Masih Ada Peminat Rumah Lelang Hasil Sitaan, Untuk Investasi Atau Ditinggali?

Boy LeonardSeptember 29, 2020

Masih Ada Peminat Rumah Lelang Hasil Sitaan, Untuk Investasi Atau Ditinggali

RumahCom – Peminat rumah lelang hasil sitaan masih ada meskipun pandemi Covid-19 menekan perekonomian. Rumah tersebut masih jadi buruan sepanjang lokasinya bagus dan harganya miring hingga 70 persen di bawah harga pasar.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengungkapkan, rumah sitaan dan lelang di lokasi-lokasi yang bagus masih banyak peminatnya. Terlebih dengan harga 70 persen di bawah pasar.

“Untuk rumah lelang yang lokasinya bagus dan murah pasti banyak peminatnya,” kata Ali, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Selasa, 29 September 2020.

Dalam kondisi seperti saat ini, Ali melanjutkan, pembeli yang membeli rumah merupakan mereka yang benar-benar membutuhkan rumah, bukan untuk investasi yang bisa diambil keuntungan dari kenaikan harganya kelak.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan menuturkan, permintaan pembelian rumah lelang masih tetap ada meskipun pandemi. Namun begitu, pihaknya tidak melihat kenaikan yang signifikan meski ada ada stimulus terkait dampak Covid-19.

Sementara itu, Direktur Remedial and Wholesale Risk BTN Elisabeth Novie Riswanti mengatakan bahwa Bank BTN memiliki rumah murah yang merupakan salah satu channel penjualan aset perseroan.

Sejak 2018 sampai Juni 2020, total aset yang terjual sebanyak 3.998 unit senilai Rp778 miliar. Selama periode Januari hingga Juni 2020, peminatnya mencapai 13.882 orang. Aset yang terjual mencapai 364 unit dengan nilai sebesar Rp56,5 miliar.

Di tengah pandemi, peminat rumah murah BTN tetap ada, namun jumlahnya tidak seperti sebelum ada pandemi.

“Semua peminat yang tertarik dengan aset di rumah murah BTN akan dapat memiliki aset dengan beberapa mekanisme seperti dengan cara lelang, cessie, maupun novasi. Cara lelang menjadi yang paling banyak dipilih. Mekanisme lelang menggunakan e-auction DJKN [Ditjen Kekayaan Negara] sehingga sangat mudah dan aman. Harga lelang itu dari harga pasar wajar sampai pasar likuidasi,” kata Elisabeth menjelaskan.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI) Wendy Haryanto beranggapan, jika ada yang minat membeli rumah jenis apa pun (sitaan atau bukan) dan ada kecocokan harga, maka transaksi akan terjadi.

“Pandemi atau tidak pandemi, tidak ada pengaruh pembeliaan dengan jenis rumahnya apakah rumah lelang atau tidak,” ucapnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi  seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!

Sumber foto utama: Pixabay.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Produk Properti 3 In 1, Untuk Hunian, Kantor, Toko

RumahCom – Pengembang terus berkreasi menciptakan produk properti dengan berbagai fitur khusus untuk menarik minat konsumen saat situasi pasar melemah akibat pandemi Covid-19. Pengembang SML misalny

Lanjutkan membacaSeptember 29, 2020

Penjualan Masih Berat, Pengembang Terus Berikan Berbagai Kemudahan Untuk Konsumen

RumahCom – Kalangan pengembang masih merasakan beratnya dampak bisnis akibat pandemi Covid-19. Sulitnya membukukan transaksi penjualan membuat target-target marketing sales pada tahun ini masih di b

Lanjutkan membacaSeptember 29, 2020

Ini Strategi Kementerian PUPR Hadapi Pemenuhan Hunian Layak

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa pemenuhan hunian layak semakin mendesak sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia"Kami berharap tercipta kemitraa

Lanjutkan membacaSeptember 29, 2020

Masukan