Ini Poin-Poin Penguatan Reforma Agraria

Agustus 13, 2020

RumahCom – Salah satu program utama pemerintah untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat adalah melalui program pertanahan atau reforma agraria. Kementerian ATR/BPN telah merumuskan berbagai langkah untuk mempercepat program ini.

Pertanahan menjadi salah satu fokus utama program kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menjadikan program reforma agraria menjadi program utama kementerian ini untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, dalam pelaksanaanya, reforma agraria tidak  sesederhana yang dibayangkan karena begitu banyak pihak yang terlibat dalam program ini. Mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK), Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi, perbankan, dan sebagainya.

“Di Kementerian ATR/BPN reforma agraria dikelola oleh Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang merupakan amanat dari Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2018. Ada banyak hal untuk mengacu pada pemberian akses reform-nya makanya program ini harus dijalankan secara serius termasuk untuk mengindentifikasi berbagai kendala di lapangan,” ujarnya.

Dalam program reforma agraria ini Kementerian ATR/BPN berperan untuk memberikan legalitas hak atas tanah melalui program redistribusi tanah hingga pelepasan kawasan hutan serta tanah-tanah obyek transmigrasi. Hingga saat ini program redistribusi tanah telah sukses dilaksanakan bahkan hingga capaian 216,88 persen dari yang ditargetkan.

Masih bingung perbedaan antara SHM dan HGB dalam properti? Simak informasi selengkapnya di videonya berikut ini.

Dirjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Andi Tenrisau menambahkan, pemberdayaan masyarakat juga merupakan bagian dari program reforma agraria yang disebut dengan istilah akses reform. Untuk program ini Kementerian ATR/BPN telah merumuskan quick wins yang merupakan bentuk kerja sama antar kementerian.

“Dalam program ini para pemilik tanah akan diberikan subsidi tunai sebesar Rp2,4 juta per orang. Ini karena kami telah bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Kementerian Pertanian. Dana ini bisa untuk mengelola tanah melalui sektor pertanian dan nanti ada subsidi lagi untuk pemberian pupuk dan bibit tanaman,” katanya.

Karena program ini membutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dibutuhkan penguatan sistem yang terus menerus untuk memastikan program ini bisa berjalan selain planning yang baik. Untuk pilot project program reforma agraria ini telah ditentukan tujuh provinsi untuk pelaksanaannya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Memasukkan Jendela Pada Desain Rumah

Rumah.com - Jendela menjadi salah satu bagian yang paling penting dalam sebuah rumah. Fungsi utamanya sebagai bagian dari sirkulasi udara agar rumah selalu mendapatkan udara segar. Sementara fungsi la

Lanjutkan membacaAgustus 12, 2020

4 Cara Mengurangi Penggunaan Energi Rumah Tangga

RumahCom - Rumah tangga diyakini menjadi salah satu pengguna energi yang besar, menghemat energi di rumah akan berdampak baik pada lingkungan.Penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan masih banyak

Lanjutkan membacaAgustus 12, 2020

Pengembang Apartemen Di Melbourne Ini Raup Rp2 Triliun

RumahCom – Crown Group memproyeksikan nilai investasi pembangunan apartemen di Melbourne, Australia, mencapai Rp2 triliunan.Direktur Pemasaran dan Penjualan Crown Group Indonesia Tyas Sudaryomo memb

Lanjutkan membacaAgustus 12, 2020

KPR Subsidi FLPP Sudah Terserap Lebih Rp8 Triliun

RumahCom – Lembaga penyalur KPR subsidi FLPP, PPDPP, telah berhasil menyalurkan dana FLPP mencapai Rp8,004 triliun untuk periode Januari-Agustus 2020. PPDPP juga aktif melakukan evaluasi kepada bank

Lanjutkan membacaAgustus 13, 2020

Masukan