Teknologi “Print” Rumah Siap Diaplikasikan

Wahyu ArdiyantoDesember 7, 2021

RumahCom – Teknologi telah merevolusi banyak hal termasuk cara membangun rumah. Dengan tekonogi 3D concrete printing, rumah maupun bangunan yang lain bisa dibuat dengan cara di-print dan uji coba sistem ini telah berhasil dilakukan Kementerian PUPR, PT PP, dan perusahaan start up Autoconz.

Perkembangan teknologi begitu luar biasa dan saat ini tidak bisa dipisahkan dari kegiatan manusia sehari-hari. Berbagai inovasi dari penerapan teknologi juga terus diterapkan untuk berbagai bidang dari yang simpel hingga kompleks termasuk teknologi membangun rumah maupun bangunan lainnya.

Pembangunan perumahan sendiri telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Dulu rumah dibangun dengan susunan bata yang disemen, diaci, kemudian dilapisi cat. Perkembangan teknologi memungkinkan rumah dibangun dengan sistem pabrikasi dengan cara menyusun material tertentu hingga menjadi sebuah bangunan.

Perkembangan berikutnya dengan teknologi mencetak rumah dengan sistem tekonologi cetak tiga dimensi atau 3D Concrete Printing. Teknologi ini telah mulai diujicobakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan bekerja sama dengan perusahaan BUMN PT PP (Persero) Tbk dan perusahaan rintisan (start up) Autoconz.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, inovasi teknologi beton cetak 3D ini merupakan bukti nyata kolaborasi Kementerian PUPR dengan perusahaan BUMN dan start up yang digawangi anak-anak muda Indonesia untuk aplikasi teknologi membangun rumah dengan sistem print.

“Inovasi ini tentunya sejalan dengan cita-cita untuk mendukung roadmap Making Indonesia 4.0 yang terus didorong pemerintah. Ini juga menjadi momentum penting yang memberikan arah dan fokus pengembangan baru di sektor perumahan dan bisa mendorong kekuatan kita di mata dunia khususnya di bidang konstruksi dan infrastruktur,” katanya.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menjelaskan, 3D Concrete Printing ini mengunakan metode additive manufacturing yang menghasilkann cetakan obyek tiga dimensi dari material mortar (semen). Proses pencetakannya dilakukan secara layer by layer hingga bangunan terbentuk secara utuh.

“Tentu secara metodenya masih akan terus mengalami perkembangan tapi metode ini tentunya akan mengubah ekosistem dalam dunia konstruksi dan bangunan. Semuanya bisa dilakukan dengan lebih efisien dan efektif sehingga ini bisa untuk menciptakann perumahan yang affordable bagi seluruh kalangan,” katanya.

Selain itu ada banyak keunggulan lain dari metode printing untuk mencetak bangunan misalnya mengurangi limbah material, menghemat biaya, waktu, dan meningkatkan kualitas produk konstruksi. Sistem printing ini juga memungkinkan mengerjakan bangunan dengan desain yang kompleks karena tinggal mencetak sebagaimana gambar kerjanya.

Akan ada banyak solusi yang bisa dihasilkan dengan metode printing seperti ini. Misalnya pembangunan kembali maupun rehabilitasi untuk kawasan-kawasan yang terkena bencana. Begitu juga untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas seperti prasarana pendidikan sekolah hingga untuk mendorong pemenuhan backlog perumahan dengan menghadirkan 3D printed house.

“Teknologi ini akan sangat membantu kita untuk bisa membangun dengan lebih cepat, akurat, dan presisi sebagaimana gambar rancangan kerja yang ingin diwujudkan. Harapannya teknologi baru ini bisa terus dikembangkan untuk pembangunan program perumahan, sekolah, dan lainnya hingga dimasukkan ke dalam sistem e-katalog Kementerian PUPR sehingga proses lelang juga tidak membutuhkan waktu yang lama,” pungkas Diana.

Jangan tergiur promosi rumah yang menarik hati, pahami properti ketika membaca brosurnya. Selengkapnya simak video berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Diploma of Information System Telkom University
Dec 10, 2021
Apakah tekonogi 3D concrete printing rumah sedang dalam tahap penelitian lebih lanjut atau masih dalam bentuk prototype atau suda mulai di terapkan saat ini?
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kawasan Yang Tadinya Banyak Dibangun Rumah Subsidi Sekarang Untuk Segmen Menengah

RumahCom – Pengembang terus meluncurkan produk baru seiring terus meningkatnya permintaan untuk rumah tapak. Dwijaya Karya Group menghadirkan rumah untuk segmen menengah di lokasi yang tadinya banya

Lanjutkan membacaDesember 6, 2021

Kebutuhan Rumah Tapak Tinggi, Proyek TOD Bogor Ini Raih Penjualan 80 Persen

RumahCom – Rumah tapak menjadi produk properti yang sangat diminati saat pandemi Covid-19. Pengembang ADCP membukukan penjualan 80 persen dari ratusan unit yang dipasarkan untuk klaster perumahan pe

Lanjutkan membacaDesember 6, 2021

Pengembang Terus Dorong Konsumen Untuk Manfaatkan Insentif PPN

RumahCom – Pengembang terus mendorong penjualan produknya untuk memaksimalkan insentif pembebasan PPN yang akan berakhir tahun ini. Pengembang Modernland Realty mengeluarkan promo akhir tahun sehing

Lanjutkan membacaDesember 6, 2021

Program Prasarana Sarana Utilitas Untuk Rumah Subsidi Lampaui Target

RumahCom – Program bantuan prasarana sarana dan utilitas (PSU) yang disalurkan Kementerian PUPR tahun 2021 ini mencapai 25.781 unit dari target 25 ribu unit. Program ini merupakan stimulus untuk pen

Lanjutkan membacaDesember 6, 2021

Kolaborasi Bank-Pengembang Hadirkan Bunga KPR Khusus Mulai 4 Persenan

RumahCom – Perbankan dan pengembang terus menjalin kerja sama untuk memberikan berbagai kemudahan. PaninBank dan Metland berkolaborasi dengan memberikan banyak kemudahan seperti suku bunga ringan be

Lanjutkan membacaDesember 7, 2021

Masukan