Bulan Hantu Lapar, Penjualan Rumah Baru di Singapura Naik Tajam

Boy LeonardSeptember 11, 2020

Penjualan Rumah Baru di Singapura Malah Naik Tajam Di Saat Bulan Hantu Lapar

RumahCom – Ada yang aneh dan anomali pada sektor bisnis properti di Singapura. Penjualan rumah baru di Negeri Singa tersebut malah naik tajam ke level tertinggi dalam 11 bulan pada Agustus, yakni 1.227 unit, tidak termasuk kondominium eksekutif. Penjualan itu naik 13,6 persen Year on Year YoY) dan 9,3 persen Month on Month (MoM).

Peningkatan penjualan itu dinilai “bertentangan dengan gravitasi di tengah kondisi yang tertekan pandemi Covid-19, bulan Hantu Lapar, tingkat pengangguran yang meningkat, dan langkah-langkah pendinginan”.

Jumlah penjualan tersebut tentu mengagetkan banyak orang karena prospek yang sedang buruk. Namun, proyek Forett yang baru diluncurkan di Bukit Timah, telah terjual 212 unit per 31 Agustus dan merupakan peluncuran perumahan swasta pertama sejak masa pandemi.

Kepala Riset dan Konsultasi di OrangeTee & Tie, Christine Sun mengatakan, berdasarkan data Urban Redevelopment Authority (URA) Realis, penjualan rumah baru bulan lalu merupakan yang tertinggi sejak 1.270 unit yang didaftarkan pada September 2019. Angka tersebut termasuk kondominium eksekutif. Sementara penjualan rumah baru mencapai 1.276 unit pada Agustus.

“Didukung oleh permintaan yang terpendam, kami telah mengantisipasi bahwa penjualan rumah baru pada Agustus bisa menyamai 1.080 unit yang terjual pada Juli, atau mungkin hanya sedikit moderat, mengingat aktivitas pasar biasanya lebih lambat selama bulan Hantu Lapar (yang dimulai pada 19 Agustus),” kata Wong Siew Ying, Kepala Riset dan Konten di PropNex, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Jumat, 11 September 2020.

Sebagai informasi, bulan Hantu Lapar adalah kepercayaan dalam masyarakat Tionghoa yang menyatakan bahwa dalam waktu satu bulan ini, pintu alam baka terbuka dan hantu-hantu di dalamnya dapat bersuka ria berpesiar ke alam manusia.

Tak heran jika Christine Sun mencatat bahwa penjualan rumah baru pada Agustus itu “menentang gravitasi di tengah pandemi Covid-19, bulan Hantu Lapar, tingkat pengangguran yang meningkat dan langkah-langkah pendinginan”.

Sementara itu, Sun mengamati, permintaan domestik mendorong penjualan rumah baru bulan lalu. Hal ini disebabkan oleh warga Singapura yang menyumbang 84,7 persen dari total pembelian.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi  seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Pexels.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Singapura: Kota Paling Layak Huni di Dunia

RumahCom - Singapura kembali terpilih sebagai kota paling layak hunia di Asia dan dunia tahun ini. Sementara itu, posisi Hong Kong merosot ke posisi enam di Asia dan ke-33 di peringkat global. Demikia

Lanjutkan membacaJanuari 23, 2015

Mengintip Peluang Investasi Properti di Empat Negara Terkemuka

RumahCom – Singapura masih menjadi incaran investasi paling menjanjikan di Asia, karena fundamental negara tersebut yang sangat kuat. Adanya kebijakan Pemerintah Singapura dalam meredam kepemilikan

Lanjutkan membacaJanuari 27, 2016

WNI Serbu Kondominium Highend di Singapura

RumahCom - Singapura adalah negeri yang kecil, tak ada apa-apanya dibandingkan Indonesia. Namun, mengunjungi Negeri Singa seolah tak ada bosan-bosannya. Tak sedikit Warga Negara Indonesia (WNI) yang b

Lanjutkan membacaMaret 31, 2016

Survei Terbaru: 1 dari 100 Orang Indonesia Punya Properti di Luar Negeri

RumahCom – Berdasarkan hasil survei yang dirilis Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017, 1 dari 100 orang responden mengaku memiliki properti residensial di luar negeri. Sebanyak 75%

Lanjutkan membacaNovember 20, 2017

Tips Investasi Properti di Luar Negeri

RumahCom – Sebagai investasi, memiliki properti di luar negeri memang punya potensi yang menggiurkan. Itu sebab 1 dari 100 orang responden survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 201

Lanjutkan membacaDesember 31, 2018

Masukan