Cek Fakta, Pandemi Berkepanjangan Surutkan Minat Beli Rumah?

Februari 3, 2021

RumahCom – Pandemi Covid-19 yang masih terus berlanjut hingga tahun 2021 membawa kekhawatiran bagi sejumlah elemen masyarakat. Bagaimana tidak, angka kasus positif di Indonesia kini telah mencapai 1,07 juta per 01 Februari. Upaya vaksinasi yang dilaksanakan Pemerintah pun terus digiatkan guna menekan laju penyebaran.

Adanya pandemi yang turut menimpa semua sektor tak terkecuali industri properti, turut membawa perubahan signifikan. Akan tetapi, Rumah.com Indonesia Property Market Index mengindikasikan bahwa harga properti justru akan beranjak pulih pada 2021, terutama di sekitar paruh kedua 2021.

Hal ini dapat terjadi dengan catatan bahwa Pemerintah mampu menjaga situasi ekonomi tetap kondusif, serta melanjutkan kebijakan terkait properti dan ekonomi seperti restrukturisasi kredit, relaksasi LTV, dan terutama penurunan suku bunga.

Konektivitas dan harga juga masih menjadi daya tarik utama pasar properti di tahun 2021. Jarak dengan pusat kota tidak lagi menjadi pertimbangan utama selama perjalanannya mudah ditempuh dan bebas macet.

Itu sebabnya, kawasan-kawasan di sekitar kawasan hunian terpadu (planned community), jalan tol baru, dan jalur transportasi massal masih menjadi incaran konsumen properti. Permintaan terhadap sektor properti masih akan didominasi oleh pencari properti untuk ditinggali (first time buyer) dibanding permintaan untuk investasi.

Lantas bagaimana dengan minat masyarakat terkait pembelian properti di tahun ini? Data pencarian Rumah.com dan Rumah.com Consumer Sentiment Study menunjukkan bahwa minat pencari properti masih cukup tinggi di masa pandemi.

Mereka yang menunda pembelian properti di 2020 akan melanjutkannya di 2021. Minat konsumen sendiri masih bersifat ‘value for money’. Artinya, mereka tidak mempermasalahkan rumah yang agak jauh dari pusat kota asal ditunjang oleh fasilitas umum lengkap dan transportasi umum yang baik.

Ekspansif Tetapi Reasonable

Fakta bahwa minat pasar tetap terjaga meski dalam situasi pandemi turut diamini Presiden Direktur Easton Urban Kapital, William Liusudarso. Dihubungi Rumah.com via Zoom, ia menyebut bahwa pandemi yang berlangsung hampir sepanjang 2020 justru memberi catatan mengejutkan. Dimana penjualan pengembang naik tiga kali lipat dibanding tahun 2019 saat belum terjadinya pandemi.

“Maret tahun lalu kami sempat khawatir demand akan turun banyak, sebab semua orang dalam kondisi yang uncertain. Tapi nyatanya angka penjualan kami lebih baik. Dan rasanya hampir kebanyakan pengembang mengakui penjualan tahun kemarin lebih baik khususnya yang bermain di segmen rumah tapak,” jelasnya.

Menanggapi kondisi pasar properti 2021 yang masih dalam masa pandemi, William cukup berharap pada vaksinasi yang tengah dilaksanakan Pemerintah. “Proyeksi kami, adanya vaksin akan membawa ekonomi Indonesia jauh lebih berkembang. Tapi kita belum bisa terlalu optimistis, sebab program vaksinasi pun belum berjalan maksimal. Dari target 1.000.000 orang yang divaksin per hari, kita lihat sejak pertengahan Januari hingga sekarang baru tercapai setengah juta,” tukasnya.

Itu sebabnya, sambung William, pihaknya memproyeksi bahwa semester pertama 2021 tetap penuh tantangan. “Sehingga kami akan tetap ekspansif tapi reasonable. Harus lebih banyak hati-hati di tahun ini, selain karena pandemi belum berakhir juga karena ekonomi belum stabil. Apalagi angka kasus positif masih naik terus. Hanya saja kami tetap melihat akan ada potensi kenaikan untuk penjualan properti. Kami targetkan bisa naik empat kali lipat dibanding tahun kemarin,” ia menuturkan.

Easton Urban Kapital kini tengah fokus memasarkan proyek anyarnya “Hummingbird House” yang sudah soft launching sejak pertengahan Desember 2020. Klaster sebanyak 62 unit ini menawarkan hunian seharga Rp1,5 miliar untuk luas bangunan 130m2, dan Rp1,8 miliar untuk tipe dengan luas bangunan 135-140m2. Lokasinya berada di Serpong, Tangerang Selatan.

Bukti bahwa pandemi tak surutkan minat konsumen properti direfleksikan dari penjualan produk Hummingbird House, yang sudah sold sebanyak 30% selama satu bulan pemasaran. William mengklaim akan mampu membukukan penjualan 100% sebelum Agustus tahun ini.

“Selama menjual produk, kami hampir tidak pernah menggunakan siasat gimmick, tetapi yang kami promosikan murni produknya itu sendiri. Inilah keunggulan kami, sehingga konsumen merasa puas akan produk hunian kami. Apalagi profil pembeli kami 85%-nya adalah first time buyer dari keluarga muda dan profesional dengan rentang usia 25-35 tahun, yang sangat mementingkan estetika dan fungsi dari sebuah rumah,” tutupnya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Properti Sepekan: Si Petruk Jamin Kualitas Rumah Subsidi, Jawa Barat akan Punya Rebana

Si Petruk Menjamin Kualitas Rumah SubsidiPusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) di bawah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memastikan kualitas bangunan rumah subs

Lanjutkan membacaJanuari 20, 2021

Siapkan Diri Jelang 2021, Pengembang Maksimalkan Peluang di Akhir Tahun

RumahCom – Tahun 2020 akan segera berakhir. Siapa sangka, tahun ini penuh dengan tantangan hingga sejumlah orang menyebutnya serupa dengan naik rollercoaster. Kendati demikian, menatap tahun yang ak

Lanjutkan membacaJanuari 22, 2021

Township, Wajah Kehidupan Urban Modern Indonesia

Kehidupan di dalam perumahan berskala kota modern bisa memberikan banyak solusi bagi kehidupan urban saat ini. Di masa sekarang ini, sudah banyak muncul kota-kota terpadu yang dapat memudahkan kehidup

Lanjutkan membacaJanuari 25, 2021

Wisata Lokal Arsitektur Perkotaan Indonesia

Era baru pariwisata sedang bersiap untuk kembali. Hal ini ditandai dengan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan yang dapat dirasakan oleh semua orang.Bersiap melakukan perjalanan baru, tentu membutuhkan

Lanjutkan membacaJanuari 25, 2021

Kapan dan Di Mana Memfokuskan Listing Anda Di Bulan Februari 2021

Selama Januari 2021, Indonesia kembali mengalami kenaikan angka penderita COVID-19 yang sangat signifikan. Pemerintah kembali menerapkan PSBB dan perpanjangannya hingga 8 Februari 2021 di mayoritas wi

Lanjutkan membacaFebruari 1, 2021

Masukan