Cara Memonitor Penggunaan Energi dalam Rumah

Juli 23, 2020

RumahCom – Penggunaan energi yang berlebih tentu tidak baik bagi kelestarian alam, sehingga perlu dilakukan pengawasan penggunaan energi.

Sekarang ini, banyak orang sudah mulai peduli dengan kelestarian lingkungan. Penggunaan energi yang berlebih mengakibatkan banyak kerusakan alam. Mulai dari polusi, beberapa hewan kehilangan habitatnya, bahkan kerusakan alam bisa berakibat buruk bagi kesehatan manusia. Hal ini terbukti dari pemanasan global yang memicu banyak permasalahan lainnya. Seperti kebakaran hutan, naiknya permukaan air laut, kekeringan, kelaparan, dan banyak lagi lainnya.

Salah satu upaya yang mereka lakukan dengan menggunakan energi lebih hemat dari biasanya. Pengurangan energi ini tentu membuat penggunaan sumber daya alam juga ikut berkurang. Tapi, menghemat energi ternyata tidak bisa dilakukan tanpa adanya monitoring yang tepat.

Anda harus melakukan pengawasan pada penggunaan energi, sehingga bisa melakukan penghematan yang tepat. Jika tidak demikian, maka penghematan tersebut cenderung sia-sia dan malah membuat Anda semakin boros energi.

Cara untuk mengawasi penggunaan energi sebenarnya bisa dilakukan dengan sederhana. Misalnya dengan memperhitungkan berapa besaran biaya yang Anda keluarkan untuk kebutuhan listrik dalam satu bulan. Kemudian dari sana Anda bisa menyimpulkan bagian mana saja yang ternyata perlu dan tidak perlu untuk dihemat.

Metode sederhana ini bisa digunakan untuk rumah dengan skala kecil, sehingga Anda bisa melakukan pengawasan secara menyeluruh. Anda juga bisa tahu perangkat mana saja yang dibiarkan menyala selama berjam-jam kemudian mematikannya. Namun, akan sangat melelahkan jika dilakukan dalam rumah dengan ukuran yang besar, luas, dan bertingkat.

Metode yang bisa Anda terapkan bisa dengan menggunakan perangkat pintar yang sudah terintegrasi. Monitoring ini tentu akan lebih mudah jika rumah Anda sudah menjadi smart home. Hanya dengan satu perangkat smartphone saja Anda bisa mengawasi penggunaan energi dalam rumah secara langsung.

Anda juga tidak perlu khawatir ketika meninggalkan rumah namun ada beberapa perangkat yang masih menyala, karena bisa dimatikan dari jarak jauh. Kemudian integrasi perangkat ini bisa memudahkan Anda dalam memilih mana saja perangkat yang terlalu boros energi kemudian melakukan penggantian ke yang lebih hemat.

Ditengah pandemi, rumah menjadi tempat teraman untuk berlindung. Simak selengkapnya di video berikut ini.

Teknologi untuk memonitor sebuah rumah menurut Ovoenergy.com terdiri dari 3 perangkat, antara lain:

  1. Sebuah device yang menunjukkan data penggunaan energi. Device tersebut tentu bisa Anda pilih dalam bentuk smartphone, tablet, PC, dan lainnya.
  2. Sebuah unit sensor yang terhubung pada meteran listrik. Melalui sensor tersebut akan diketahui seberapa besar daya yang Anda gunakan baik harian maupun bulanan.
  3. Transmitter yang mengirimkan data ke perangkat Anda.

Monitor tersebut akan menunjukkan statistik penggunaan energi dalam rumah dalam jangka waktu tertentu. Dari sana Anda bisa mengetahui batas minimal dan maksimal energi yang bisa digunakan. Selain terkait dengan lingkungan, monitoring ini tentu bermanfaat bagi keuangan Anda. Semakin hemat energi yang digunakan, maka semakin sedikit juga biaya yang akan Anda keluarkan.

Beberapa model monitor energi bisa Anda atur kapasitas maksimalnya. Ketika rumah Anda sudah menggunakan energi dengan kapasitas yang melebihi batas, maka alarm peringatan akan berbunyi. Saat itu Anda harus menghentikan penggunaan perangkat yang terlalu banyak menggunakan energi listrik.

Penggunaan monitor energi ini memang masih terbatas pada listrik saja. Namun dengan perkembangan teknologi, monitor ini tentu akan menyasar pada penggunaan energi lainnya. Dengan demikian Anda bisa menghemat penggunaan energi dalam rangka menjaga kelestarian alam.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pengembang Mulai Percaya Diri Luncurkan Produk Baru Di Tengah Pandemi

RumahCom – Pengembang tetap confident untuk meluncurkan produk baru di tengah pandemi Covid-19 dengan menyesuaikan pada kebutuhan konsumen. Salah satunya di Synthesis Home yang meluncurkan unit ruma

Lanjutkan membacaJuli 22, 2020

Pasokan Unit Apartemen Macet Di Tahun Ini

RumahCom — Sektor properti di Jakarta sangat terkena dampak pandemi Covid-19, tak terkecuali pasar apartemennya. Diprediksi, tingkat serapan pasar apartemen di Jakarta turun 12 persen hingga akhir t

Lanjutkan membacaJuli 22, 2020

Pasar Apartemen Sewa Tertekan, Ekspatriat Jadi Faktornya

RumahCom — Pelonggaran masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih belum mampu mendongkrak pasar apartemen sewa. Sebab, sektor ini masih tertekan dan belum menunjukkan adanya kenaikan.Menurut

Lanjutkan membacaJuli 22, 2020

Bank Syariah Ini Berhasil Selenggarakan Akad Kredit KPR Subsidi Hingga 2.500 Orang Secara Online

RumahCom – Bank BRI Syariah berhasil melakukan akad kredit masal untuk sebanyak 2.500 debitur KPR subsidi FLPP. Berbagai kemudahan hingga tambahan kuota FLPP diharapkan bisa terus ditingkatkan sehin

Lanjutkan membacaJuli 22, 2020

Masukan