Indonesia Property Watch Beberkan Bukti Suku Bunga KPR Masih Tinggi

Boy LeonardAgustus 6, 2020

Indonesia Property Watch Beberkan Bukti Suku Bunga KPR Masih Tinggi

RumahCom — Kalangan perbankan mengklaim suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) tergolong rendah, seiring dengan turunnya suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen. Namun, sejumlah pihak menilai suku bunga KPR masih tinggi dan perbankan masih harus menurunkannya.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda berharap perbankan bisa lebih mengedepankan kewajaran dengan turut serta menurunkan suku bunga mereka. Sebab, selama ini menurunnya BI 7-Day Reverse Repo Rate tak selalu diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan.

“Bunga-bunga KPR masih cukup tinggi berkisar 9 persen sampai 10 persen,” tutur Ali, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Kamis, 6 Agustus 2020.

Ali menilai, bunga KPR yang disebut rendah oleh kalangan perbankan adalah bunga promo saja dan juga subsidi dari pengembang, yang membuat suku bunga KPR terlihat rendah. Padahal, untuk bunga acuan perbankan dinilai masih tetap tinggi.

Sebenarnya Ali tak memungkiri beberapa bank sebenarnya telah melakukan bunga promo yang lebih rendah dengan fixed rate 1 atau 2 tahun saja. Namun sayangnya, bunga acuan tiap-tiap bank masih tinggi.

“Semua bilang sudah rendah sampai 7 persen, tetapi itu bunga promo fixed 1 tahun hingga 2 tahun. Kalau mereka turunin bunga acuan, harusnya bisa lebih rendah dari itu,” ujar Ali.

Bukan hanya itu, bunga pinjaman untuk konstruksi juga dinilai masih tinggi. Para pengembang yang telah bekerja sama dengan pihak perbankan saat suku bunga tinggi, belum juga diberikan kebijakan pengurangan suku bunga secara otomatis.

Tak sedikit pengembang mendapatkan pinjaman dengan dengan suku bunga 11,5 persen sampai 12,5 persen sehingga saat ini tidak bisa menikmati tren suku bunga murah.

“Ini cukup tinggi dibandingkan bunga acuan BI saat ini. Kami berharap bank mau menurunkan bunga kreditnya. Kami juga berharap Bank Indonesia dan OJK dapat memberi teguran kepada pihak perbankan untuk ikut juga menurunkan suku bunga mereka,” tutur Ali.

Ali menambahkan, kondisi saat ini dampaknya akan sangat besar apabila tidak diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Pixabay.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah Per Juni 2021

RumahCom – Di bulan Juni 2021, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begitu s

Lanjutkan membacaJuni 7, 2021

Hore! Suku Bunga BI Turun Lagi, Saatnya Nyicil Rumah

RumahCom – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%.Hasil RDG juga memutuskan penur

Lanjutkan membacaJuli 19, 2019

Sistem Syariah Bikin Developer Bisa Lebih Bertahan Saat Pandemi

RumahCom – Sistem perbankan syariah memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sistem konvensional. Saat pandemi Covid-19, pengembang maupun konsumen properti masih bisa bertahan dengan skema ini saat

Lanjutkan membacaJuni 24, 2020

Masukan