Ada Lebih 80 Juta Milenial Butuh Rumah, Apa Kendalanya?

Wahyu Ardiyanto17 Des 2021

RumahCom – Potensi pasar dari kalangan milenial sangat besar yang akan menjadi jaminan untuk konsumen pasar properti hingga 10 tahun ke depan. Perumnas menyebut ada 80 jutaan milenial yang membutuhkan rumah namun memiliki berbagai kendala untuk mewujudkan niatnya.

Indonesia disebut negara dengan bonus demografi karena mayoritas populasinya diisi oleh kalangan muda produktif. Untuk sektor properti, hal ini berarti jaminan pasar karena kalangan muda merupakan segmen yang akan mencari hunian maupun produk properti pertamanya.

Menurut Direktur Pemasaran Perum Perumnas Tambok Setyawati, dari berbagai riset maupun survei disebutkan ada sekitar 81 juta kalangan milenial yang belum memiliki rumah dan ini menjadi pasar yang besar dan sustain hingga setidaknya satu dekade atau 10 tahun ke depan.

“Berdasarkan survei yang Perumnas lakukan kepada lebih dari 3.000 responden kalangan milenial yang belum memiliki rumah, ada 28,63 persen yang menyatakan belum menemukan rumah yang tepat. 24,92 persen menyatakan belum mampu secara finansial sementara 17,27 persen menyatakan belum bisa menyediakan uang muka,” ujarnya.

Masih ada hal-hal lain yang mengemuka dari survei tersebut seperti 10,49 persen masih memiliki cicilan lain yang harus dibayarkan. Ada juga milenial yang merasa belum perlu memiliki rumah sendiri (5,46 persen) bahkan belum memikirkan untuk membeli rumah (2,79 persen).

Tambok menyebut, ada beberapa strategi yang bisa dipilih untuk milenial bisa mengakses produk properti pertamanya. Salah satunya dengan memanfaatkan berbagai skema pembiayaan yang ditawarkan kalangan perbankan yang saat ini menerapkan banyak kemudahan.

Terkait lokasi, saat ini ada banyak pilihan baik hunian di pusat kota maupun di kawasan pinggiran. Bila kemampuan membeli masih minim sehingga hanya bisa memilih produk yang relatif jauh, bisa dicari hunian yang dekat dengan sarana transportasi publik sehingga memudahkan mobilitas sehari-hari dengan murah dan efisien.

Solusi lainnya bisa dengan membeli produk yang ditawarkan Perumnas berupa hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik atau transit oriented development (TOD). Perumnas terus mendorong pengembangan hunian TOD dengan menggandeng perusahaan BUMN lain seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dengan tinggal di kawasan TOD membuat lifestyle kita lebih praktis, efisien, dan murah. Range harga produk TOD yang ditawarkan juga relatif terjangkau dengan pilihan yang cukup beragam untuk disesuaikan dengan penghasilan kita.

Beberapa proyek TOD Perumnas antara lain Mahata Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Samasta Mahata Serpong, Mahata Margonda, dan lainnya yang terkoneksi dengan stasiun komuter. Perumnas juga memiliki banyak produk ready stock sehingga bisa dibeli dengan insentif bebas PPN. Pilihannya antara lain di Sentraland Cengkareng, Sentraland Karawang, dan lainnya.

“Untuk hunian landed house kami memiliki produk dengan harga mulai Rp145 jutaan seperti Samesta Parayasa di Parung Panjang dengan akses transportasi mudah. Kami juga terus meningkatkan kerja sama seperti dengan KAI untuk terus mengembangkan hunian yang terintegrasi dengan commuter line,” beber Tambok.

Rumah bisa memberikan kenyamanan yang tak bisa diungkapkan. Terus apa sih enaknya punya rumah sendiri? Simak selengkapnya di video berikut ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

BUMN Perumahan Ini Hadirkan Stasiun Di Proyeknya

RumahCom – Perum Perumnas menjalin kerja sama dengan PT KAI untuk menghadirkan stasiun baru di salah satu proyek perumahannya yaitu Samesta Parayasa Bogor. Hal ini untuk mengusung konsep hunian TOD

Lanjutkan membaca16 Des 2021

Tahun 2022, Bisnis Properti Kawasan Asia Pasifik Bakal Terus Meningkat

RumahCom – Lembaga riset dan manajemen properti Knight Frank merilis laporannya untuk sektor properti tahun 2022. Seiring terus membaiknya penanganan pandemi Covid-19, sektor properti tahun depan di

Lanjutkan membaca16 Des 2021

Pengembang Ini Pasarkan Produk Ruko Dengan Status SHM

RumahCom – Jababeka Residence di kawasan industri Kota Jababeka Cikarang, menawarkan produk komersial dengan status SHM. Dengan status ini dari biasanya HGB, owner akan merasa nyaman dan efisien kar

Lanjutkan membaca17 Des 2021

Ada 1,2 Juta Hektar Lahan Hutan Masuk Program Reforma Agraria

RumahCom – Reforma agraria merupakan salah satu program utama di bidang pertanahan yang terus didorong oleh pemerintah. Salah satunya terobosan program legalisasi aset hingga redistribusi tanah yang

Lanjutkan membaca17 Des 2021

Sukses Pasarkan Produk Hunian, Proyek Perumahan Baru Di Jakarta Ini Pasarkan Business Park

RumahCom – Pengembang APL meluncurkan produk komersial setelah sukses menjual produk hunian di proyek barunya Bukit Podomoro Jakarta. Business Park Bukit Podomoro ini dihadirkan bukan hanya untuk pe

Lanjutkan membaca17 Des 2021

Masukan