Saat Pandemi, Konsumen Asing Justru Meningkat Di Australia

Agustus 25, 2020

RumahCom – Konsumen properti dari luar negeri justru meningkat di Australia saat pandemi Covid-19. Penanganan pandemi yang baik oleh pemerintah Australia membuat negara ini dianggap safe haven untuk investasi properti.

Saat pandemi, kalangan pengembang tetap berupaya untuk membuat produknya bisa terserap pasar. Adaptasi penerapan pola marketing menjadi marketing digital diterapkan untuk mengurangi pertemuan sehingga mengurangi penularan pandemi. Cukup banyak kalangan pengembang yang meraih sukses penjualan dengan mengubah marketing konvensional menjadi virtual.

Pola marketing digital diterapkan juga di berbagai kota dunia. Crown Group misalnya, pengembang Australia yang dimiliki pengusaha asal Indonesia Iwan Sunito, salah satu pengembang yang sukses menerapkan pola marketing digital untuk pemasaran produknya hingga ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Menurut situs real estate di Australia REA Group, pada periode kuartal kedua 2020, terjadi peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu terkait dengan aktivitas pencarian properti yang dilakukan oleh pembeli luar negeri khususnya di kawasan Asia terhadap properti di Australia.

Salah satu proyek apartemen Crown Group yang baru selesai dibangun yaitu Infinity by Crown Group yang berlokasi di kawasan sub urban Sydney. REA Group mencatat ada peningkatan mencapai 22 persen terkait pencarian proyek ini dan itu menjadikan Infinity by Crown Group menjadi proyek hunian yang paling banyak dilihat dalam situas pencarian tersebut.

Mau investasi di Indonesia walaupun tinggal di luar negeri? simak dulu video berikut ini.

Menanggapi hal ini, Deputy Sales Manager Crown Group Indonesia Linda Riyanti mengatakan, menjadi sebuah hal yang natural apabila Infinity by Crown Group masuk dalam daftar hunian vertikal yang banyak dicari oleh calon pembeli dari luar negeri dengan banyaknya keunggulan yang ditawarkan oleh proyek ini.

“Daya tarik kawasan Green Square di mana Infinity by Crown Groyp berdiri adalah kawasan sub urban yang sangat berkembang di Sydney dan itu menjadi alasan lain kenapa proyek ini begitu diminati. Konsumen dari luar negeri tentu sangat memahami kawasan ini selain proyek ini dirancang dengan arsitektur modern karya Koichi Takada dengan fasilitas bintang lima,” katanya.

Pembeli dari luar negeri, jelas Linda, sangat memahami dan mencari pasar yang stabil di tengah situasi pandemi Covid-19. Di sisi lain, pemerintah Australia cukup sukses menangani pandemi global dan hal itu salah satu yang membuat properti di negeri kanguru ini tetap diminati oleh konsumen global. Sejak dekade terkahir, pasar properti Australia dikenal sebagai pasar yang relatif aman dan disebut safe haven bagi para investor.

“Terlepas dari adanya klaster baru di Sydney dan Melbourne, pemerintah Australia tetap dilihat berhasil dalam penanganan pandemi Covid-19. Hal ini seperti membuat blessing in disguise di tengah pandemi global tapi membuktikan kalau proyek kami tetap diminati,” imbuhnya.

Sementara itu National Australia Bank (NAB) yang merupakan empat institusi keuangan terbesar di Austalia juga merilis hasil survei properti residensial terbarunya. Hasil survei menunjukan terjadi peningkatan aktivitas pembeli dari luar negeri pada kuartal kedua 2020 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019.

Survei tersebut mencatat, terjadi  juga peningkatan aktivitas pembelian di negara bagian Victoria mencapai 19,3 persen untuk produk hunian baru (prime) dan angka ini merupakan yang tertinggi untuk periode tiga tahun terakhir. Hal ini juga menunjukan, dari setiap lima produk apartemen baru yang dibeli, satu unit dibeli oleh pembeli dari luar negeri.

Sementara di negara bagian New South Wales juga terjadi peningkatan pembeli dari luar negeri. Rata-rata aktivitas pembeli luar negeri di negara bagian ini mencapai 9,1 persen yang berarti setiap 10 unit baru yang terjual, satu unit dibeli oleh pembeli luar negeri.

“Tentunya ini menjadi hal yang sangat positif mengingat tidak semua negara maupun kota-kota di dunia mengalami peningkatan aktivitas pembelian untuk unit baru dari konsumen luar negeri. Bila ini dikaitkan dengan konteks pandemi global, larangan perjalanan maupun lockdown yang terjadi di dunia tidak membuat pasar properti di Australia tertutup dari konsumen asing,” tutur Linda.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Jasa Marga Eksekusi Tiga Proyek Besar TCD Kuartal II/2021, Ini Rinciannya

RumahCom - PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan ekspansi bisnis lewat pengembangan koridor jalan tol atau Toll Corridor Development (TCD). Pengembangan TCD tersebut diserahkan kepada anak usaha PT Jasamar

Lanjutkan membacaAgustus 24, 2020

Pengembang Asal Hong Kong Masuk Indonesia, Ramaikan Bisnis Properti

RumahCom — PT Yiho Jakarta Real Estate Development yang merupakan anak perusahaan dari New Yi-Ho Holding Group Co. Ltd., Hong Kong, telah membuka kantornya di Tanah Air, pada pertengahan tahun 2020.

Lanjutkan membacaAgustus 24, 2020

5 Alat Dapur Terbaik untuk Rumah Anda

RumahCom - Mengganti alat dapur menjadi yang lebih modern tentu akan Anda lakukan dalam beberapa kesempatan. Mungkin Anda ingin meningkatkan kapasitas memasak, mengganti alat yang rusak, atau ingin al

Lanjutkan membacaAgustus 25, 2020

Barang-Barang Berharga Murah yang Bikin Rumah Tampak Mewah

RumahCom - Mendapatkan rumah yang terkesan mewah dan elegan tidak perlu dengan harga yang sangat mahal, beberapa trik penataan dan barang-barang yang murah tetap bisa memberi kesan mewah pada rumah.Un

Lanjutkan membacaAgustus 25, 2020

Mainan yang Cocok untuk Media Bermain dan Belajar Anak di Rumah

RumahCom - Sebagai orang tua, Anda tentu ingin anak merasa terhibur dengan mainan yang diberikan bukan? Namun di sisi lain, Anda juga ingin mereka bisa belajar dengan baik untuk perkembangan diri mere

Lanjutkan membacaAgustus 25, 2020

Masukan