Investor Properti di Asia Pasifik Tetapkan Hong Kong Sebagai Titik Harapan Terendah

Boy LeonardSeptember 4, 2020

Investor Properti di Asia Pasifik Tetapkan Hong Kong Sebagai Titik Harapan Terendah

RumahCom – Sejumlah investor bisnis properti global berpandangan, Hong Kong menjadi titik pesimistis paling dalam di antara sejumlah lokasi utama di Asia Pasifik dalam pandangan. Wilayah khusus Tiongkok itu kini sedang berjuang untuk keluar dari resesi terdalam dalam catatan dan krisis politik yang berkepanjangan.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh konsultan real estat JLL, sekitar seperlima investor menuturkan, mereka berencana mengurangi sebagian kepemilikan mereka di Hong Kong.

Menurut survei tersebut, mengutip South China Morning Post dan dilansir Bisnis.com, cuma 4 persen dari investor ingin menaikkan alokasi modalnya. Sementara sisanya mempertahankan status quo.

Untuk diketahui, Hong Kong memiliki jumlah investor terbanyak dengan kecenderungan menjual. Sebagai perbandingan, hanya 1 hingga 8 persen investor saja yang ingin mengurangi investasi mereka di pasar lain. Proporsi investor asing yang ingin berinvestasi lebih banyak di pasar lain ini berkisar 15 hingga 56 persen.

“Pendapatan yang relatif lemah dan prospek pengembalian nilai modal selama 12 hingga 24 bulan ke depan, ditambah dengan ekonomi domestik yang lemah, membebani sentimen investor di Hong Kong,” ujar Nelson Wong, kepala penelitian untuk Greater China di JLL, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Jumat, 4 September 2020,

“Pandangan jangka panjang untuk banyak dari mereka, bagaimanapun, sebagian besar tidak berubah,” kata Nelson menambahkan.

JLL menyurvei 38 manajer global dan regional yang mengawasi aset senilai US$1,8 triliun pada kuartal II/2020. Tak jelas apakah undang-undang keamanan nasional yang kontroversial, yang pertama kali diperdebatkan pada Mei dan berlaku efektif pada 30 Juni, memiliki dampak pada hasil survei.

Survei itu menanyakan perubahan strategi investasi mereka di China daratan, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan negara Asia Tenggara lainnya, di tengah pandemi Covid-19.

Dari laporan pemerintah, harga perkantoran, pabrik, dan bangunan ritel turun 10 hingga 15 persen di Hong Kong, dari puncaknya pada Mei 2019 hingga Juni 2020.

Penurunan itu mendorong Otoritas Moneter Hong Kong untuk membatalkan langkah-langkah pendinginan pasar bulan lalu untuk pertama kalinya sejak 2009.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi  seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Pixabay.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Dampak Pandemi, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26 persen

RumahCom - Hadirnya pandemic Covid-19 membuat investasi real estate komersial di bagian Asia Pasifik menjadi turun dan melemah selama kuartal pertama tahun 2020. Jumlah penurunannya pun cukup besar h

Lanjutkan membacaMei 13, 2020

Ini Prediksi Kebangkitan Investasi Properti Asia Pasifik Setelah Pandemi

RumahCom - Investasi properti di beberapa kawasan Asia Pasifik mulai terlihat amblas akibat dari pandemi Covid-19 ini. Beberapa negara yang cukup berdampak yaitu Tiongkong, Hongkong dan juga Singapura

Lanjutkan membacaMei 13, 2020

Konsultan Properti: Pasar Properti Asia Pasifik Tetap Kuat

RumahCom — Konsultan properti Colliers International melaporkan, aktivitas dan minat investor di pasar properti Asia Pasifik tetap menggeliat bahkan cenderung pada kuartal kedua, meski sedang diland

Lanjutkan membacaJuli 23, 2020

Masukan