Perkampungan Jakarta Penuhi Unsur Hunian ‘Transit Oriented Development’

Boy LeonardJuli 28, 2020

Perkampungan Jakarta Penuhi Unsur Hunian ‘Transit Oriented Development

RumahCom – Sebanyak 24 titik pengembangan Transit Oriented Development (TOD) telah disiapkan pemerintah dari sistem jaringan perkeretaapian. Hal ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah kemacetan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur).

Advisory Sales Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril memaparkan, tantangan terbesar dalam pengembangan hunian TOD adalah ketersediaan lahan dengan harga murah.

Monica melanjutkan, pengembangan hunian berbasis TOD memiliki prinsip, antara lain mengintegrasikan seluruh aspek, meminimalisasi penggunaan transportasi pribadi, ramah lingkungan, dan yang terpenting mengubah perilaku penghuni.

Apabila becermin dari prinsip tersebut, maka tak heran sampai sekarang belum ada satu pengembangan pun di Indonesia, terutama Jakarta, yang sesuai dengan prinsip TOD.

Padahal kampung-kampung di kota, apalagi di Jakarta telah memenuhi prinsip TOD terutama kepadatan. Berbagai fasilitas, misalnya pendidikan, kesehatan, halte bus dan angkot, hingga taman dan ruang terbuka sudah ada di kampung- kampung di Jakarta.

Selain itu, perkampungan biasanya juga juga terhubung ke berbagai layanan, seperti sekolah, pasar, maupun fasilitas kesehatan.

Bahkan menurut Direktur Asia Tenggara Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia Faela Sufa, jalan-jalan di kampung dapat dilalui secara aman baik bagi perempuan maupun anak-anak.

Kampung di kota-kota besar biasanya mempunyai jaringan jalan yang mudah dilalui dengan berjalan kaki maupun bersepeda. Faela melanjutkan, perkampungan, utamanya di rata-rata Jakarta juga dekat dengan halte transportasi publik seperti Trans Jakarta maupun moda transportasi lainnya.

Dengan begitu, bisa dikatakan kampung di Jakarta sudah bisa dikatakan sebagai kawasan yang memenuhi prinsip atau unsur dasar pengembangan TOD, yaitu walk, cycle, dan connect.

Prinsip pertama adalah walkability atau ramah bagi pejalan kaki. Faela berujar, area hunian berbasis TOD seharusnya mempromosikan gaya hidup atau kebiasaan berjalan kaki.

Prinsip kedua adalah cycle atau memprioritaskan transportasi non-motor, salah satunya adalah sepeda.

Faela berpendapat, penghuni seharusnya bisa berpindah dan terkoneksi dengan gedung atau bangunan lain dengan hanya berjalan kaki dan bukan dengan mobil atau sepeda motor.

Prinsip ketiga adalah connect. Maksudnya, hunian berbasis TOD juga perlu terkoneksi antara area satu dengan yang lainnya.

Selain ketiga unsur dasar itu, hunian berbasis TOD yang ideal juga harus menerapkan sejumlah prinsip lainnya, yaitu transit atau akses dari rumah ke stasiun atau halte transportasi publik yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Prinsip berikutnya adalah pembauran atau mix. Faela menyebut, hunian dengan konsep TOD sebaiknya terletak dekat dengan berbagai fasilitas publik.

Setelah itu ada densify atau mengoptimalisasi kepadatan di tengah kota. Lalu compact atau pembangunan wilayah dengan jarak kebutuhan perjalanan yang pendek. Kemudian ada shift atau peningkatan mobilitas penghuni melalui penataan parkir dan kebijakan penggunaan lahan.

“Itu (kampung) kan sudah compact sebenarnya, cuma dia enggak tinggi. Kampung yang datang dari dia sendiri itu kan biasanya di situ dekat pasar, ada puskesmas gitu. biasanya kan puskesmas adanya di kampung bukan perumahan,” ucap Faela, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Selasa, 28 Juli 2020.

Kendati begitu, masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki dari kampung-kampung yang ada di Jakarta, misalnya aksesibilitas. Perihal ini, Faela berujar, jalanan perkampungan bisa saja ditutup untuk lalu lintas padat sehingga jalan-jalan di perkampungan dapat dinikmati oleh warga setempat.

“Orang kampung biasanya kan bekerja dekat dengan rumahnya. Jadi mungkin dia malah bisa berjalan kaki di situ, abis itu bersepeda,” tutur Faela.

Hal tersebut diharapkan bisa membuat masyarakat menikmati ruang-ruang terbuka yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

“Jadi jangan bayangin TOD itu apartemen mewah dan lain sebagainya,” kata Faela.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Pexels.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Daftar Hunian Rekomendasi dengan Kemudahan Akses Transportasi

RumahCom - Ketika akan membeli rumah, yang pertama kali dipertimbangkan orang umumnya adalah lokasi. Namun lokasi yang sangat strategis, seperti di pusat kota yang dekat pusat bisnis atau tempat kerja

Lanjutkan membacaJanuari 30, 2018

Apartemen TOD Siap Digarap Banyak Pihak

RumahCom – Semester kedua PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., tancap gas mengejar penyaluran Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA). Tahun ini, perusahaan dengan kode saham BBTN memasang target pe

Lanjutkan membacaAgustus 13, 2018

Selain TOD, Ada Juga Opsi Pengembangan Berbasis Jalan

RumahCom – Pengembangan infrastruktur di sektor properti tidak hanya TOD. Masih ada pilihan lain yaitu sistem jaringan jalan. Sistem ini sudah diterapkan di Negara Hongkong dan pengembang properti t

Lanjutkan membacaMaret 17, 2020

Masukan