Pemerintah Berikan Rp17,5 Juta Hingga Rp35 Juta Untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

September 15, 2020

RumahCom – Selain subsidi pembiayaan untuk memudahkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap kepemilikan rumah, pemerintah juga terus menggenjot program bedah rumah di berbagai daerah. Program ini sekaligus sebagai padat karya tunai untuk menggerakan perekonomian saat pandemi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi 1 menyelenggarakan program padat karya program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Kali ini program dilaksanakan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Seperti yang sering diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadmuljono, program bedah rumah menjadi lebih penting saat pandemi Covid-19 karena dampak langsungnya pada masyarakat dan bisa menggerakan perekonomian di daerah-daerah. Setiap rumah yang mendapatkan program ini diberikan anggaran Rp15 juta berupa material bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.

Menurut Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I Hujarat mengatakan, untuk pembangunan rumah tidak layak huni selain anggaran RP17,5 juta ini ada juga kegiatan untuk pembangunan rumah baru.

“Untuk pembangunan rumah baru anggarannya mencapai Rp35 juta yang terdiri dari Rp30 juta untuk bahan bangunan dan Rp5 juta untuk upah tukang. Dalam penyaluran program BSPS ini juga tidak ada pungutan biaya sama sekali, silahkan masyarakat berswadaya untuk membangun rumahnya,” ujarnya.

Beli rumah dengan cicilan KPR Ringan, bisa dan mudah kok. Simak video berikut ini untuk tau triknya!

Sementara itu program bedah rumah di Gorontalo dibagi menjadi dua untuk program BSPS Reguler peningkatan kualitas di Provinsi Gorontalo sebanyak 3.000 unit dan melalui penyaluran National Affordable Housing Program (NAHP) Bank Dunia sebanyak 2.000 unit. Total anggaran program ini di Gorontalo mencapai Rp87,5 miliar yang tersebar di lima kabupaten dan kota Gorontao

Program ini disalurkan di Kabupaten Gorontalo (1.550 unit), Kabupaten Bone Bolango (879 unit), Kabupaten Pohuwato (520 unit), Kabupaten Gorontalo Utara (717 unit), Kota Gorontalo (553 unit), dan Kabupaten Bolaemo (781 unit). Selanjutnya program ini akan terus dilanjutkan hingga tahun 2021 mendatang.

“Kami berharap ke depan program BSPS ini bisa memberikan dampak yang lebih besar lagi untuk masyarakat ekonomi lemah dalam hal ini yang rumahnya tidak layak huni. Program ini bukan hanya memperbaiki hunian tapi juga unutk mengurangi angka backlog rumah tidak layak huni di berbagai wilayah Indonesia,” imbuhnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Vicka bae vicka
Dec 13, 2020
Di jln dhrma bakti kecematan sematang borang klurahan sri mulya masih bnyak rumah yg tak layak huni
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Sasar Segmen Market Besar, Pengembang Ini Tawarkan Perumahan Mulai Rp150 Juta

RumahCom – Kalangan pengembang kian memperbanyak produk hunian yang menyasar segmen menengah ke bawah. Hal ini tidak terlepas dari besarnya segmen kalangan ini sehingga pengembang cukup fokus pada s

Lanjutkan membacaSeptember 14, 2020

Mendekati Target, Penyaluran FLPP Capai Rp8,98 Triliun

RumahCom - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 88.252 unit dengan nilai mencapai Rp8,98 triliun, sepanj

Lanjutkan membacaSeptember 14, 2020

Wow, Rumah Mungil di Gang Sempit Cipulir Dapat Penghargaan dari New York!

RumahCom - Ada yang menarik dari sebuah rumah kecil di tengah pemukiman padat kota Jakarta sampai-sampai menarik mata dunia. Rumah ini bernama 'The Twins', dan desainnya mendapatkan penghargaan dari a

Lanjutkan membacaSeptember 14, 2020

Creative Regulation Untuk Menata Kawasan Perkotaan

RumahCom – Perkembangan kawasann perkotaan yang sangat pesat juga menimbulkan berbagai efek samping masalah seperti kawasan kumuh, keterbatasan sarana kesehatan, pendidikan, hingga kejahatan. Perlu

Lanjutkan membacaSeptember 15, 2020

Masukan