Pengembang Terapkan Strategi Konservatif, Properti Masih Berat Hingga Enam Bulan Ke Depan

Juli 17, 2020

RumahCom – Kendala bisnis properti yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 membuat kalangan pengembang masih akan menerapkan strategi dan rencana bisnis konservatif. Kegiatan-kegiatan seperti peluncuran proyek baru belum akan dilakukan dan akan fokus pada pemasaran proyek eksisting.

Pelemahan bisnis properti khususnya akibat dampak yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19 telah dirasakan kalangan pengembang untuk periode semester pertama tahun ini. Hingga periode semester kedua tahun nanti kalangan pengembang belum bisa merasa optimistis sektor ini akan membaik karena itu langkah-langkah ekspansi belum akan dipilih dan lebih menerapkan strategi konsevatif dengan fokus pada pengembangan proyek yang sudah berjalan.

Strategi tersebut diterapkan oleh pengembang PT Intiland Development Tbk. Menurut Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, properti menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 dan banyak konsumen investor cenderung bersikap menunggu situasi yang lebih baik sehingga menunda pembelian produk properti.

“Hampir semua developer menghadapi tantangan yang cukup berat kendati daya beli pasar masih tetap ada tapi konsumen bersikap menunda. Situasi ini membuat pasar properti didominasi pasar pengguna atau end user khususnya untuk segmen menengah ke bawah yang memang membutuhkan properti untuk hunian,” ujarnya saat acara rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019.

Ketika sudah memutuskan beli rumah, penting untuk perhatikan pengembang perumahan tersebut. Seperti apa pengembang yang terpercaya? simak di video berikut ini!

Situasi pandemi membuat Intiland mengubah strategi maupun rencana bisnis sepanjang periode semester kedua tahun ini. Intiland juga belum membagikan dividen atas laba bersih yang diraih pada tahun 2019 kepada para pemegang saham. Capaian laba sebesar Rp249,4 miliar digunakan sebagai laba ditahan dan Rp2 miliar untuk cadangan wajib.

Archied menyebut, secara umum Intiland masih bisa mempertahankan kinerja usahanya hingga akhir kuartal pertama tahun ini dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp830,6 miliar atau turun 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan dari segmen mixed use dan highrise.

Akibat langsung yang ditimbulkan wabah Covid-19 terhadap capaian kinerja perusahaan akan diupayakan dengan terus menjaga kinerja usaha tahun ini dengan berbagai stratgi pengembangan yang fokus pada proyek-proyek eksisting atau proyek berjalan. Setidaknya dalam enam bulan ke depan masih akan fokus pada upaya peningkatan penjualan dari inventori atau stok produk di proyek-proyek eksisting.

“Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik karena sektor properti ini dampaknya sangat besar terhadap pemulihan ekonomi nasional. Kami akan cenderung menempuh langkah konservatif dalam memutuskan setiap pengembangan proyek baru dan akan meningkatkan untuk memenuhi kebutuhan segmen end user,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Menilik Perbedaan Pasar Apartemen Mewah di Jakarta, Singapura, dan Hong Kong

RumahCom – Jakarta, Singapura, dan Hong Kong sama-sama kota besar di kawasan Asia. Sebagai metropolitan, kota-kota itu tentu jadi ladang bagi apartemen-apartemen mewah. Lantas, adakah perbedaan pasa

Lanjutkan membacaJuli 16, 2020

Mengapa Smart Toilet Harus Ada di Setiap Rumah?

RumahCom - Kehadiran smart toilet tentu memberi pengalaman yang berbeda, Anda akan merasa jauh lebih nyaman saat berada di dalam toilet.Saat memasuki era modern seperti sekarang ini, sudah banyak tekn

Lanjutkan membacaJuli 16, 2020

Mengenal Kecanggihan Teknologi Rumah Pintar IoT

RumahCom - Kemajuan teknologi tentu sangat membantu aktivitas seseorang, terutama kemajuan teknologi dalam rumah akan memberi rasa aman dan nyaman yang lebih baik.Kehadiran smartphone dan meningkatnya

Lanjutkan membacaJuli 17, 2020

Perlengkapan P3K Yang Harus Ada di Rumah Anda

RumahCom - Kecelakaan bisa terjadi di mana saja, termasuk di dalam rumah. Menyediakan peralatan P3K tentu baik untuk pertolongan awal. Perlengkapan P3K merupakan hal yang paling penting yang harus And

Lanjutkan membacaJuli 17, 2020

Ini Rencana Besar Pemerintah Dengan Tapera

RumahCom – Program Tapera sudah mulai diberlakukan dan tahap awal ini untuk kalangan aparatur sipil negara (ASN) sebelum berlaku kepada seluruh pekerja. Pemerintah memiliki rencana besar untuk progr

Lanjutkan membacaJuli 17, 2020

Masukan