Reforma Agraria Akan Kembangkan Pulau Jawa Bagian Selatan

Juli 15, 2020

RumahCom – Selama ini pesatnya pembangunan terkonsentrasi untuk wilayah Jawa bagian utara. Kementerian ATR/BPN akan mengoordinasikan para kepala daerah untuk pengembangan Jawa bagian selatan yang masuk ke dalam program reforma agraria.

Melalui Gusus Tugas Reforma Agraria (GTRA), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) menginisiasi pengembangan kawasan perekonomian di Pulau Jawa bagian selatan (JBS) yang selama ini agak tertinggal pengembangannya dibandingkan wilayah utara (Pantai Utara/Pantura).

Hasil kajian Direktorat Penatagunaan Tanah Kementerian ATR/BPN, ada banyak hal positif dan bisa dijadikan potensi unggulan untuk pengembangan perekonomian di wilayah JBS. Menurut Wakil Menteri ATR/BPN Surya Tjandra, saat ini JBS tertinggal dari segi infrastrktur, kesejahteraan masyarakat, demografi, serta daya dukung lingkungan.

“Karena itu pengembangan wilayah JBS dapat menjadi rencana pelaksanaan reforma argaria secara lengkap. Pelaksanaannya nanti bisa simultan dengan pengembangan di Kalimantan yang juga akan dijadikan ibukota baru dan kawasan food estate untuk ketahanan pangan. Untuk wilayah JBS ini minimal kajiannya harus sudah selesai sehingga tahapan pengerjaannya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kementerian ATR/BPN juga akan menggandeng pihak perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu komunikasi, sinkronisasi, dan koordinasi dengan berbagai gubernur maupun kepala daerah harus terjalin dengan baik.

Dari hasil kajian juga sudah memaparkan analisis strength, weakness, opportunity, dan threats (SWOT) untuk memetakan potensi-potensi dari berbagai daerah dan apa yang bisa difokuskan dari potensi-potensi tersebut. Secara umum, pengembangan kawasan JBS ini telah menjadi keinginan banyak kepala daerah misalnya dari Gubernur Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.

Investasi di kampung halaman bisa menjadi pilihan tepat yang menguntungkan. Lalu gimana caranya? simak videonya berikut ini.

Kepala Bidang Penataan Pertanahan Kanwil BPN Provinsi Banten Antoni Silaen mengatakan, kegiatan reforma agraria khususnya untuk program redistribusi tanah sudah diarahkan di wilayah Banten bagian selatan. “Sejauh ini Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Serang masih tertinggal dan ini menjadi latar belakang untuk mengembangkan potensi ekonomi di wilayah tersebut,” katanya.

Keinginan untuk pengembangan JBS ini juga datang dari Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah. Di sini telah dilakukan pelaksanaan redistribusi tanah di Kabupaten Purbalingga dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dengan kemudahan akses permodalan maupun bantuan bibit untuk kegiatan pertanian.

Kepala Bidang Pertanahan Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur Barkah Yulianto menambahkan, harus dipikirkan juga karakteristik dari daerah-daerah di wilayah Jawa bagian selatan ini. “Tidak bisa juga diperlakukan seragam karena setiap daerah memiliki karakteristiknya masing-masing, karena itu diperlukan koordinasi dengan berbagai kepala daerah dan pendekatan yang baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Segmen Properti Yang Tepat Saat Pandemi

RumahCom – Pelemahan bisnis properti dan pandemi Covid-19 membuat produk properti untuk segmen menengah justru makin menguat. Hal ini direspon oleh pengembang dengan mengeluarkan produk di segmen in

Lanjutkan membacaJuli 14, 2020

Sinergi Perusahaan BUMN Garap Kota Baru Di Sumatera Utara

RumahCom – Perumnas dan PTPN, dua perusahaan BUMN akan berkolaborasi mengembangkan kota mandiri baru di Sumatera Utara. Sinergi BUMN ini akan menyediakan hunian untuk kalangan masyarakat berpenghasi

Lanjutkan membacaJuli 14, 2020

Penyaluran Dana Subsidi Perumahan Sudah Capai Rp7,78 Triliun

RumahCom — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran perumahan bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Peru

Lanjutkan membacaJuli 14, 2020

Pengembang Ini Layak Dapat Gelar Raja Properti Di Indonesia, Ini Alasannya

RumahCom - Jika bertanya, apa pengembang properti nomor wahid di Indonesia, mungkin nama pengembang satu inilah jawabannya: Pakuwon. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) merupakan pengembang nasional papan atas

Lanjutkan membacaJuli 14, 2020

Rumah Ecobrick – Solusi Desain Hunian Murah dan Ramah Lingkungan

RumahCom - Hunian yang ramah lingkungan menjadi salah satu cara dalam menyelamatkan bumi. Di antaranya bisa dengan menerapkan desain hunian yang memanfaatkan material plastik.  Anda tentu tahu bahwa

Lanjutkan membacaJuli 15, 2020

Masukan