Cara Membuat Sistem Tanaman Hidroponik Sendiri di Rumah

Wahyu ArdiyantoJuli 27, 2020

Cara Membuat Sistem Tanaman Hidroponik Sendiri di Rumah.

RumahCom – Saat Anda memutuskan untuk menanam suatu tanaman, tentu hal yang pertama dibutuhkan adalah lahan yang luas. Namun, pernahkah Anda mencoba menanam sesuatu dengan media lain selain menggunakan tanah?

Saat ini ketersediaan lahan semakin menyempit, terutama di kota-kota besar. Hal ini akan menyulitkan seseorang untuk membuat media tanam di pekarangan rumah yang cukup sempit. Namun kini tidak perlu khawatir lagi, karena Anda tetap bisa membuat perkebunan di lahan sempit dengan metode hidroponik.

Sistem tanaman hidroponik adalah salah satu cara bertanam menggunakan media air, sehingga Anda tidak membutuhkan tanah ataupun area yang luas untuk membuat perkebunan. Hidroponik ini sendiri merupakan metode budidaya tanaman menggunakan air yang kaya akan nutrisi.

Pada dasarnya tanaman hidroponik tidak memerlukan pestisida ataupun herbisida sehingga pengendalian hama lebih mudah dikelola. Bertanam menggunakan metode hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas bahan kimia.

Namun, bagaimana cara membuat sistem tanaman hidroponik? Untuk itu, berikut merupakan cara membuat tanaman hidroponik sendiri dirumah yang bisa Anda coba.

Langkah ke-1 : Merakit Sistem Hidroponik

Langkah ke-1 : Merakit Sistem Hidroponik

Pasang pompa yang akan membantu mengalirkan air dan nutrisi, agar alirannya berjalan dengan baik. (Foto: Diynetwork.com)

Siapkan beberapa pipa dan pompa, kemudian lubangi pipa sesuai dengan panjang pipa tersebut dengan jarak lubang yang sama. Selanjutnya siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah. Kemudian pasang pompa yang akan membantu mengalirkan air dan nutrisi, agar alirannya berjalan dengan baik.

Langkah ke-2 : Campurkan Nutrisi dan Air dalam Tangki

Langkah ke-2 : Campurkan Nutrisi dan Air dalam Tangki

Nyalakan pompa air dan biarkan sistem hidroponik ini berjalan selama 30 menit. (Foto: Diynetwork.com)

Isi tangki dengan air sesuai dengan kebutuhan dan ukuran pipa dan campurkan nutrisi ke dalam tangki. Selanjutnya, nyalakan pompa air dan biarkan sistem hidroponik ini berjalan selama 30 menit untuk memastikan semua nutrisi tercampur secara menyeluruh.

Langkah ke-3 : Tambahkan Tanaman Ke Tabung

Langkah ke-3 : Tambahkan Tanaman Ke Tabung

Setelah akarnya bersih dari kotoran, maka Anda bisa memasukkan tanaman ke tabung hidroponik. (Foto: Diynetwork.com)

Langkah selanjutnya, pisahkan akar tanaman dengan lembut dan  bersihkan kotoran dari akar dengan merendam akar ke dalam ember berisi air. Setelah akarnya bersih dari kotoran, maka Anda bisa memasukkan tanaman ke tabung hidroponik.

Langkah ke-4 : Ikatkan Tanaman Ke Teralis

Langkah ke-4 : Ikatkan Tanaman Ke Teralis

Pasang klip dan tali ke pangkal setiap tanaman dan lilitkan ujung tanaman di sekitar tali tersebut. (Foto: Diynetwork.com)

Untuk mengikat tanaman ke teralis, Anda bisa gunakan pengait dan tali. Tali digunakan untuk membuat tanaman menjulang ke atas sekaligus memaksimalkan ruang di area yang terbatas. Anda bisa ikat tali dengan longgar ke bagian teralis, kemudian pasang klip dan tali ke pangkal setiap tanaman dan lilitkan ujung tanaman di sekitar tali tersebut.

Langkah ke-5 : Nyalakan Pompa Air dan Pantau Sistem Hidroponik Setiap Hari

Langkah ke-5 : Nyalakan Pompa Air dan Pantau Sistem Hidroponik Setiap Hari

Anda perlu memeriksa pH dan tingkat nutrisi setiap beberapa hari. (Foto: Diynetwork.com)

Setelah menyalakan pompa air, Anda perlu memantau sistem tanaman hidroponik Anda setiap hari seperti memeriksa level air setiap harinya. Di daerah tertentu mungkin saja Anda perlu memeriksanya sebanyak dua kali sehari tergantung dari jumlah air, cuaca panas yang berlebihan, dan terjadinya penguapan.

Anda perlu memeriksa pH dan tingkat nutrisi setiap beberapa hari. Setidaknya pastikan tangki air Anda tidak mengering.

Langkah ke-6 : Pantau Pertumbuhan Tanaman Hidroponik

Langkah ke-6 : Pantau Pertumbuhan Tanaman Hidroponik

Penting bagi Anda untuk mengawasi pertumbuhan tanaman tersebut dengan cara mengikat atau memotong batang tanaman setiap beberapa hari sekali. (Foto: Diynetwork.com)

Beberapa minggu setelah menanam, maka tanaman Anda akan benar-benar menutupi teralis. Hal ini terjadi karena tanaman tersebut sudah menerima banyak air dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dengan cepat. Penting bagi Anda untuk mengawasi pertumbuhan tanaman tersebut dengan cara mengikat atau memotong batang tanaman setiap beberapa hari sekali.

Langkah ke-7 : Periksa Hama dan Penyakit

Langkah ke-7 : Periksa Hama dan Penyakit

Jika Anda menemukan tanaman yang sakit maka segera lepaskan tanaman tersebut. (Foto: Diynetwork.com)

Langkah terakhir, Anda perlu secara rutin memeriksa tanda-tanda keberadaan hama dan penyakit seperti serangga, daun kering, dan lain sebagainya. Karena satu tanaman saja yang sakit akan menginfeksikan semua tanaman lain karena jarak tanaman satu dengan yang lainnya sangat dekat. Untuk itu, jika Anda menemukan tanaman yang sakit maka segera lepaskan tanaman tersebut.

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Sumber: Diynetwork.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Emiten Ini Optimistis Investasi di Sektor Properti Meski Pandemi

RumahCom – Pandemi Covid-19 memang menimbulkan efek domino dan melumpuhkan berbagai sektor bisnis, termasuk properti. Namun, PT Adhi Commuter Properti (ACP) optimistis konsumen tetap melihat propert

Lanjutkan membacaJuli 27, 2020

Pandemi Bikin Bisnis Ruang Sewa Kantor Sepi

RumahCom — Penerapan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) oleh sejumlah perusahaan karena pandemi Covid-19 membuat kondisi perkantoran sepi. Akibatnya, bisnis penyewaan ruang kantor pun ter

Lanjutkan membacaJuli 27, 2020

Suku Bunga BI Turun Lagi, Responden Harap Suku Bunga KPR Menyusul

Jakarta, 24 Juli 2020 – Pemerintah kembali mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk segera menyelamatkan Indonesia dari jurang resesi ekonomi yang sudah di depan mata. Salah satunya adalah dengan

Lanjutkan membacaJuli 27, 2020

Masukan