Creative Regulation Untuk Menata Kawasan Perkotaan

September 15, 2020

RumahCom – Perkembangan kawasann perkotaan yang sangat pesat juga menimbulkan berbagai efek samping masalah seperti kawasan kumuh, keterbatasan sarana kesehatan, pendidikan, hingga kejahatan. Perlu regulasi yang out of the box untuk menata kawasan perkotaan yang sangat dinamis.

Daya tarik perkotaan akan selalu menarik bagi masyarakat di luar perkotaan baik karena menawarkan kesempatan ekonomi yang lebih besar, fasilitas yang lebih lengkap, hingga berbagai kesempatan yang bisa diraih lebih besar dibandingkan kawasan pedesaan. Hal ini berlaku umum di seluruh dunia dan secara global.

Perkembangan sebuah perkotaan bukan hanya karena urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota, tapi desa-desa sendiri berkembang menjadi sebuah kawasan perkotaan. Ini yang membuat jumlah penduduk di kawasan perkotaan sejak tahun 2007 lalu telah lebih banyak dibandingkan penduduk di pedesaan.

Di Indonesia, pada sensus penduduk tahun 2010 saja proporsi jumlah penduduk kota telah mencapai 49,7 persen atau mengalami peningkatan mencapai 27,3 persen dibandingkan sensus tahun 1980. Percepatan ini akan semakin cepat seiring perkembangan infrastruktur hingga kemajuan teknologi dan diperkirakann tahun 2050 mendatang lebih dari 70 persen penduduk akan tinggal di kawasan perkotaan.

Dampak dari perkembangan kawasan perkotaan yang tidak terbendung ini salah satunya banyaknya kota yang tidak ramah lingkungan dan menciptakan kawasan-kawasan kumuh perkotaan. Belum bicara dampak sosial seperti ketidakteraturan, antisipasi terhadap bencana, hingga tingkat kejahatan yang terus meningkat.

Menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Abdul Djalil, untuk menata kondisi permukiman dan perkotaan dibutuhkan upaya kreatif melalui berbagai aturan dan regulasi yang dikeluarkan. Tidak bisa lagi percepatan kawasan perkotaan diatur dengan regulasi yang biasa.

Creative regulation itu artinya kita tanggap dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Salah satu contohnya dengan rancangan undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang dibentuk dengan metode omnibus law sehingga bisa dihasilkan terobosan-terobosan yang mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Setiap orang pasti punya rumah idaman yang diinginkan. Lalu bagaimana cara cerdas agar bisa temukan rumah idaman? Nonton video berikut ini untuk tau caranya, yuk!

Peremajaan kawasan perkotaan misalnya, saat ini telah menjadi suatu hal yang sangat mendesak dengan beerbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakakt. Melalui penataan ruang perkotaan yang baik dengan adanya aturan yang adaptif terhadap situasi, masyarakat bisa mendapatkan ruang hidup yang lebih baik.

Hal itu sudah tercakup dalam RUU Cipta Kerja yang akan dikenalkan juga Komisi Tata Ruang. Melalui komisi ini, masyarakat bisa bersuara terkait penataan ruang di daerahnya dan setiap pihak bisa memberikan masukan dan saran dalam merevisi tata ruang di setiap daerah.

Sofyan menyebut contoh salah satu kelurahan di Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Barat. Banyaknya properti sepeti bangunan ruko yang saat ini terbengkalai karena kebijakan lalu lintas ganjil-genap. Hal ini karena aturan yang ditetapkan sangat kaku dan tidak berpikir out of the box. Regulasi yang kaku ini bisa disiasati dengan menampung ide-ide kreatif, menampung aspirasi publik, serta merespon kondisi yang di luar harapan

Karena itu Kementeriann ATR/BPN sangat aktif untuk mendukung peremajaan perkotaan serta kawasan permukiman masyarakat. Salah satunya dengan konsolidasi tanah perkotaan dengan konsep penataan dan peremajaan wilayah tanpa menggusur. Karena itu yang didorong yaitu konsolidasi tanah vertikal khususnya di kampung-kampung kota kawasan pusat ekonomi.

“Kondisi yang terjadi saat ini banyak yang harus diperbaiki dan untuk itu kita tidak bisa berpikir parsial. Pengelolaan peremajaan wilayah perkotaan bisa dengan sistem private public partnership dengan dukungan pemerintah sehingga anggaran pemerintah yang terbatas bisa dipikul bersama kalangan swasta,” jelasnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Perusahaan BUMN Ini Suntik Bank Rp500 Miliar Untuk Pembiayaan Perumahan

RumahCom – Perusahaan BUMN PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) memberikan pembiayaan Rp500 miliar untuk Bank DKI guna disalurkan pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Penyaluran pinjaman pembi

Lanjutkan membacaSeptember 14, 2020

Sasar Segmen Market Besar, Pengembang Ini Tawarkan Perumahan Mulai Rp150 Juta

RumahCom – Kalangan pengembang kian memperbanyak produk hunian yang menyasar segmen menengah ke bawah. Hal ini tidak terlepas dari besarnya segmen kalangan ini sehingga pengembang cukup fokus pada s

Lanjutkan membacaSeptember 14, 2020

Mendekati Target, Penyaluran FLPP Capai Rp8,98 Triliun

RumahCom - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 88.252 unit dengan nilai mencapai Rp8,98 triliun, sepanj

Lanjutkan membacaSeptember 14, 2020

Wow, Rumah Mungil di Gang Sempit Cipulir Dapat Penghargaan dari New York!

RumahCom - Ada yang menarik dari sebuah rumah kecil di tengah pemukiman padat kota Jakarta sampai-sampai menarik mata dunia. Rumah ini bernama 'The Twins', dan desainnya mendapatkan penghargaan dari a

Lanjutkan membacaSeptember 14, 2020

Masukan