yang masih bertahan dan terus berjuang agar berumur panjang.Sal

Lanjutkan membacaJuli 8, 2020

Ini Cara Mengatasi Rumah Terasa Lembab

RumahCom - Udara yang lembab membuat kondisi ruang menjadi tidak nyaman dan dapat mengganggu kesehatan kulit dan pernapasan.Saat memasuki musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi, tentu Anda men

Lanjutkan membacaJuli 8, 2020

Mengapa Banyak Orang Menyukai Rumah dengan Arsitektur Modern?

RumahCom - Ciri yang sederhana dan memiliki kesan bersih membuat rumah dengan arsitektur modern banyak disukai.Arsitektur modern banyak diterapkan pada setiap rumah. Bahkan di daerah pedesaan, konsep

Lanjutkan membacaJuli 8, 2020

Perbedaan Desain Rumah Modern dan Kontemporer

RumahCom - Desain modern dan kontemporer sulit dibedakan jika dilihat secara kasat mata, perlu memperhatikan setiap detail agar perbedaan tersebut terlihat jelas.Saat berencana untuk membangun rumah,

Lanjutkan membacaJuli 8, 2020

Pandemi, Pengembang Keluarkan Produk Komersial Rp300 Jutaan

RumahCom – Situasi pandemi membuat pengembang mengeluarkan produk yang lebih terjangkau. Salah satunya adalah pengembang Summarecon yang mengeluarkan produk komersial berupa kios seharga mulai Rp300

Lanjutkan membacaJuli 9, 2020

Masukan