Andalan Pemerintah Untuk Ekonomi Nasional Tumbuh Positif Itu Dari Sektor Properti

Agustus 5, 2020

RumahCom – Indonesia masih berpeluang untuk mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah pertumbuhan ekonomi global yang negatif akibat pandemi Covid-19. Properti bisa menjadi salah satu pendorong untuk catatan positif ekonomi nasional.

Pemerintahan di seluruh dunia hingga saat ini masih terus menghitung berbagai dampak  yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan untuk menerapkan strategi yang paling tepat sehingga bisa mengurangi dampak khususnya pada bidang perekonomian agar penurunan yang terjadi tidak terlalu dalam.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi panel yang diselenggarakan Rumah.com PropertyGuru Group dalam acara CEO & Leader Forum Webinar 2020 bertajuk Indonesia in Transition-Transformation of the Property Sector Post-Pandemic and Projections for 2021 akhir Juli 2020. Diskusi menghadirkan pembicara dari kalangan pemerintah dan para ahli di bidangnya.

Jangan panik, tetap waspada. Rumah.com selalu ada bersama Anda melewati COVID-19. Cari tau selengkapnya di sini.

Menurut Asisten Deputi Perumahan, Pertanahan, dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Koordinator Perekonomian Bastary Pandji Indra, pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi dunia turun mencapai minus tiga persen. Secara umum, negara-negara maju di Eropa maupun Amerika mengalami penurunan yang lebih tinggi mencapai lebih dari enam persen dibandingkan negara berkembang yang rata-rata minus satu persen.

“Pandemi ini tentunya membuat dampak yang berbeda-beda di setiap negara tergantung kebijakan maupun strategi apa yang diterapkan. Indonesia sendiri menurut IMF masih berpotensi ekonominya tetap positif atau tumbuh 0,5 persen pada tahun 2020 ini bahkan analisis yang optimistis bisa tumbuh di atas delapan persen hingga tahun 2021 nanti,” ujarnya.

Sektor properti disebut Bastary, bisa menjadi pendorong untuk pertumbuhan perekonomian. Properti kendati terkena berbagai dampak terkait dengan adanya pandemi Covid-19, kenyataannya untuk beberapa sektornya masih mencatatkan kinerja yang positif.

Misalnya berbagai perubahan maupun shifting dari offline ke online, berbagai adaptasi kebiasaan baru yang terjadi untuk sektor ritel dan pergudangan, hingga tren fleksibilitas atau remote working untuk sektor perkantoran. Hal ini merupakan adaptasi sehingga properti masih bisa berjalan cukup baik.

Kebutuhan masyarakat yang besar akan sektor properti juga menjadi jaminan kalau industri ini masih sangat prospektif. Karena itu IMF kembali memprediksi untuk sektor real estat dan konstruksi di Indonesia masih akan bisa mengalami pertumbuhan mencapai 4,2 persen pada tahun 2020 ini.

Pemerintah sangat menyadari potensi besar dari sektor properti yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan terlebih dengan adanya 170-an industri lain yang akan ikut berkembang bersama pertumbuhan sektor properti. Beberapa kebijakan khusus pun dikeluarkan khusus untuk sektor properti pada masa pandemi ini.

Ada alokasi anggaran mencapai lebih dari Rp677 triliun yang digelontorkan pemerintah khusus untuk menangani pandemi Covid-19 termasuk untuk memberikan berbagai stimulus yang bisa menjadi pengungkit maupun daya dorong perekonomian. Anggaran ini termasuk juga di dalamnya untuk sektor properti khususnya untuk UMKM, relaksasi pajak, subsidi biaya, hingga penempatan dana pemerintah untuk relaksasi.

 

“Indonesia masih sangat berpeluang untuk bisa keluar dari berbagai kendala yang diakibatkan pandemi ini seperti proyeksi IMF dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Tapi ini tentu bukan taken for granted karena membutuhkan kerja keras dan harus ada upaya-upaya bukan hanya dari pemerintah tapi juga sektor swasta. Semua harus bersinergi dan kerja keras supaya pertumbuhan 0,5 persen tahun ini bisa kita capai,” bebernya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pemerintah Bangun Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan Dengan Pola Seperti Ini

RumahCom – Kementerian PUPR terus menggenjot pembangunan jalan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah. Salah satu skema yang diterapkan dengan kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) sehingg

Lanjutkan membacaAgustus 4, 2020

REI Berharap Pemerintah Longgarkan Syarat Penghasilan Minimum

RumahCom — Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) berharap pemerintah melonggarkan syarat penghasilan maksimum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah bersubsidi. Pe

Lanjutkan membacaAgustus 4, 2020

Suku Bunga BI Turun, Tapi Bunga KPR Bank Masih Tinggi

RumahCom — Pemerintah memberi sejumlah stimulus pada sektor properti di tengah pandemi Covid-19. Stimulus tersebut tertuang dalam Perpres No. 82/2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan

Lanjutkan membacaAgustus 4, 2020

Century21 Indonesia Property Agent Fest (IPAF) 2020

Jakarta – Century21 kembali mengadakan Indonesia Property Agent Fest (IPAF) 2020 pada tanggal 4 Agustus 2020. Di mana tahun ini menjadi “The First Online Real Estate Agent Fest”.IPAF adalah acar

Lanjutkan membacaAgustus 5, 2020

Rusunawa Jadi Solusi Hunian Untuk Mahasiswa Hingga MBR

RumahCom – Salah satu program pemerintah untuk sektor perumahan yaitu pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) untuk berbagai kalangan yang dibangun Kementerian PUPR. Salah satunya yaitu Rusunawa unt

Lanjutkan membacaAgustus 5, 2020

Masukan