Mau Dapat KPR Subsidi BP2BT? Ini Syaratnya

Boy LeonardFebruari 9, 2021

Syarat KPR Subsidi BP2BT

RumahCom – Selain FLPP dan SSB, pemerintah memiliki program pembiayaan perumahan yang lain yaitu BP2BT. Pihak pengembang dan perbankan dihimbau untuk terus menyosialisasikan program ini sehingga lebih banyak masyrakat yang terbantu untuk kebutuhan huniannya.

Pemerintah memiliki beberapa program bantuan pembiayaan perumahan bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Beberapa program tersebut yaitu fasilitas likuditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), maupun Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT.

Program FLPP merupakan dana bergulir yang memasukan dana dari anggaran pemerintah dan sedikit dana bank untuk dikeluarkan dengan bunga khusus sebesar 5 persen selama tenor kreditnya yang mencapai 20 tahun. Sementara program SSB, pemerintah menalangi selisih antara bunga komersial supaya debitur mendapatkan bunga lima persen.

Untuk  program BP2BT yang merupakan kerja sama pemerintah dengan World Bank untuk program National Affordable Housing Program (NAHP), pola pemberian subsidinya berbeda dibandingkan FLPP maupun SSB. Pada program ini MBR calon penerima bantuan diharuskan menabung terlebih dulu dan bantuan yang diberikan dilaksanakan di depan untuk uang mukanya dengan total bantuan mencapai Rp30 jutaan.

“Program BP2BT ini juga untuk membantu masyarakat bisa mendapatkan bantuan pembiayaan perumahan dengan skema yang berbeda dari FLPP maupun SSB. Program NAHP ini didanai melalui pinjaman luar negeri World Bank sebesar 450 juta dollar yang telah berjalan sejak Januari 2018 dan akan berakhir pada Februari 2022,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR.

Dana sebesar 450 juta dollar tersebut berupa loan agreement untuk membiayai sebanyak 65.896 unit rumah atau setara Rp2,4 triliun. Tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat untuk mendapatkan program bantuan perumahan dengan skema BP2BT ini.

Inilah kebijakan pemerintah yang akan bantu masyarakat agar punya rumah. Selengkapnya nonton yuk di video berikut ini.

Untuk mendapatkan bantuan ini, masyarakat bisa mengajukan aplikasinya dengan beberapa syarat seperti belum memiliki rumah dan belum pernah mendapatkan bantuan subsidi perumahan dari pemerintah. Penghasilan yang ditetapkan sesuai dengan zonasi yang diatur oleh Kementerian PUPR dengan kisaran Rp6,5 juta untuk rumah tapak dan Rp8,5 juta untuk rumah susun (apartemen).

Syarat lainnya yaitu, calon penerima bantuan ini diharuskan menabung terlebih dulu dengan batasan saldo minimal saat pengajuan sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta (tergantung besarnya penghasilan). Kemudian memiliki KTP elektronik (KTP-El), akte nikah untuk pasangan suami-istri, serta memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP).

“Bantuan subsidi untuk program ini diberikan di muka makanya masyarakat diminta menabung lebih dulu untuk mengetahui kekuatan cicilannya. Kendati tetap diberlakukan bunga komersial tapi karena uang mukanya lebih besar dengan bantuan ini maka cicilannya tetap lebih ringan bahkan bisa sama dengan program FLPP maupun SSB. Penyaluran program ini tetap dilaksanakan melalui bank-bank nasional dan bank pembangunan daerah (BPD),” beber Khalawi.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah Per Juni 2021

RumahCom – Di bulan Juni 2021, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begitu s

Lanjutkan membacaJuni 7, 2021

Kubisme, Art Deco, dan Skandinavia: Mengapa Tren Arsitektur Ikonik ini Kembali Popular

Tren memang datang dan pergi, tetapi desain yang abadi akan tetap adaTren biasanya menunjukkan preferensi orang pada periode waktu tertentu, baik dalam seni, budaya pop, teknologi, atau gerakan sosial

Lanjutkan membacaFebruari 5, 2021

Properti Sepekan: Investasi di Sektor Properti Meningkat, Harga Sewa Perkantoran Turun

8 Bank Pembangunan Daerah Menjadi Penyalur Dana FLPPFasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2021 akan didukung delapan Bank Pembangunan Daerah tambahan sebagai penyalur dana bantuan. BP

Lanjutkan membacaFebruari 8, 2021

Arsitek dan Desainer Interior Muda Indonesia Berpeluang untuk Mendunia

RumahCom - Ajang bergengsi pencarian talenta-talenta muda Arsitektur dan Desain Interior berbakat antarnegara, Asia Young Designer Awards (AYDA) 2020/21 yang telah memasuki tahun ke-9, kembali digela

Lanjutkan membacaFebruari 7, 2021

Tak Usah Khawatir, Pemerintah Jamin Keamanan Sertifikat Elektronik

RumahCom – Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN akan menerapkan sertifikat elektronik menggantikan sistem analog. Dengan sistem elektronik ini akan tercipta efisiensi, kemudahan pendaftaran, hingg

Lanjutkan membacaFebruari 9, 2021

Masukan