Arsitektur Jengki, Desain Interior dan Eksterior Karya Asli Indonesia

Wahyu ArdiyantoSeptember 5, 2020

Arsitektur jengki, desain interior dan eksterior, karya asli Indonesia

RumahCom – Mungkin Anda baru pertama kali mendengar istilah arsitektur jengki. Walau berasal dari Indonesia, namun semua orang ternyata belum familiar dengan istilah ini. Padahal gaya arsitektur ini sering ditemui pada rumah-rumah dengan konsep dan desain yang modern di Indonesia.

Gaya dari arsitektur jengki ini cukup unik, karena bisa dibilang cukup berbeda jika dibandingkan dengan rumah gaya nusantara lainnya.

Sejarah Arsitektur Jengki

Gaya arsitektur jengki sebenarnya sudah populer sejak dulu. Pada periode tahun 1950 hingga 1970 gaya ini sudah mulai populer. Kehadiran jengki sebagai sebuah gaya arsitektur adalah bentuk perlawanan pada gaya Eropa. Hal ini dikarenakan banyak orang yang masih merasa bahwa gaya arsitektur dari Eropa identik dengan penjajahan.

Ciri khas arsitektur Eropa seperti pintu dan jendela yang tinggi mulai ditinggalkan. Orang Indonesia sudah menemukan gaya tersendiri dengan ciri khas yang unik. Bahkan desainnya memiliki perbedaan dengan gaya nusantara pada umumnya yang ada di Indonesia.

Ciri Khas Arsitektur Jengki

Gaya arsitektur jengki memiliki ciri khas yang tentu saja berbeda jauh dari gaya Eropa. Bahkan dengan gaya yang banyak digunakan di Indonesia memiliki perbedaan yang cukup terlihat. Lalu apa saja ciri khas arsitektur jengki?

1. Atap rumah anti mainstream

Atap rumah anti mainstream

Patahan atap pada arsitektur jengki memiliki tinggi yang tidak seimbang, sehingga polanya seperti tidak proporsional. (Foto: Bramblefurniture.com)

Bentuk atap rumah dari arsitektur jengki ini ternyata sangat unik bahkan bisa dikatakan lain dari yang lain. Setiap orang tentu langsung tahu bahwa atap anti mainstream ini berbeda dengan gaya arsitektur lainnya.

Patahan atap pada arsitektur jengki memiliki tinggi yang tidak seimbang, sehingga polanya seperti tidak proporsional. Kemudian ada lubang angin pada bagian atap yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Keberadaan lubang angin tersebut tentu membuat udara di dalam rumah tetap terasa segar.

2. Dinding berbentuk miring

Dinding berbentuk miring

Arsitektur jengki cukup berani dengan membuat dinding miring yang disusun dalam model segi lima. (Foto: Bramblefurniture.com)

Keunikan lain dari rumah dengan gaya jengki adalah dindingnya yang miring. Biasanya, setiap orang mungkin akan membuat bagian eksterior secara normal, karena menjadi wajah dari rumah itu sendiri. Namun arsitektur jengki cukup berani dengan membuat dinding miring yang disusun dalam model segi lima.

3. Batu alam pada dinding

Batu alam pada dinding

Susunan batu pada dinding membuat rumah tampak adem, estetik, dan nyaman dilihat. (Foto: Bramblefurniture.com)

Pada bagian dinding, rumah jengki biasanya menggunakan batu alam. Hal ini membuat permukaan dinding memiliki relief dan tidak rata seperti dinding pada umumnya. Ciri khas ini tentu berbeda dengan gaya Eropa atau gaya lain di Indonesia. Susunan pada dinding membuat rumah tampak adem, estetik, dan nyaman dilihat.

4. Beranda yang luas

Beranda yang luas

Pada masa keemasan gaya rumah jengki, beranda rumah dibuat dengan ukuran yang luas dan serasi dengan teras. (Foto: Bramblefurniture.com)

Beranda rumah pada umumnya memiliki luas yang sempit, bahkan beberapa rumah mulai menghilangkan bagian ini dengan alasan keterbatasan ruang. Pada rumah jengki tidak demikian, beranda dibuat cukup luas dan lega.

Pada masa keemasan gaya rumah jengki, beranda rumah dibuat dengan ukuran yang luas dan serasi dengan teras. Hal ini membuat Anda bisa menerima tamu di beranda rumah yang cukup luas tersebut. Pada bagian atap beranda juga didesain dengan banyak lengkungan sehingga memberi kesan yang jauh berbeda dari gaya Eropa yang terkesan monoton.

5. Loster untuk mendukung sirkulasi udara

Loster untuk mendukung sirkulasi udara

Kehadiran loster akan membuat rumah menjadi lebih sejuk dan mencegah udara dalam rumah menjadi pengap. (Foto: Bramblefurniture.com)

Pada bagian interior, gaya arsitektur jengki juga memiliki keunikan. Penggunaan loster yang banyak digunakan pada rumah di daerah tropis salahs atunya. Kehadiran loster akan membuat rumah menjadi lebih sejuk dan mencegah udara dalam rumah menjadi pengap.

Bentuk loster yang digunakan juga cukup beragama. Mulai dari segi empat, segi lima, hingga lubang dengan bentuk bunga.

Sumber: Bramblefurniture.com

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Pemerintah Upayakan Sinkronisasi Program Pembangunan Pusat-Daerah

RumahCom – Kementerian ATR/BPN menjadi salah satu instantsi penting untuk mewujudkan koordinasi dan sinkronisasi pembangunan pusat-daerah di era otonomi. Proses pembangunan kerap terkendala karena k

Lanjutkan membacaSeptember 2, 2020

Bisnis Properti Singapura Tetap Kuat Berkat Orang Indonesia

RumahCom – Bisnis properti di Singapura masih tergolong tangguh. Salah satu faktornya adalah orang Indonesia. Mengapa bisa?Warga Indonesia termasuk orang asing yang berperan penting menggerakkan pas

Lanjutkan membacaSeptember 2, 2020

Kini Konsumen Pertimbangkan Peran Manajemen Properti

RumahCom – Konsumen semakin merasa manajemen properti perlu hadir saat ini karena kondisi pandemi Covid-19.Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menyatakan, hal in

Lanjutkan membacaSeptember 2, 2020

Masukan